
Rasanya ingin sekali Nuha melihat senyuman suami nya hanya untuknya senyuman bahagia seperti saat dia melakukan panggilan telepon dengan Catrine,rasanya seperti Aksa selalu tersenyum saat bicara pada Catrine.
Nuha tanpa sadar tersenyum, mengingat kembali saat suaminya di berbagai kesempatan saat dia harus menjalani perannya jadi model ataupun publik figur dia akan berusaha senyum semaksimal mungkin.
" Kamu kenapa senyum-senyum sendiri,mulai stress kamu?" ucap Aksa dengan senyum mengejek.
" Ahhh..tidak,a_aku cuma inget teman ku saja." ucap Nuha memberikan alasan.
" Teman,kamu punya teman di Jakarta ini, perasaan kamu nggak pernah pergi-pergi dengan teman kamu." ucap Aksa mengingat selama dua tahun Nuha bekerja dengannya saat mendapat libur pun dia akan betah di paviliun belakang paling berkebun dengan mamanya atau pun membuat camilan untuk orang rumah.
"Yahhh..aku sih memang nggak ada teman yang begitu akrab sama aku disini selain ART di rumah ini,makanya aku nggak pernah keluar rumah" ucap Nuha.
"Oiya, besok sampai satu Minggu kedepan aku masih ingin free,kalau Arman bilang ada tawaran buat aku buat satu minggu kedepan tolak aja,kalau mau seminggu lagi baru bisa ambil job." ucap Aksa
"Emm..ini tadi memang Manager Arman bilang kalau ada tawaran buat BA salah satu brand ternama buat minggu-minggu ini,berarti aku tolak buat job minggu ini kalau mau bisa nunggu kamu di minggu kedepan gimana?" tanya Nuha.
" Ya sudah kamu bisa tahu apa yang aku nggak suka ataupun sebaliknya." ucap Aksa.
"Kalau gitu aku hubungi Arman dulu,sama aku mau kebawah buat bantu Mak Yam buat makan malam." ucap Nuha
Hanya anggukan kepala yang di lakukan oleh Aksa sebagai jawaban.
Nuha kembali ke lantai bawah dan menuju dapur sudah ada Mak Yam yang sudah membuat daftar menu untuk makan malam mereka.
" Lho non,kenapa nggak istirahat aja pasti non Nuha capek kan,biar Mak juga bibi yang masak." ucap Mak Yam
" Nggak papa Mak,nggak ada salahnya Nuha buat makanan untuk suami Nuha dan keluarga." ucap Nuha dengan senyuman manisnya
" Iyalah non,Mak Yam tahu non Nuha memanglah baik.Kalau gitu kita masak yaa.." ucap Mak Yam
Mereka pun akhirnya mereka masak makan malam dengan semangat apalagi ketiga ART yang bertugas untuk memasak di rumah besar pun merasa senang punya majikan yang baik apalagi seorang Nuha yang selalu membuat semua karyawan disana terasa sangat di hargai.
__ADS_1
.
.
.
Saat makan malam keluarga Sadler makan dengan lahap karena malam ini memang Nuha yang memasak makan malam untuk semuanya.
" Wahhh,kalau tiap hari makan begini enaknya, bisa-bisa papa gendut mah.." ujar Papa William saat selesai makan malam mereka.
" Iya bener tapi,Nuha sayang,kamu boleh ke dapur tapi,jangan dipaksakan kalau kamu nggak sempat.Lagipula kita kan sudah ada yang bertanggung jawab atas pekerjaan itu." ucap Mama Mala.
" Iya mah..Nuha tahu,Nuha cuma ingin sekali menjaga makan minum suami Nuha , itu saja." ucap Nuha dengan melirik Aksa yang sedari tadi sibuk dengan makanan nya dan juga ponsel nya.
" Iya sih,mama setuju dengan apa yang kamu bilang tadi.Terimakasih ya nak, kamu sudah berusaha memaafkan perbuatan yang di lakukan suami kamu sebelum ini.Tolong belajar mencintai nya dan menerima baik buruknya suami kamu." ucap mama Mala memegang tangan menantunya.
" Insyaallah mah,Nuha akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga hubungan Nuha juga mas Aksa." jawab Nuha.
" Aksa, kamu lagi ngapain sih..dari tadi sibuk sama hp kamu,makanan juga belum habis.Kamu habisin dulu makanannya baru kamu fokus ke hp kamu lagi."protes papa William.
" Sorry pah,soalnya Aksa lagi lihat-lihat destinasi wisata mana yang akan Aksa datangi dengan Nuha ." ucap Aksa dengan santai.
Mala dan William saling pandang mendengar ucapan putranya.
" Maksudnya kamu apa Aksa,Ohh..iya mama lupa mama punya tiket bulan madu buat kalian selama seminggu ke Maldives.Nanti mama kasih ke kalian ." ucap mama Mala tersenyum senang menatap anak dan menantunya.
" Mah,aku ingin ke Bali mah," ucap Aksa dengan melirik istrinya sekilas.
" Bali ,kamu yakin kalian cuma mau kesana?" tanya William menatap anak dan menantunya.
" Yakin pah,iya kan sayang?" tanya Aksa dengan menyentuh tangan istrinya.
__ADS_1
Nuha yang mendapat perlakuan seperti itu dan mendengar kata 'Yang' mendadak jantungnya berdetak kencang.Hatinya merasa tidak karuan.
" Ada apa dengan ku sih,biasanya aku biasa aja sama mas Aksa, kenapa sekarang aku jadi meleot gini sih.. please Nuha,sadar jangan sampai kamu jatuh cinta sama suami kamu sendiri,dia lebih memilih untuk bersama Catrine bukan kamu,dia nikah sama kamu karena terpaksa saja." batin Nuha pada dirinya sendiri.
" Yang,heii..sayang..are you okey?" tanya Aksa menyadarkan Nuha dari lamunannya.
" Ahhh iya,maaf maksud mas Aksa ngajak aku ke bali.Tapi,nggak perlu lah mas, nggak usah bulan madu _bulan maduan ," tolak Nuha dengan menatap wajah Aksa.
Aksa mendengar penolakan Nuha tentunya merasa geram dengan istrinya,Aksa menatap tajam pada Nuha dan memberikan kode untuk meralat ucapannya barusan.
" Kita butuh waktu saling kenal kan, walau pun aku sama kamu sudah kenal dua tahun terakhir ini tapi,aku belum kenal kamu secara pribadi kan lagian,kita belum benar-benar pergi buat healing.Biasanya kita pergi pun karena kerjaan.Seminggu saja setelah itu kamu dan aku akan sibuk lagi sayang," ucap Aksa dengan senyuman terpaksa.
"Akhh..o_oke lah ,aku setuju kalau begitu maksudnya." Jawab Nuha dengan menahan rasa sakit di kakinya karena Aksa sempat menginjak kakinya dengan lumayan keras.
"Oke kalau gitu biar mama yang atur,kapan kalian mau pergi?" tanya Mama Mala pada anak dan menantunya.
" Besok,kita akan berangkat besok mah.." jawab Aksa cepat.
" Besok,emang nggak terlalu buru-buru nak,emang kamu sudah packing terus kamu sudah menyiapkan semuanya keperluan kalian?" tanya mama Mala merasa anaknya yang terlalu bersemangat.
" Sudahlah mah,soal perlengkapan mereka di Bali banyak tempat belanja,soal hotel atau penginapan kita punya hotel juga resort juga disana nggak usah banyak mikir,kalian berangkat lah.." ucap Papa William.
" Baiklah ,tapi ingat pesan mama jangan buat menantu mama kelelahan,jangan di paksa yang nggak-nggak ya.. Aksa." ucap Mama Mala
" Apaan sih mah,palingan juga bikin cucu buat mama sama papa." jawab Aksa santai melihat ekspresi wajah Nuha sekilas.
Aksa melihat wajah Nuha yang tampak malu , dan Aksa bisa pastikan jika Nuha menganggap bahwa itu adalah moment bulan madu mereka yang sebenarnya.Padahal Nuha tak tahu saja, ada misi dibalik alasan bulan madu di Bali.Alih-Alih memikirkan agenda bulan madu bersama Nuha,Aksa semangat ke Bali untuk membuat momment romantis bersama Catrine di Bali.
Bersambung
Hadeuhhh...Jahara ente Aksa si tuan Paksa..
__ADS_1
Awas aja kalau sampai Nuha pergi..Nyaho lho..😁