
Perkataan pramugari dan perkataan para sahabatnya pun mengatakan bahwa Rafa sekilas mirip dengannya juga mirip dengan Nuha.Apa ada yang di sembunyikan Nuha darinya.Dia akan menyelidiki nya nanti.
"Apa yang sebaiknya yang kamu sembunyikan dari aku Nuha.."batin Aksa.
"Rafa sayang kita duduk sini dulu yaa.."
Aksa pun menurunkan bocah menggemaskan itu ke satu kursi
"Adek kenapa kok diem gitu?"tanya salah satu pramugari melihat Rafa meletakkan kepalanya di atas meja.
"Tante jangan ganggu Rafa,soalnya Rafa capek.."
Mendengar ucapan Rafa sontak membuat para pramugari pun bergelak karena nya.
Aksa yang sedang menyiapkan makan siangnya pun mengulas senyum mendengar ucapan Rafa.
"Rafa,makan dulu yaa..Rafa belum makan kan,tadi di suapin juga katanya nggak mau, sekarang suapin sama Om ya..,"bujuk Aksa membelai rambut Rafa.
"Hahhh..Rafa kesel sama bunda, Rafa jadi capek nangis tadi cuma gara-gara mau sama Om Sa' ," ucap Rafa mengadu pada Aksa.
Melihat para pramugari sibuk membagikan makan siang untuk para penumpang,Aksa berpikir ini saatnya dia menanyakan sesuatu pada Rafa.
"Rafa sayang,Om Aksa mau nanya boleh?"tanya Aksa pada Rafa.
"Nanya apa,jangan susah-susah ya Om..Rafa males mikir nya .."
"Hahahaha...kamu ada-ada saja,nggak susah kok,Om mau tanya nama bunda Rafa siapa Mira atau Nuha?"tanya Aksa dengan wajah serius.
"Om aneh nanya nya,bunda Rafa itu cuma satu namanya bunda Nuha Artika.." jawab Rafa dengan polos.
Deg..
"Papa Rafa siapa namanya?"tanya Aksa lagi.
"Pa_pa papa ...emmm Rafa lupa,ehh..Rafa nggak punya papa punya Ayah ,tapi ayah Rafa pergi jauh belum pulang soalnya belum ada ongkos buat pulang."cerita Rafa dengan wajah yang terlihat sangat menggemaskan.
"Ya sudah kita makan,Om suapi yaa.,"
Rafa dengan wajah senang saat Aksa mengatakan jika dia ingin menyuapinya.
__ADS_1
Ada rasa haru di hati Aksa,dia merasa Nuha menyembunyikan fakta tentang Rafa,dia harus membuktikan itu.Aksa juga tak mau gegabah dalam mengambil tindakan.Dia takut Nuha akan menghilang kembali.Apalagi dia sudah jatuh hati pada sosok Rafa.
"Jika benar Rafa anak ku,jangan pernah kamu bermimpi untuk pergi dari ku lagi Nuha.Aku akan membuat kamu kembali lagi bersama ku.Tapi, melihat kebencianmu pada ku saat ini,jika benar Rafa anakku aku akan menyayangi nya dan membuat dia semakin nyaman dengan ku."batin Aksa,mungkin serasa kejam niat Aksa namun,jika benar Rafa putranya bocah itu pun berhak tahu siapa ayah kandungnya.
"Gimana,enak makanannya?"tanya Aksa pada Rafa yang terlihat lahap menerima setiap suapan darinya.
"Enak Om.. sedap.."ucap Rafa dengan mengacungkan jempolnya.
.
.
"Rafa mana Tik?"tanya Mira saat melihat Rafa yang tak ada di kursinya.
"Sama bapaknya ."ucap Nuha lirih.
"Hahh.."
Mira beranjak dari tempat duduknya dan berpindah ke kursi dekat Nuha.
"Kenapa sih Mir," ucap Nuha melihat tingkah sahabatnya.
"Lo nggak salah ngomong kalau Rafa sama Aksa,kok bisa,"
"Tapi,nggak papa juga sih.. walaupun emaknya nggak mau sama bapak nya setidaknya anak sama bapak bisa melengkapi satu sama lain."
"Kok kamu ngomong gitu sih Mir,dia anak ku lho..?! " ucap Nuha dengan mencebikkan bibirnya.
"Iyaaa..dia juga anak Aksa dan perlu kamu ingat,Rafa butuh sosok ayah nya.Kamu jangan egois Nuha.Kalaupun kamu nggak mau kembali dengan bapaknya anak Lo ,tapi..nggak perlu bermusuhan juga kan,"
"Rasa sakit ku masih ada Mir,nggak bisa sembuh begitu saja.Kamu paham kan,"
"Aku paham kesakitan kamu, tapi..aku rasa kamu harus belajar berdamai dengan masalalu . Karena kalau kamu selalu berkutat di masa lalu aku rasa kamu akan selalu terjebak dengan perasaan yang sama."
"Entahlah,aku masih belum bisa menerima semuanya Mir."
"Terserah kamu,susah kalau sudah ngomong dengan orang yang nggak punya hati.Kamu itu lebih jahat dari Aksa tahu nggak....?!
Ucapan Mira sungguh sangat tajam menghujam hati Nuha.Apakah salah jika dia masih belum bisa berdamai dengan masalalu yang menurut Nuha sangat menyakitkan.Hanya di jadikan budak se* oleh suaminya sendiri dan mendapatkan kekerasan fisik dan mental
Larut dalam renungan ,Nuha baru teringat akan putranya.Saat akan berusaha menanyakan sosok laki-laki yang dulu mematahkan hati.Ternyata Aksa melangkah ke arah Nuha dengan membopong Rafa yang sepertinya sudah mengantuk.
__ADS_1
"Rafa.."gumam Nuha.
"Bunda.."panggil Rafa lirih dalam gendongan Aksa.
"Maaf dia ngantuk,kalau di tidur kan di depan takut berisik.Soalnya pramugari pada standby di sana."ucap Aksa merebahkan tubuh Rafa pada kursi dekat Nuha dan memberikan posisi nyaman untuk Rafa.
"Sudah,kamu bisa pergi."ucap Nuha dingin.
"Terserah kamu bersikap seperti apa padaku,kalau benar Rafa anakku jangan harap kamu bisa sembunyikan dia lagi dariku."bisik Aksa pada Nuha dan itu membuat Nuha terperanjat mendengar ucapan Aksa.
"Kamu..
"Ssstttt...anggap kita nggak kenal kan," ucap Aksa langsung melangkah pergi.
Malihat Aksa pergi dan mengingat perkataan Aksa yang dia dengar barusan,Nuha merasa geram..ingin sekali dia menendang panta* Aksa sampai jatuh tersungkur.
Nuha melihat wajah putranya yang terlelap dalam tidurnya.Terlihat damai dan tenang.Nuha berdoa semoga semua lancar dan Rafa tidak rewel.
Selama 7Jam lebih pesawat mengudara menuju Jepang.Pesawat mendarat dengan selamat sampai Bandara Haneda Jepang.
Rafa mulai rewel lagi sesaat setelah mendarat dia ingin dengan Om Sa' nya lagi.
"Sama om Rio saja yaa..yuk kita beli mainan di luar."bujuk Rio pada anak sahabatnya itu.
Sebelum bertemu Aksa,Rafa sangat lengket dengan Rio tapi, pelet Aksa terlalu kuat untuk Rafa.
"Nggak mau,Rafa mau sama om Sa'....huaaaaa...mau om Sa' "tangis Rafa pecah juga.
Nisa pun membujuk dengan sabar namun,tak mempan.
"Rafa nggak sayang sama bunda yah, please Rafa jangan buat bunda sedih..."ucap Nuha dengan wajah sedihnya.
"Huuuaaaaa...bunda nggak boleh sedih,biar aku aja...huaaaaaaa."
Rengekan bocah menggemaskan itu membuat semua orang yang mendengar ucapan si bocah menahan tawa mereka.Nuha hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Ada apa ini ,Rafa kenapa,"
Aksa muncul keluar dari kokpit melihat Rafa yang sedang menangis di gendongan Nuha.
"Om Sa' ,Rafa mau om Sa' ...huaaaaaaa.." tangisan Rafa pecah kembali saat melihat sosok Aksa tak jauh dari mereka.
__ADS_1
Keadaan pesawat sudah sepi karena rombongan Nuha turun paling terakhir dari para penumpang, karena membujuk Rafa yang tak mau turun.
Bersambung