
Rafa pun mengangguk mengiyakan
"Ayah,ini Rafa..bangun...jangan buat bunda sama bunda khawatir."ucap Rafa mencium pipi sang ayah yang masih betah memejamkan matanya.
Rafa menyentuh tangan sang ayah dan menciumnya."Bunda ,tangan ayah..
Di sebuah tetian danau , terlihat seorang anak kecil sedang sibuk dengan pancingannya sementara ada seorang laki-laki melihat anak itu dengan pandangan sendu.
"Sudah dapat ikannya?" tanya pria itu
"Belum,susah ."ucap sang anak kecil dengan menyeka keringat di dahinya.
"Kenapa kamu susah payah untuk dapat ikan,di pasar kan banyak."ucap pria itu.
"Buat om mungkin gampang buat beli ikan tapi, buat Rafa sama bunda itu hal sulit."ucap anak bernama Rafa
"Kenapa ?"
"Kami nggak punya uang."ucap Rafa terlihat sedih.
"Lalu ayah mu kemana,"ucap pria itu.
"Ayah jahat,dia pergi begitu saja tanpa ada kata yang terucap,bunda sangat sedih.."ucap Rafa.
"Maafkan saya,bukan maksud saya nak..
"Rafa,ayo pulang."tiba-tiba seorang wanita cantik melambaikan tangan ke arah Rafa.
"Om aku pergi..."ujar Rafa.
"Rafa jangan pergi dulu...Rafa ,Rafa ,Rafaaaa !!
Mendengar ucapan putranya dengan cepatu
dia mengarahkan pandangannya ke tangan Aksa yang terlihat menggenggam tangan putranya dengan erat.
Nuha memanggil dokter jaga dan mereka pun berusaha melepaskan tangan Aksa yang sedang menggenggam erat tangan Rafa.
Untuk sementara waktu mereka keluar dari ruangan itu dan menunggu dengan cemas.Rafa duduk di pangkuan Nuha sambil menangis dalam keadaan bersandar di dada sang ibu dan memeluk tubuh Nuha dengan erat.Sepertinya anak itu masih syok dengan kejadian tadi,apalagi saat Aksa tiba-tiba menggenggam tangan Rafa.
__ADS_1
Mereka yakin bahwa di alam bawah sadar Aksa dia memikirkan Rafa.
"Bun,Rafa takut."ucap Rafa lirih dengan masih terisak.
"Nggak papa sayang,ada bunda yang selalu sama kamu.Berdoa buat ayah,semoga ayah cepat sadar ."ucap Nuha dengan mengusap punggung sang putra dan lama kelamaan bocah itupun tertidur karena lelah menangis.
"Nuha,Rafa tidur..?"tanya mama Mala
"Iya mah,capek nangis mungkin..kasihan dia."ucap Nuha mengelus rambut sang anak.
"Pasti dia syok,apalagi kita pun kalang kabut dia buatnya,Ya Allah Aksa...kembalilah nak,kasihan anakmu masih butuh kamu..baru juga ketemu ayahnya masa kamu tega mau ninggalin dia."ucap mama Mala dengan mata yang berkaca-kaca melihat cucunya .
"Insyaallah Aksa pasti kuat La,berdoalah terus..kita serahkan ke Allah."ucap madam Jee yang selalu ada di samping sahabatnya itu.
Mama Mala pun mengangguk menggenggam tangan sahabatnya untuk mencari kekuatan.
Tak lama berselang terlihat dokter keluar dari dalam ruang ICU.Papa William langsung menanyakan keadaan Aksa yang tadi sempat drop.Dokter pun mengatakan jika keadaan Aksa sudah stabil.
Mereka bersyukur karena masih di berikan kesempatan untuk mempunyai harapan untuk Aksa kembali ke Keluarga nya.
Papa William meminta persetujuan dari pihak Rumah sakit jika Aksa akan di pindahkan ke Singapura.
Mereka bersyukur karena Tuhan masih melindungi mereka walaupun ada yang terluka.Masih ada beberapa pasien yang harus melakukan pemeriksaan dan pengobatan.Mereka pun di pulangkan ke Indonesia dan penumpang yang harus disarankan kontrol pun di biayai Perusahaan papa William.
Kini yang menjadi prioritas keluarga Sadler adalah kesembuhan Aksa.Setelah segala pemeriksaan fisik dan juga dinyatakan kesiapan untuk memindahkan Aksa ke Singapura menggunakan private jet milik keluarga Aksa.Nuha dan Rafa ikut menyertai Aksa.
Sampai di Singapura Aksa di tempatkan di ruangan VVIP dan Rafa saat ini di dekat sang ayah. Nuha mengatakan jika Rafa harus sering-sering bercerita dan bicara pada sang ayah biar cepat siuman.
Benar saja Rafa setiap saat dia ada di dekat sang ayah, saat ini Rafa bukan takut lagi tapi, anak kecil itu selalu menghibur Nuha dan juga kedua orang tua Aksa yang sebenarnya sedih dengan keadaan Aksa saat ini namun, mendengar ucapan-ucapan si bocah itu yang kadang membuat ketawa membuat mereka semangat lagi menunggu ke sadaran Aksa kembali.
"Ra..Ra..fa.."
Panggilan lirih dari mulut Aksa membuat si bocah menggemaskan itu yang sedari tadi sibuk mewarnai gambar di samping sang ayah tentunya langsung menoleh ke arah si ayah.
"Ayah..Ayah bangun,bundaaaa...Oma ,Opa,ayah bangun !!!"
teriak Rafa tak beranjak dari tempat duduknya .
Benar saja Aksa membuka matanya namun,masih terlihat linglung.Dokter langsung memeriksa kondisi Aksa.Menanyakan apa yang dia rasakan.
__ADS_1
Dokter mengatakan. jika Aksa dalam keadaan baik walaupun ada cedera kaki dan tangannya yang membutuhkan waktu untuk sembuh. Pemerikasaan pun di rasa bagus.
"Aksa,ya Allah nak.. syukurlah kamu sudah siuman."ucap sang mama menangis penuh haru dan mengecup lembut kening sang putra
"Selamat datang kembali son,papa bersyukur kamu kembali dan papa memang sudah yakin kalau kamu pasti bisa melewati masa tersulitmu ,semua akan baik-baik saja.Anakmu selalu menunggumu tanpa lelah."ucap papa William bisa sedikit bernafas lega.
"Ayah...ayah Rafa kangen ayah,ayah cepet sembuh,jangan buat Rafa khawatir.Bunda nangis terus liat ayah nggak bangun-bangun."ucap Rafa dengan tangisan yang menggema di ruangan itu.
"Ssstttt...ayah sudah disini, Rafa yang panggil ayah kan.."ucap Aksa dengan senyuman tipis dan tatapan sendu pada putranya.
" Kenapa kamu disitu,nggak suka aku bangun lagi..?" tanya Aksa melihat Nuha yang masih bergeming di posisi nya.
Papa William dan Mama Mala tahu ,mereka berdua butuh waktu untuk sekedar bicara dari hati ke hati.
"Rafa ikut Oma sama Opa dulu yuk,kita beli cukuran jenggot buat papa biar lebih ganteng kalau kumisnya di cukur."bujuk mama Mala.
"Yuk Oma,tapi..Rafa mau ice cream."ucap Rafa..
"Oke kalau gitu ,sini Opa gendong.."ucap Papa William.
"No,Opa Rafa udah besar..."tolak si bocah.
Setelah semuanya keluar dari ruangan itu Nuha pun mendekati sang mantan suami yang sedang terbaring di brankar.
Aksa mengulurkan tangan kirinya yang masih bisa bergerak leluasa sementara tangan kanannya di pasang gips dan infus.
"Hiks...hiks...hiks..kamu jahat,kenapa selalu saja buat aku khawatir,Hahhh..!!" ucap Nuha dengan kesal.
"Sorry sayang, kamu jangan nangis lagi. aku sudah kembali.Tapi, keadaan aku begini."ucap Aksa dengan wajah muram.
"Apapun keadaan kamu aku akan selalu sama kamu." ucap Nuha
"Apa itu sebuah jawaban dari pertanyaan ku waktu itu sayang.,hemmm?" tanya Aksa dengan menatap Nuha dengan binar cinta di mata Aksa.
" Kamu tahu,aku sampe takut dan aku menyesal karena belum memberikan jawaban ku sebelum kamu terbang,kamu tahu...sampe readers nebak kamu sampe hilang ingatan segala terus nikah sama orang lain aku merana dong..,tapi .. author bilang ini bukan sinetron ikan terbang,jadi nyantai aja."
"Hahahaha biar lah, tebak-tebak buah manggis,terus berhalu aja."
Besok lagi yaaa..kita lanjutkan ceritanya si Othor mau goreng kentang ,ada yang beli...😅😅✌️🙏
__ADS_1