
Ada rasa sesak di hati Aksa entah mengapa dia tiba-tiba merasa nyeri di hatinya saat kakek Nuha memintanya untuk mengembalikan Nuha saat dia tak butuh Nuha lagi.Dia sadar karena bagaimana pun Pernikahan mereka di lakukan dengan terpaksa dan tak ada yang namanya cinta di dalamnya.Bagaimana akan bahagia kalau mereka berdua tidak saling mencintai.
" Baiklah kek,Aksa akan ingat pesan kakek." ucap Aksa dengan suara yang terdengar yakin.
" Terimakasih nak." ucap sang kakek tersenyum tulus pada Aksa.
Aksa melihat Nuha yang sedang berbicara berdua dengan tantenya yang terlihat sesekali tante Agni menghapus air mata yang turun dari mata Nuha.Entah apa yang mereka bicarakan namun,terlihat Nuha begitu sedih.
Saat semua keluarga Nuha sudah kembali dan kini tinggal ada orang tua Aksa dan juga pengantin baru itu yang ada di dalam rumah besar itu.
" Sebaiknya kalian istirahat,pasti lelah kan .."ucap Mama Mala
" Iya benar kata mama kalian,Aksa bawa Nuha ke kamar kamu." ucap Papa William pada putranya
" Kekamar ku pah?" tanya Aksa
" Ya iya kemana lagi,sekarang Nuha itu istri kamu .Jangan pernah berfikiran jika kalian mau tinggal beda kamar yaa..nggak ada yang kayak gitu-gitu." ucap Mama Mila dengan mata tajam melihat putranya.
" Mama kenapa berubah jadi galak sih?" tanya Aksa dengan wajah kesalnya.
" Lha..mama kamu nggak galak Aksa,dia mengarahkan kamu lebih baik,dasar anak kurang akhlak." ujar papa William memandang Aksa dengan wajah mengintimidasi.
" Oke..Oke..Aksa ngerti,Ayo kita kekamar.." ucap Aksa tak mau mempanjang perdebatan antara dirinya dengan orang tuanya itu sama saja bohong.
Sampai di dalam kamar Aksa ,Nuha masih diam mematung di depan pintu.
" Kenapa nggak masuk,ayo masuk..Lo mau gue kena omel orang tua gue?!" ucap Aksa dengan wajah kesal
"I_iya tuan muda,maaf." jawab Nuha.
" Lo boleh tidur di sini tapi,jangan harap lo tidur di tempat tidur.Lo bisa tidur di sofa itu." ujar Aksa menunjuk sofa yang ada di pojok ruangan tempat tidurnya.
" Tidak masalah tuan." jawab Nuha berusaha untuk bersikap biasa.
" Ya sudah gue mau mandi dulu." ucap Aksa langsung masuk dalam kamar mandi.
Melihat suaminya masuk ke kamar mandi Nuha masuk ke dalam work on closed menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya.
Setelah itu seperti biasa jika sore hari Nuha akan membuat makanan untuk bersantai suaminya.
__ADS_1
" Non Nuha perlu apa biar Mak Yam ambilkan atau siapkan." ucap Mak Yam ART rumah besar itu.
" Nggak usah Mak,Nuha mau buat donat kentang aja kok ,biasa buat cemilan tuan Aksa." ucap Nuha.
" Kok manggilnya masih tuan sih non,kan sekarang tuan muda sudah jadi suami non Nuha." ucap Mak Yam merasa aneh dengan panggilan Nuha pada suaminya.
" Ahh..anu Mak,mungkin Nuha belum terbiasa saja soalnya kan biasa kerja sama tu_mas Aksa jadi kebiasaan manggil mas Aksa tuan deh.." ucap Nuha memberikan alasan.
" Ya sudah,buat donatnya biar Mak Yam bantu yaa ?"ucap Nuha menawarkan diri.
" Bolehlah mak,biar cepet kelar juga." jawab Nuha dengan senyuman manisnya.
Akhirnya kedua wanita itu sibuk membuat camilan para tuan dan nyonya nya ,Aksa yang baru selesai dengan ritual mandinya dia keluar dari kamar mandi dan melihat ke arah tempat tidur nya terlihat pakaian ganti untuk nya sudah di siapkan oleh Nuha.
Ternyata Nuha masih seperti Nuha sang asisten yang selalu membuat semuanya lebih mudah dan cepat.
Saat Aksa merapihkan rambutnya terdengar suara notifikasi pesan dari ponselnya.
" Sayang,aku merindukan mu"
Pesan itulah yang tertera di ponselnya.
" Hallo sayang, kamu dimana?" tanya Aksa
" Aku ada di tempat pemotretan,aku tidak ingin kembali dulu ke Jakarta Saa.."
" Kenapa,apa ada masalah?" tanya Aksa dengan wajah cemas
" Masalahnya kamu sekarang sudah punya istri,lalu aku hanya ban serep buat mu." ucap Catrine dengan nada sedihnya.
" Nggak akan sayang ,kamu tetap saja tidak tergantikan." ucap Aksa meyakinkan Catrine
" Bohong,lalu kenapa kamu kemarun bilang kalau nggak bisa bertemu dengan ku beberapa hari setelah kamu menikah dengan assisten kamu itu?" tanya Catrine dengan nada yang mulai meninggi.
" Sayanggg,dengar kan aku..begini sayang,nggak mungkin aku pergi-pergi tanpa Nuha,apalagi mama sama papa tahu kalau schedule ku kosong sampai seminggu kedepan." ucap Aksa
" Jadi,kalau kamu mau pergi-pergi harus dengan Nuha?" tanya Catrine dengan nada kecewa
" Yah begitu lah.." jawab Aksa tak bersemangat.
__ADS_1
" Aahhh...gini sayang,aku punya ide..gimana kamu susulin aku di Bali kamu bilang saja mau bulan madu sama Nuha di Bali,gimana menurutmu?" tanya Catrine dengan usulannya.
" Hahhh...bulan madu,yang benar saja sayang..yang ada pasti papa akan urus semua keperluan ku untuk bulan madu." ucap Aksa
" Nggak masalah sayang,yang penting kalau kamu sudah disini kamu jalannya sama aku,kalau Nuha kamu bisa handle pasti .Lagian kan dia biasa jadi asisten kamu." ungkap Catrine.
" Baiklah nanti aku akan bilang sama mama-juga papa yaa...?!" ucap Aksa
" Bener yaaa...?"
" Iyaa ...aku juga kangen sama kamu." ucap Aksa tepat saat bilang itu pun Nuha sudah berdiri di sampingnya.
" Sudah dulu yaa..kamu jaga diri disana,I Miss you so much baby." ucap Aksa
" Iya Miss you to honey.." jawab Catrine
Akhirnya mereka mengakhiri panggilan telpon itu dan Aksa melirik sekilas Nuha yang sedang menabur kan gula halus di atas donat.
" Silahkan tuan,coba donat nya ." ucap Nuha dengan meletakkan piring yang berisi donat diatas meja di balkon kamar Aksa.
" Hemm.." jawab Aksa singkat.
" Apa yang dibutuhkan lagi tuan?" tanya Nuha.
" Gue pengen Lo bisa menyesuaikan diri,karena sekarang Lo sudah jadi is_istri gue .Maka dari itu gue harap Lo panggil gue dengan sebutan lain." ucap Aksa dengan melirik wajah Nuha yang sedang menatap lurus ke depan.
" Maksudnya tuan apa yaa,saya kurang paham maaf." ucap Nuha.
" A_aku emmm.. maksudnya,gue mulai saat ini panggilan yang harus dilakukan pakai aku_ kamu dan ka_kamu ,rubah panggilan untuk ku, mengerti?" tanya Aksa dengan sedikit terbata karena harus manggil Nuha dengan sebutan Aku-kamu.
" Saya bingung harus manggil tuan apa." ucap Nuha menggaruk kepalanya yang tak gatal.
" Misal Abang,ehhhh..jangan aku bukan Abang tukang bakso,kalau Aa..juga terlalu aneh,hubby..kayaknya lebay,honey..itu panggilan Catrine itu orang spesial yang bisa panggil aku honey." ucap Aksa dengan sedikit berfikir.
" Gimana kalau saya panggil tua dengan sebutan Mas?" usul Nuha.
" Eeemmm...mas ,mas Aksa,nggak buruk oke kalau gitu kamu bisa panggil aku mas."ucap Aksa dengan senyum tipis terpatri di bibirnya.
Rasanya ingin sekali Nuha melihat senyuman suami nya hanya untuknya senyuman bahagia seperti saat dia melakukan panggilan telepon dengan Catrine,rasanya seperti Aksa selalu tersenyum saat bicara pada Catrine.
__ADS_1
Bersambung