
"Papa,STOP kamu bisa bunuh anak kamu sendiri !!" teriak Mala mencoba menarik lengan suaminya untuk menghentikan aksi suaminya.
Akhirnya William mundur beberapa langkah dan melihat putranya yang terkapar dan sudut bibirnya sudah mengeluarkan darah segar.Aksa mengerang kesakitan dan matanya masih terlihat meneteskan air mata karena penyesalannya.
Mala memeluk putranya dan menangis karena melihat kekejaman suaminya yang terlihat sangat mengerikan.
William masuk ke dalam kamarnya guna menenangkan dirinya.Dia merasa gagal sebagai seorang ayah dan sebagai laki-laki.Anak laki-laki sungguh membuat dirinya kecewa.William baru saja dengar dari orang suruhan nya jika Nuha pergi meninggalkan Aksa dan William tahu jika Aksa berusaha mencari keberadaan Nuha.
William pun sudah mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari menantunya itu.Sungguh tak habis pikir kenapa anaknya begitu bod*h untuk masalah cinta.
Sementara diruang tengah Mala dengan sabar membantu Aksa mengobati luka akibat perubahan ayahnya sendiri.
"Pasti sakit ya nak." ucap Mala dengan perlahan memberikan obat pada luka Aksa.
"Ini nggak papa mah,nggak seberapa besar dibanding luka hati dan luka fisik yang Nuha terima selama ini.Dia pasti sangat membenci aku mah,sampai dia nekad pergi dari ku."ucap Aksa dengan wajah yang sudah babak belur.
"Tapi,kamu sudah suruh orang-orang kamu buat nyari Nuha kan nak?"tanya Mala melihat putranya yang terlihat memprihatinkan.
"Pasti mah,aku sudah mengerahkan semua orang yang ada buat cari Nuha."jawab Aksa dengan senyuman tipis nya.
"Kalau gitu kamu istirahat di kamar kamu,kalau kamu nggak sanggup turun biar nanti si bibi antar makanan ke kamar kamu ."ucap Mala pada putranya.
Aksa pun hanya bisa mengangguk menyetujui ucapan mamanya.Aksa melangkah sedikit tertatih menuju kamarnya.
Mala hanya bisa mengelus dada dengan kejadian ini,dia tahu suaminya adalah orang yang keras dan juga sangat menghargai wanita . Walaupun dia seorang yang dingin dan kaku di balik semua itu dia adalah orang yang tak tegaan dengan air mata wanita.
.
__ADS_1
.
.
Sementara di lain tempat,terlihat Nuha setelah puas istirahat dikamar dia keluar dari kamarnya dan mendengar suara orang ngobrol di ruang depan.
"Mira.." panggil Nuha melangkah ke depan.
"Ehh Nuha,sudah mau keluar,duduk Nuha.."ucap Mira.
"Kamu ngapain disini?"tanya Nuha pada seseorang yang duduk santai di depan dia juga Mira
"Menurut kamu,semalam aku anter kamu dalam keadaan entah,dan aku pagi ini balik ke sini karena pengen tahu kabar kamu saja.Kamu kalau butuh bantuan jangan sungkan bisa bilang sama aku."ucap Mario.
Yah,Mario pagi -pagi sekali dia datang ke rumah Mira guna memantau keadaan Nuha.
" Oke,aku pengan kita berteman.Bukan hanya kamu tapi juga Mira,kita bertiga akan selalu saling support mulai dari sekarang." ucap Mario dengan penuh antusias.
"Yakin Lo,soalnya aku lihat nih..kedepannya kita berdua akan selalu ngerepon kamu.Emang kamu siap buat kamu selalu stay buat kita berdya.?" pancing Mira dengan melirik ke arah Nuha.
"Aku tawarkan pertemanan dengan tulus,apapun itu aku akan melindungi kalian berdua.Aku rasa kalian adalah bisa jadi teman yang terbaik buat aku."ucap Mario meyakinkan dua perempuan yang ada di hadapannya.
Mario tahu jika kedua perempuan yang ada di depannya adalah orang-orang yang tulus dalam persahabatan.
Nuha dan Mira saling pandang dan menatap Mario "Kamu yakin mau berteman dengan kami.Setelah melihat kamu waktu itu aku jadi berpikir bahwa kamu bukan hanya seorang yang nggak ada kerjaan.Pertemuan kita di Bali,Bandung juga di Jakarta tentunya buat aku menarik kesimpulan kamu punya usaha dan itu bukan skala kecil.Aku dan Mira mempunyai prinsip pertemanan yang apa adanya,saling terbuka dan nggak ada drama.Apa kamu yakin berteman dengan kita," ucap Nuha dengan mimik wajah yang tak bisa di baca.
"Tenanglah,aku nggak akan mungkin menawarkan pertemanan pada kalian jika aku tak nyaman."ucap Mario.
__ADS_1
Mereka pun akhirnya memilih menjalani pertemanan mereka secara alami, mengalir begitu saja.
"Gimana keadaan kamu Nuha,apa yang mau kamu lakukan setelah ini?" tanya Mira pada Nuha.
"Mir, setelah berfikir berulang kali..aku ingin berpisah dengan Aksa.Aku nggak mau ada sangkut pautnya lagi dengan dia dalam hidupku.Biarkan dia bahagia,dan aku ingin lebih tenang menjalani hidupku.Apa kamu punya kenalan pengacara yang siap bantu aku.Karena aku sama sekali nggak mau terlibat dengan segala sesuatu yang terkait dengan Aksa."ucap Nuha dengan serius.
"Gue ada kenalan pengacara dan kalau lo mau dan mantap dengan segala keputusan kamu,aku bisa mengatur semuanya.Kamu tinggal bilang dan tanpa kamu hadir dalam perpisahan itu."ucap Mario.
"Bisa aku bertemu dengan pengacara itu dan aku nggak akan nuntut apapun dari Aksa.Yang terpenting adalah bagaimana aku bisa pisah sama dia tanpa hambatan dan tantangan harta gono gini atau apalah aku nggak akan meminta itu."ucap Nuha.
"Kamu sudah pikir matang-matang soal ini Nuha,tahu resiko nya punya predikat Janda?" tanya Mira memastikan bahwa sahabatnya itu bisa menjadi pribadi yang lebih kuat.
"Aku yakin."jawab Nuha singkat.
Akhirnya setelah pembicaraan yang sudah mereka lakukan,akhirnya Nuha bertemu dengan pengacara yang di maksud Mario.Semua yang diinginkan Nuha dia ungkapkan dengan gamblang dan dia ingin semua berjalan lancar dan tanpa harus Nuha bertemu dengan Aksa kembali.
Dua Minggu berlalu Aksa dan orang-orang nya pun masih belum menyerah untuk mencari keberadaan Nuha.Aksa yang saat ini memutuskan untuk mundur dari profesi nya menjadi seorang model dan selebriti.Seminggu lalu dia datang ke tempat keluarga Nuha dan ternyata Nuha tak ada di sana.Aksa menceritakan tentang apa yang terjadi dan sungguh itu membuat kakek Nuha meradang apalagi Tante Agni yang geram mendengar nasib ponakannya.Aksa babak belur karena bogeman dari kakek Nuha.Walauoun sudah berumur,Aksa tak menyangka jika tenaga kakek sangat kuat sampai masuk Rumah Sakit.
"Den Aksa maaf ada surat buat aden." ucap salah satu ART keluarga Sadler.
"Buat saya,kenapa nggak disatukan sama surat papa," gumam Aksa dan menerima amplop coklat yang mbuatnya mata Aksa membola.
Melihat reaksi putranya yang aneh membuat kedua orang tua Aksa yang sedang makan siang bersama di rumah jadi khawatir.
Aksa tak percaya apa yang dia pegang saat ini dan dia langsung membuka nya dan membacanya.Seketika tubuhnya lemas dan tidak bisa lagi di tahan air matanya menetes dari mata dan membasahi kertas itu.Sqking penasaran nya akhirnya Mala mendekati Aksa dan mengambil kertas yang ada di genggaman sang putra.
Sama dengan Aksa Mala syok dengan apa yang dia baca,tubuhnya lemas dan tidak berdaya untuk berdiri.Tubuhnya luruh terduduk di kursi air matanya luruh juga.William membaca kertas itu hanya bisa menghembuskan nafas berat.Dia sudah menduga jika menantunya akan berbuat seperti itu.
__ADS_1
Bersambung