
"Aku takut memulainya,aku terlalu nyaman dengan semua ini .Aku takut tersakiti lagi,aku nggak akan sanggup jika hatiku harus jatuh lagi dengan orang kurang salah." ucap Nuha.
Wajahnya begitu terlihat putus asa.Ada ketakutan akan sebuah relationship.
"Aku nggak menuntut kamu menjawabnya sekarang,tapi..aku ingin kamu memikirkannya dengan baik dan tentunya dengan jalan yang baik.Aku akan terbang sebulan full dan saat aku kembali aku harap kamu sudah mempublikasikan jawaban yang tepat sesuai dengan hatimu dan untuk Rafa ,walaupun aku mengharap kamu menjawab dengan kata
"Iya " tapi aku tak bisa memaksamu untuk menuruti kemauan ku.Rafa akan tetap jadi tanggung jawabku dan selamanya akan begitu.Ini pegang lah,pin nya tanggal lahir kamu.Ini untuk keperluan Rafa,tolong jangan menolak.Aku ingin menjadi ayah yang baik buat Rafa setidaknya aku berbuat baik pada darah daging ku sendiri ." ungkap Aksa dengan panjang lebar dan menyodorkan card berwarna hitam pada Nuha.
Nuha menatap kartu yang ada di atas meja tepat di depannya dan mengangkat wajahnya menatap mantan suaminya.Terlihat wajah yang terlihat penuh dengan harap.Entah mengapa Nuha mengangguk kan kepala nya.Melihat Nuha mengangguk mengiyakan permintaan nya Aksa langsung tersenyum menatap Nuha dengan mata yang berkaca-kaca.
"Terimakasih."ucap Aksa pada Nuha di sela-sela itu dia menghapus air mata nya yang tak bisa dia kompromi untuk dia keluar.
Biarlah Nuha anggap dia banc* atau cengeng karena terlihat Aksa yang begitu sentimentil saat ini.
"Aku yang harus nya ber terima kasih sama kamu.Kamu mau bertanggung jawab atas anak kamu.Terima kasih,semoga rejekinya di lancarkan dan kerjaan kamu juga selalu lancar." ucap Nuha tanpa di duga dia mengatakan hal demikian.
"Amin...serasa jadi suami yang lagi di doain istri, terimakasih yah doanya.."ucap Aksa dengan senyuman terulas dari bibir nya.
"Kamu bisa saja,nggak ada niat apa-apa cuma ngasih doa nggak salah kan." ucap Nuha dengan berbagai alasan.
"Iya tahu,sekarang istirahat.Besok anak kita pasti akan membuat kamu lelah lagi."ucap Aksa dan bangkit dari tempat duduknya mengerah keluar menuju balkon.
Nuha pun akhirnya melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tak butuh waktu lama Nuha keluar dari kamar mandi dan melihat ke arah balkon.Terlihat Aksa yang sedang melakukan panggilan telepon seperti sangat serius. Sementara tangan satunya sibuk menjapit sebatang rokok yang dia masukkan dalam mulutnya menghis*p kuat dan menghembuskan asap rokok ke udara.
__ADS_1
"Dari kapan dia jadi kayak gitu."batin Nuha tak lama dia melangkah menuju tempat tidur dan membaringkan tubuhnya keatas tempat tidur di samping putranya.Tubuh Rafa Nuha dekap dengan tatapan mata nya terlihat sangat damai.
"Apa kamu akan senang jika bunda kasih tahu Om Sa' itu ayah kamu nak.." gumam Nuha dan mengecup kening putranya.
Tidak butuh waktu lama Nuha pun ikut terlelap dan masuk dalam dunia mimpi.
Sejam kemudian terlihat Aksa masuk dalam kamar dan mendapati dua orang yang saat ini sangat berarti bagi hidupnya ada di hadapannya.Tertidur begitu damai.
Aksa melangkah menuju kamar mandi membersihkan dirinya apalagi dia bekas merokok tentu akan membuat Nuha mengetahui dia merokok.Tak lama Aksa melangkah keluar dari kamar mandi dengan bertenj*ng dada dan hanya menggunakan celana kolotnya saja.
Aksa melihat samping Nuha yang terlihat masih lega dan dengan cepat dia merebahkan tubuhnya di samping mantan istrinya itu.Masuk ke dalam selimut tebal dan tanpa sungkan memeluk tubuh ramping Nuha dari belakang.
Nyaman,itu yang saat ini kedua anak manusia itu rasakan.Karena Aksa mendekap erat Nuha membuat Nuha sedikit terganggu dengan tindakan Aksa.Mata Nuha langsung membola saat sadar jika yang ada di belakang punggungnya adalah Aksa.
"Biar seperti ini dulu ,ini nyaman sekali."ucap Aksa dengan suara seraknya terdengar sangat sexy.
Nuha memutar tubuhnya sampai menghadap ke Aksa.
"Aksa kenapa nggak pake baju sih .."protes Nuha dengan memukul dada bidang Aksa dengan pelan
"Sayang,ngapain malu sih..kamu pun sudah sering liat kan.Sudahlah tidur.."ucap Aksa mengeratkan pelukannya.
"Aksa ja...
Belum selesai Nigmha bicara bibir nya sudah di bungkam bibir oleh Aksa.Nuha otaknya langsung blank .Otaknya berkata tidak namun,tidak dengan tubuhnya.Nuha sangat kesal dengan dirinya sendiri kenapa tidak bisa berbuat apa-apa saat Aksa menyerangnya dengan begitu lembut tak ada kata kasar dari perlakuannya
__ADS_1
Nuha sangat terbuai dengan apa yang Aksa lakukan.Aksa pun makin tak waras untuk berfikir.Persetan tentang kemarahan Nuha namun,saat mereka sama_sam terbuat dan bahkan Nuha tak sadar kancing bajunya sudah terlepas bahkan bra-nya pun sudah terlepas .Kini terlihat bayi besar yang mengikuti jejak anaknya. Begitu rakus meminum asi yang bahkan tak keluar semenjak Rafa tak lagi meminum susu badan Nuha.
Nuha benar-benar terbuai akan hal yang saat ini dia lewati.Gigitan manja dan decak yang di timbulkan Aksa makin membangkitkan gai*ah keduanya.
"Aaaaa..hhh, Sa' stop, cukup Sa' !!" pekik Nuha menyadarkan Aksa dengan perbuatannya itu.
Aksa langsung menghentikan kegiatan dan melepaskan squisi favoritnya.Dengan cepat Aksa menutup kembali pabrik susu murni milik Nuha dan menatap wajah Nuha yang pias dan masih terengah engah .Nuha menatap wajah Aksa yang terlihat sayu .Saat tangan Nuha akan terangkat saat itu juga Aksa bangkit dari tempat tidur.
"Maaf,maafin aku sudah lancang ,aku sudah hilang kenali,aku khilaf...." ucap Aksa dan langsung menuju kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya.
Sementara Nuha terlihat menangis dalam diam mendekap putranya.Dia meruntuki dirinya sendiri karena begitu mudah terbuai dengan sentuhan Aksa.
Lama dia menangis sampai tertidur dengan sendirinya.Aksa yang keluar dari kamar mandi melihat mantan istrinya yang terlelap dan melihat jejak air mata yang masih membasahi wajah Nuha.Dengan perlahan dia menghapus jejak itu.Aksa menghela nafas dalam. Membenarkan selimut mereka mengecup kening keduanya.
"Maafkan aku lagi-lagi aku membuat kamu menangis."ucap Aksa lirih
Aksa mengambil bantal dan selimut cadangan menuju sofa.
Setelah sunyi mata yang tadinya terpejam kini terbuka kembali menoleh pada belakang tubuhnya terlihat Aksa yang sudah memejamkan matanya di atas sofa.
Nuha tadi sudah terlelap tidur namun,dengan aksi Aksa yang mengelap air matanya dia pun sebenarnya terbangun dan mendengar kata-kata yang Aksa ucapkan barusan.
Hatinya sungguh gamang, untuk menerima atau menolak untuk membuka hati lagi pada seorang Aksa Sadler.Laki-laki yang menjadi ayah biologis putranya dan sekaligus pria yang dia cintai dan sekaligus menyakitinya.
Bersambung
__ADS_1