SECRET WIFE (Cintai Aku Sekali Lagi)

SECRET WIFE (Cintai Aku Sekali Lagi)
#Keceplosan


__ADS_3

Sampai di salah satu hotel mewah di Jepang mereka beristirahat setelah perjalanan panjang menuju Jepang.


"Akhirnya .."ucap Nuha merebahkan tubuhnya di samping Rafa yang sedang tertidur.


"Bu,mau istirahat dulu atau mau mandi dulu?"tanya Nisa yang memang satu kamar dengan Nuha.


"Saya mau tiduran dulu deh Nis,mumpung si bocil tidur juga..mandinya nanti bareng bocil."ucap Nuha dan berusaha memejamkan matanya.


Nisa pun langsung masuk kamar mandi dan membersihkan dirinya.


.


.


"Lo kenapa Yo,nggak semangat banget."ujar Mira.


"Mir, menurut Lo gue harus terus atau stop buat berharap sama Nuha.Apalagi sekarang gue lihat Rafa lagi bucin sama bapak moyang nya rasanya langsung drop gitu."ucap Mario yang berada di salah satu Caffe tak jauh dari hotel bersama Mira.


"Hahh..gue juga nggak tahu Yo,tapi..gue rasa Aksa akan mperjuangkan Nuha balik.Apalagi nantinya dia tahu soal Rafa."ujar Mira memberikan gambaran tentang apa yang menurut Mira akan terjadi bila Aksa tahu dia punya anak bersama Nuha.


"Gue sadar,dari awal kita berteman dan gue juga udah ungkapin sama dia tentang perasaan gue sama dia tapi, tetap saja dia nolak dengan berbagai alasan dan berbagai cara."ungkap Mario dengan ekspresi wajah sedihnya


"Sebelumnya gue minta maaf sama Lo,selama bertahun kita berteman dan Lo ngutarain perasaan Lo sama Nuha,apa pernah Lo usaha dengan keras dan intens ,gue rasa nggak.Apalagi dengan jarak yang mudahin kita.Kalau gue pikir Nuha tipe orang yang harus di perjuangkan dan karena dia tak mudah untuk jatuh cinta."terang Mira.


"Bener juga kata Lo,mungkin gue harus berusaha melepaskan Nuha dengan ikhlas dan gue bakal cari gantinya,Gimana sama Lo saja Mir,"


Mendengar ucapan Mario sontak membuat Mira terkejut dan reflek melempar tisu bekas di tangannya ke arah Mario.


"Set*n Lo, emang gue ban serep.Ngaco Lo!!"umpat Mira memandang Mario dengan mata tajamnya.


"Becanda Mir,lagian kalau benar juga nggak apa-apa kan,Lo single dan gue juga single why not,"


Mira langsung diam tak bisa berkata-kata apalagi.Tak lama mereka pun akhirnya kehotel dan membersihkan diri sebelum mereka makan malam.

__ADS_1


.


.


Jam makan malam semua peserta rombongan yang di bawa Mario kini berkumpul di restaurant tak jauh dari hotel.


Rafa bersama Nisa dan Nuha juga sedang sibuk dengan makan malam mereka.


Namun mata kecil Rafa melihat seseorang yang dari kemarin-kamarin mencuri hatinya.


"Om Sa'....!!!" teriak Rafa saat melihat sosok Aksa yang baru datang dengan beberapa rekannya yang terlihat akan makan juga di restauran itu.


"Rafa..," gumam Aksa melihat Rafa yang turun dari tempat duduknya dan berlari ke arah Aksa.


"Rafa jangan lari..!!" pekik Nuha saat melihat Rafa yang begitu kencang ke arah Aksa.


Aksa juga khawatir dengan tingkah Rafa.Dengan cepat dia berjongkok dan menyambut tubuh bocah kecil itu.


"Yeeeeaahh ..Rafa nggak di kejar bunda !!" seru Rafa membuat para rekan kerja Aksa terkekeh.


Dengan polosnya Rafa pun mengangguk anggukan kepala nya membenarkan perkataan Aksa.


"Kenapa mesti takut sama bunda,Rafa harus nurut kata bunda ,nggak boleh nakal dan harus sayang sama bunda.Nggak boleh buat bunda nangis yaa,jangan buat bunda Khawatir ."ucap Aksa menasehati Rafa si bocil menggemaskan.


"Capt,mau pesan apa biar sekalian di pesan kan ."ucap salah satu pramugari cantik yang sudah lama menaruh hati pada sosok Aksa.


"Nanti saja,kalian saja makan.Saya mau ke tempat mereka "ucap Aksa dengan membawa Rafa dalam gendongan nya menuju dimana Nuha berada.


"Rafa,sini sama mba ncus Nisa sama bunda."ucap Nuha tanpa sadar sudah keceplosan.


Mendengar Nuha menyebut dia bunda pada Rafa,Aksa menahan senyum.Dia sudah pastikan ada sesuatu yang tidak dia ketahui selama ini dan dia akan mencari tahu sedikit demi sedikit.Dia pun akan membiasakan diri untuk menunjukkan perhatian pada Rafa untuk mencoba membuka hati Nuha ke.bali.


"Sini duduk dekat bunda yah.." ucap Aksa menekan sebutan bunda pada Rafa dengan melirik Nuha tajam.

__ADS_1


Mendengar dan melihat ekspresi Aksa tentu Nuha tersadar jika dia sudah keceplosan hanya bisa menelan silvanya dengan kasar.


"Mamp*s gue,kenapa mesti keceplosan sih," runtuk diri Nuha pada dirinya sendiri.


Terlihat Aksa mengambil alih mangkuk yang ada di pegang Nisa.Taj lama makanan pesanan Aksa datang ke meja itu juga.


Aksa sibuk dengan menyuapi dan sembari bermain dengan Rafa sampai makanan pesanannya mulai dingin.


"Emmm...sini saya yang suapin Rafa,kamu makan saja..itu sudah mulai dingin."ucap Nuha menunjuk makanan milik Aksa.


"Mendingan Lo siapin Aksa deg Tik,dari pada Rafa kejer."ucap Mario menyarankan pada Nuha dan Aksa.


"Tapi....


"Nggak usah,saya nggak mau paksa kamu buat ngelakuin hal yang buat kamu nggak nyaman."ujar Aksa bicara pada Nuha dengan jarak yang begitu dekat.


Rafa memang tak mau makan di suapi Nisa dan bundanya.Dia hanya ingin Om Sa' nya yang menyuapi dirinya makan.


Aksa dengan senang hati menerima suapan dari istrinya.Nisa yang ada melihat tingkah orang tua Rafa merasa lucu. Mau tapi malu,malu malu kucing.


Dengan telaten Nuha menyuapi Aksa sampai makanan nya habis, sekali-kali dia pun memakan makanan Aksa dengan sedikit yang sama.


Rafa sambil makan,sambil berceloteh dan semua di buat pusing debgan tingkah nya.


Selesai makan mereka pun kembali ke hotel dengan berjalan kaki.Karena memang sangat dekat dengan hotel.Rafa masih saja nemplok dengan bapak moyangnya.Bucin akut Rafa pada Aksa mungkin karena di jarang berinteraksi dengan laki-laki dewasa dan memang Nuha membatasi ruang gerak Rafa.


"Om Sa' bobo sama Rafa yaa.,"ucap Rafa dengan santainya meletakkan kepalanya di pundak Aksa.


"Nggak bisa gitu dong,kan ada sus Nisa ada bunda,Rafa ,masa mau suruh Om Sa' bobo di kamar kita."protes Nuha pada Rafa.


"Pokoknya Rafa mau bobo sama Om Sa' nggak mau sama bunda ..huaaaaaaa!!" teriak Rafa dan menangis dengan keras.


"Ssstttt ..jangan nangis dong,jangan juga marah-marah sama bunda,kita bobo di kamar Om Sa' yaa..."bujuk Aksa dan Rafa pun mengangkat setuju

__ADS_1


Tapi, ekspresi Nuha begitu tak suka mendengarkan ucapan Aksa barusan.Maksudnya apa ,dia ngajak Rafa tidur di kamarnya,mana bisa dia biarkan Rafa tidur dengan Aksa yang ada dia nggak mungkin ke kamar Aksa juga.


Bersambung.


__ADS_2