
Aksa juga mulai berfikir omongan Nuha tentang Catrine yang beberapa hari ini tak ada lagi chatt atau telpon dari Catrine.Terakhir Catrine memberikan kabar jika dirinya di Bangkok Thailand sedang ada project disana.
"Apa mungkin Catrine mengkhianati ku ,dia tahu aku sangat mencintai nya.Astaga, kenapa aku kepikiran omongan asisten licik itu sih ," gumam Aksa merasa frustrasi dengan apa yang diucapkan Nuha.
Aksa ke dalam kamar langsung masuk ke kamar mandi guna membersihkan dirinya.Setelah dua puluh menit dia berada di kamar mandi,Aksa melangkah keluar dari kamar mandi dan melihat kearah ranjang.
" Kenapa gue lupa kalau Nuha beda kamar sama gue.Kenapa gue jadi gini sih," gumamnya meruntuki diri nya yang lupa jika Nuha berada di kamar lain.Itu artinya dia harus melakukan semuanya sendiri tanpa harus Nuha siapkan.
Dengan malas Aksa melangkah menuju kopernya berada.Aksa membuka kopernya dan melihat pakaiannya di dalam koper.Dia tersenyum melihat isi kopernya.
" Syukurlah,walaupun dia nggak ada buat siapin seperti biasa,ternyata dia sudah nyiapin semua keperluan gue." gumam Aksa mengambil plastik Zip yang ada di bagian paling atas.
Aksa langsung memakai baju santai itu,setelan kaos berwarna putih dan celana training.
Aksa merasa sedikit lega saat tahu kalau Nuha sudah menyiapkan barang-barangnya dari awal.
Aksa melihat jam tangannya menunjukkan jam enam lebih tiga puluh malam.Setelah selesai dengan urusan mandi dan dandannya dia langsung keluar dari kamarnya karena perutnya yang sudah merasa lapar.
.
.
Di lain sisi Nuha juga keluar dari kamarnya yang berbeda lantai dengan Aksa. Nuha berjalan dengan beberapa crew dan sepakat untuk makan malam di luar hotel.Tepatnya mereka akan makan di warung tenda dekat dengan hotel tempat mereka menginap.
" Nuha,kamu nggak cek big boss kamu dulu,biasanya dia kan susah untuk diajak keluar hotel bahkan makan di warung tenda dia pasti nggak bakal mau.Kamu nggak nanyain dia makan apa belum ." ucap salah satu crew yang ikut rombongannya.
" Nggak usah,dia udah gede kok ,punya duit,bisa hubungin room service juga." jawab Nuha santai.
" Nuha,tumben kamu jawabnya gitu.Biasanya kamu susah banget diajak keluar dengan banyak alasan untuk siapin bos ini lah,itu lah, ternyata boss kamu sudah mandiri sekarang?" ledek salah satu crew yang lain.
Nuha hanya merespon dengan senyuman saja.Anggota rombongan sekitar sepuluh orang dan masuk ke dalam warung tenda yang menjual hidangan seafood.
Mereka pun mulai memesan makanan yang akan mereka makan malam ini.
Dalam hati Nuha sebenarnya sedikit khawatir dengan Aksa.Biasanya Aksa akan terima beres saja.Tapi,dengan cepat Nuha segera menepis perasaan ke khawatiran nya.
Tak berapa lama pesanan mereka pun sudah jadi dan mulai di gelar di meja mereka.
"Nuha,kamu kenapa?" tanya Citra salah satu crew.
"Nggak papa kok,makan yuk !" ajak Nuha dan langsung meraih es jeruk yang dia pesan.
"Come on..!!"seru mereka.
Dengan rasa kebersamaan mereka mulai menyantap makanan yang mereka pesan.
__ADS_1
.
.
Aksa turun ke lantai bawah dan melangkah ke restaurant yang ada di hotel tersebut.
Aksa memesan ruangan VIP di ruangan itu untuk menghindari fans fanatiknya.
Duduk di ruangan VIP seorang diri,Aksa merasa sunyi dan juga tak terbiasa dengan keadaan saat ini.Asing, itulah yang dia rasa.Biasanya ada Nuha di sampingnya,menyiapkan semuanya.
Jari-jari nya meng_scroll kontak telpon dan mencoba menghubungi Catrine.Lagi-lagi dia merasa kecewa karena panggilannya tak ada respon dari Catrine.Sedangkan Aksa mengirim chatt pun tak ada balasan sama sekali.
"Aahhh..sial..!!" umpatnya.
Aksa merasa geram dengan tingkah Catrine kali ini.Sejak dia berpisah di Bali,Catrine sama sekali belum pernah menghubungi Aksa setelah mengirim chatt kala itu.
Tiba-tiba terbersit satu nama di benak Aksa.Karena Aksa terbiasa untuk makan dengan seseorang di sampingnya.Walaupun Nuha tak ikut makan pun,dia akan setia menemani Aksa.
📞Nuha Call...
"Ya Tuan ." ucap Nuha dari sebrang sana
"Dimana?" tanya Aksa datar.
"Saya sedang di luar tuan."jawab Nuha.
Belum juga Nuha menjawab,Aksa sudah menutup panggilan itu terlebih dahulu.
Disisi lain Nuha dengan geram menatap ponselnya yang sudah tak terhubung lagi panggilan dari Aksa.
"Kamu kenapa Nuha?" tanya Citra.
"Biasa lah si Boss minta aku balik."jawab Nuha dengan ekspresi kesal.
"Astaga si bos bener-bener yaa..,terus kamu mau balik ke hotel sekarang?"tanya Citra
"Aku balik ke hotel duluan,ini uang buat bayar makanan aku."ucap Nuha memberikan uang dia lembar uang seratus ribuan pada Citra.
"Nuha,kamu belum makan lho.."ucap Deri
" Nggak apa-apa,aku duluan yaa..bye!!" pamit Nuha dan langsung menuju hotel tempat dia menginap.
Tak berapa lama Nuha sampai di Lobby hotel namun, ponselnya berdering lagi dan terlihat nama si penelpon.
"Ya,aku di lobby hotel."ucap Nuha tanpa basa basi.
__ADS_1
"Lelet banget sih..!!" cicit Aksa.
"Sebentar,aku cuma punya kaki bukan jin yang langsung muncul di depan kamu." balas Nuha.
"Kamu sudah bera.....
Belum juga Aksa menyelesaikan ucapannya,Nuha sudah mematikan panggilan itu.
"Kenapa sih,harus ada orang yang nyebelin model dia." gumam Nuha
Nuha merasa geram dengan tingkah Aksa yang sangat ngeselin bagi Nuha.
Nuha melangkah menuju restaurant yang di bilang Aksa.
Brakkk..
"Upss..sorry!!" ucap seseorang
"Aissstt,bisa nggak kalau...
Ucapan Nuha terhenti saat orang yang dia tidak sangka ternyata yang sudah menabraknya.Lagi-lagi dan lagi selalu dia.Siapa lagi kalau bukan Mario.
"Kamu..!!" seru Nuha menunjuk ke arah wajah Mario.
"Ya Ampun sayang, ternyata kamu.Kenapa kamu buru-buru sih..?" tanya Mario
"Bukan urusan kamu,kenapa sih harus ketemu kamu lagi kamu lagi." ucap Nuha dengan wajah kesal.
"Itu berarti kita jodoh sayang.."goda Mario
" Hahh..jodoh dari Hongkong,aku saja nggak kenal sama kamu.Seenaknya bilang kita jodoh,aneh."balas Nuha.
"Yahh..kan ini lagi usaha." ucap Mario
"Kamu jangan....
"Ohhh,jadi kamu pergi sama laki-laki ini.Kamu ini sudah punya suami,jangan lupa itu !!" ucap Aksa dengan tiba-tiba muncul di samping Nuha.
Nuha dan Mario melihat Aksa yang datang dan tanpa masker pun membuat kehadirannya mendapat perhatian para pengunjung restaurant itu.Apalagi para gadis-gadis yang terlihat sangat antusias dengan kehadiran Aksa disana.
Nuha yang sadar dengan tatapan para perempuan di sekeliling nya dengan terpaksa harus cepat-cepat mengamankan suaminya.
Tanpa berfikir panjang Nuha langsung menarik tangan Aksa dan pergi dari tempat itu.
Telinga Nuha dia tulikan saat orang-orang meneriaki nama Aksa untuk sekedar minta tanda tangan atau bahkan foto bareng.
__ADS_1
Bersambung