
"Om Sa...!!!" seru Rafa membuat perhatian Nuha teralih pada putranya.
"Rafa..!!"
Mata Nuha melebar saat melihat siapa yang di maksud Om Sa nya itu.
Mira dan Nisa pun dengar suara Rafa memanggil seseorang.benar saja Rafa si anak menggemaskan itu begitu cepat berlari menuju Om'Sa nya.
"Rafa,kamu disini nak.."ucap Aksa mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan Rafa.
"Iya,Om disini juga?"tanya si bocah itu dengan ekspresi menggemaskan.
"Iya ,om lagi kerja."ucap Aksa membopong tubuh bocah itu sehingga tak mengganggu para penumpang yang masuk pesawat.
"Rafa..ayo sama n'cus ,Om nya mau kerja." ucap Nisa yang berusaha membujuk Rafa yang mendekap erat leher Aksa.
"Nggak mau,Rafa maunya sama Om Sa' !!" teriak Rafa menolak untuk ikut dengan Nisa.
"Kapten, waktunya sebentar lagi."ucap salah satu pramugari.
"Oke sebentar."jawab Aksa pada sang pramugari.
"Rafa,Om nya mau kerja dulu..Rafa duduk sama bunda dulu nanti kita lihat awan di depan,mau," bujuk Aksa pada bocah yang masih membelit lehernya.
Nisa yang melihat itu pun serba salah.
"No !!" tolak Rafa mulai matanya berkaca-kaca.
"Rafa,mau bunda pergi," ucap Nuha tiba-tiba muncul di belakang Nisa.
Rafa yang mendengar ancaman bundanya sontak menggeleng dan mengulurkan tangannya ke arah Nuha.Dengan cepat Nuha menyambar tubuh kecil itu dari gendongan Aksa.
"Maaf ,permisi." ucap Nuha dengan wajah dingin tanpa ekspresi langsung berbalik dan menuju kursi nya.Sementara Rafa melambaikannya tangannya ke arah Aksa dengan wajah sendunya.
Aksa melihat jam tangannya terlihat masih ada penumpang yang masuk dalam pesawat.Dia segera ke bagian kokpit
"Pagi Capt .."tegur Co Pilot yang bertugas bersama Aksa.
"Pagi Hans.."jawab Aksa singkat dan duduk di kursi tugasnya.
Aksa terlihat mulai mengecek kondisi pesawat dan juga mesin nya.
"Hari ini kayak nya cerah Capt." ujar Hans melirik kearah Aksa.
"Semoga saja selalu cerah, selamat sampai tujuan dan kembali lagi juga dengan selamat." ucap Aksa panjang lebar.
Hans mendengar ucapan Aksa yang panjang itu pun di buat melongo.Karena biasanya Aksa cuma merespons dengan singkat.
"Wahh,kayaknya kalau Capt yang asik gini bakalan lebih banyak lagi cewek-cewek yang kesengsem sama Capt,sikap dingin Capt aja sudah bikin cewek-cewek naksir apalagi sikap Capt yang gini,banyak senyum pasti cewek-cewek pada klepek-klepek."canda Hans menggoda Aksa.
"Kamu bisa saja, cewek-cewek di luar sana nggak ada yang bisa ngalahin permaisuri hati saya." ungkap Aksa.
"Weehhh...sudah punya pujaan hati,aku kira Capt nggak punya gebetan ternyata diam-diam menghanyutkan."kelakar Hans
__ADS_1
Hahahaha....
"Fokus dulu ..." ucap Aksa pada Hans.
Mereka pun sudah akhirnya menunaikan tugas nya dengan baik.
Sementara di bagian belakang di bisnis Class terlihat Nuha sedang membujuk Rafa untuk makan karena belum sempat sarapan.Karena memang tadi mereka berangkat pun masih terlalu pagi.
"Kenapa tuh bocah ngerengek mulu tumben."ucap Mario yang ada di bagian belakang deretan bangku Mira dan Nisa.
"Kepengen sama bapaknya."jawab Mira santai.
"What,serius dimana dia?"tanya Mario dan mengedarkan pandangannya
"Di depan,jadi supir."ucap Mira
Mario mengernyit heran.
"Maksudnya Bu Mira jadi pilot pak boss."ucap Nisa mengartikan kata sang ibu boss.
"Ooohhh jadi penasaran gue liat tampang dia ." ucap Mario
"Ganteng lah pak boss,secara anaknya aja ganteng."ucap Nisa tanpa melihat arah Mita yang melongo mendengar ucapan Nisa memuji Aksa.
"Sakit lo,orang macam dia di bilang ganteng." protes Mario tak suka dengan omongan Nisa
"Emang bener pak boss.."
"Tapi dia.
.
.
"Lusi,bisa minta tolong," ucap Aksa pada senior pramugari.
"Ya Capt,mau di buatkan kopi atau apa,"
ucap Lusi dengan senyuman manisnya.
"Tadi kamu inget anak yang saya gendong nggak?"tanya Aksa pada Lusi.
"Ingat Capt,kenapa yah..?"
'Dia duduk di bisnis Class atau gimana?"
"Iya ada di bisnis Class,kenapa Capt apa ada yang bisa saya bantu?'
"Tolong bawa dia ke sini,bilang suruh saya." ucap Aksa.
"Ba_baik Capt.."ucap Lusi dengan sedikit tergagap.
Baru kali ini Capt Aksa yang terdengar datar dan cenderung sikapnya yang dingin berbicara dengannya dengan interaksi yang lumayan panjang.
.
__ADS_1
.
Lusi yang menjalankan tugas dari Aksa pun mencari Diaman tempat bocah itu duduk.
Saat melihat si bocah yang sedang merengek pada seorang wanita cantik tiba-tiba Lusi ragu mendekati mereka akhirnya dia kembali ke tempat Aksa.
"Capt maaf anaknya yang saya lihat merengek terus sama perempuan cantik di sebelahnya mungkin ibu."ungkap Lusi
Akhirnya Aksa beranjak dari tempat pengendali.Aksa pun menanyakan nomer bangku anak itu.
Aksa melangkah melewati penumpang dan terlihat Rafa yang nangis sesenggukan dan sedang di tenangkan oleh Nuha
"Ada apa ini,kok nangis ."ucap Aksa berdiri dekat tempat duduk Rafa
Nuha dan Rafa pun melihat ke arah Aksa yang menurunkan tinggi tubuhnya dan berjongkok di dekat kursi Rafa.
"Om Sa..bunda marah sama Rafa,aku pengen sama Om Sa tapi,bunda larang."ucap Rafa mengadu pada Aksa dengan tangis yang kencang.
"Hussstt...sudah jangan nangis,nanti semua orang keganggu,Rafa mau sama Om?"tanya Aksa dengan lembut.
Rafa pun mengangguk dengan cepat dengan tangis yang sudah mulai mereda hanya ada suara sesegukan.
"Kamu mau bawa kemana Rafa,kamu lagi kerja."ucap Nuha mencegah Aksa pergi membawa Rafa.
"Aku hanya ajak Rafa sebentar kalau dia sudah capek nanti juga mau kok kesini lagi.Apa kamu mau ikut ke depan,"tawar Aksa.
"Nggak,cuma Rafa belum makan dari pagi dia cuma minum susu doang."ucap Nuha pada Aksa.
Aksa jadi bingung kenapa Nuha yang mengurus. katanya Rafa anak Mira tapi Mira ,Nisa ,dengan nyenyak mereka tidur.
"Ada rahasia apa lagi kamu Nuha?" batin Aksa.
"Biar aku suapi dia," ucap Aksa meraih box makan milik Rafa.
Sedang kepala Rafa sudah bersandar di bahu Aksa dengan nyaman.
"Jangan kasih makan Rafa yang mengandung kacang."ucap Nuha pada Aksa.
"Hahh..ohh..iya,tidurlah kamu kayaknya lelah "ucap Aksa pada Nuha.
"Nggak usah pedulikan saya,kita nggak sedekat itu."ucap Nuha dan langsung duduk di kursinya menatap jendela dengan pemandangan awan di sana.
Aksa masuk ke dalam ruang depan pesawat.Para pramugari pun dibuat kaget dengan aksi Aksa yang membawa anak yang menggemaskan itu.
"Capt siapa anak ini,anak Capten yaaa?"ucap salah satu pramugari
"Kenapa kamu bisa bilang dia anak saya?"tanya Aksa dengan menyelidik.
"Soalnya mukanya agak mirip Capt,tapi..sorry kalau salah tebakan saya."ucap pramugari itu.
Perkataan pramugari dan perkataan para sahabatnya pun mengatakan bahwa Rafa sekilas mirip dengannya juga mirip dengan Nuha.Apa ada yang di sembunyikan Nuha darinya.Dia akan menyelidiki nya nanti.
Bersambung.
Maaf yaa..
__ADS_1
Kita up nya jam Kunti Mulu...🙏