SECRET WIFE (Cintai Aku Sekali Lagi)

SECRET WIFE (Cintai Aku Sekali Lagi)
#Ext part ( Arfa Athalla Sadler)


__ADS_3

"Aaaaa..sakit mas,"runtuh Nuha..


"Sabar sayang, istighfar yaaa...maafin aku ,buat kamu kayak gini .Pokoknya kamu nggak boleh hamil lagi..!!" ucap Aksa dengan menciumi wajah istrinya.


"Kenapa,kamu mau punya istri lagi...awas aja kamu kalau berani bakal aku potong perkutut kamu itu..!!" ancam Nuha dengan menahan kesakitan dan mengatur nafasnya.


Nuha sudah dalam pembukaan tujuh dan sebentar lagi akan genap pembukaan.


Aksa dengan sabar menerima umpatan dan segala keluh kesah istrinya.Entah itu Nuha menjambak rambut Aksa ,mencakar ,mencubit,tabok semua Aksa terima dengan ikhlas.


Walaupun kenyataannya dia lebih sangat khawatir dengan keadaan istrinya.Kesakitan istrinya membuat dia tersadar kalau dirinya dulu menyakiti perasaan Nuha dan sampai Nuha menyerah dan meninggalkan dirinya.


Membayangkan Nuha hamil Rafa tak ada dirinya apalagi Mira cerita saat hamil Rafa,Nuha yang bolak balik masuk rumah sakit karena kekurangan nutrisi.Karena memang Nuha mengalami morning sickness yang terlalu parah.


Saat melahirkan Rafa pun membutuhkan waktu lama dua belas jam lebih Nuha dalam kesakitan saat melahirkan Rafa dengan kondisi tanpa suami .Hanya ada Mira dan Mario.Saat Rafa lahir pun ada salah satu dokter yang mengadzani putranya itu.


Aksa tanpa sadar meneteskan air mata kala mengingat perjuangan istrinya melahirkan Rafa.Saat ini dia sedang mendampingi istrinya untuk yang pertama kali melihat istrinya melahirkan.


"Pembukaan nya sudah lengkap,siap bunda..."ucap sang dokter.


"Semangat sayang..." ucap Aksa saat tersadar dari lamunannya mendengar ucapan sang dokter.


"Ikuti aba-aba saya ya bun..." ucap sang dokter yang sudah lengkap dengan pakaian dinasnya.


Nuha mengatur nafasnya dan tangannya di genggaman erat suaminya.


"Mules dok.." ucap Nuha ..


"Dorong Bun...


"Eeeeeehhhh....


"Ayo kamu bisa sayang,"ucapan semangat dari Aksa membuat perasaan Nuha menghangat.


Dengan instruksi sang dokter akhirnya Nuha bisa melahirkan seorang bayi laki-laki yang begitu menggemaskan.


Oek oek oek


Suara tangisan bayi yang baru saja lahir menggema di ruang bersalin itu.


Aksa melihat sosok kecil itu membuat dirinya terharu.Tak henti-hentinya Aksa mencium wajah istrinya dan mengucapkan terimakasih pada sang istri.


"Terimakasih sayang,kamu bunda yang hebat..maafin ayah ,selalu buat bunda kesakitan..hiks hiks.."ucap Aksa dengan Isak tangis yang sudah tak bisa lagi dia bendung.


"Iya ayah, jangan pernah berubah.Sayang sama kita terus,maaf bunda sudah buat ayah kesakitan juga."ucap Nuha dengan suara lirih


"Adeknya baby boy, Alhamdulillah sempurna bunda,ayah.."ucap sang dokter dengan mengangkat tubuh kecil yang sedang menangis kencang.


"Alhamdulillah.."ucap Aksa dan Nuha bersamaan.

__ADS_1


.


.


Sementara di luar ruangan bersalin,anggota keluarga sudah berkumpul dengan tidak sabar setelah mendengar tangisan yang menggema di dalam kamar bersalin.


"Adek udah lahir ya Oma?"tanya Rafa pada mama Mala.


"Iya sayang,adek abang..sudah lahir."jawab mama Mala dengan memeluk tubuh sang cucu.


Tak lama terlihat Aksa yang keluar dari kamar bersalin dengan keadaan yang terlihat kacau.


"Aksa,gimana nak..istri kamu keadaannya gimana?"tanya papa William pada putranya.


"Alhamdulillah Nuha sama baby nya selamat dan sehat.Nuha lagi di bersihkan sama baby nya juga.Abang punya temen main bola.."ucap Aksa melihat putranya di gendongan Mario.


"Alhamdulillah.."semua orang mendengar kabar Nuha melahirkan baby boy.


"Ayah,kenapa kayak diamuk monster?"tanya Rafa dengan polosnya tanpa merespon kabar gembira untuk dirinya.


Semua yang ada disana tentunya di buat menahan tawa.Memang benar adanya saat ini penampilan Aksa seolah seperti habis bertarung.


"Ah ini,lebih dari monster nak..Rafa suka nggak punya adek cowok?"


"Suka lah yah,tapi..aku juga mau adek cewek biar bisa di sayang kalau adek cowok kan pastinya dia akan jadi saingan aku,tapi..tetap saja ketampanan aku yang lebih unggul.."


Aksa hanya bisa menepuk jidat mendengar ucapan putranya yang terlewat PD.


"Kita sudah bisa lihat Nuha kan Sa?" tanya nenek Nuha.


"Bisa nek,nanti kita masuk ke ruang rawatnya."terang Aksa.


"Lebih baik kamu sekarang bersih-bersih Aksa,lalu baru kita temui istri kamu."ucap Kakek Nuha.


"Baik kek,sekalian Aksa mau adzanin baby boy.."ucap Aksa.


.


.


.


.


Ruang rawat Nuha saat ini ramai dengan keluarga Aksa dan Nuha.Baby boy yang menjadi pusat perhatian para uncle dan aunty nya pun tak sedikitpun terganggu dengan suara berisik mereka.


"Adek,bangun dong..ini Abang,cepet besar ya dek..biar nanti kita main bola terus kita minta bunda sama ayah buat adek cewek yang cantik buat kita."oceh Rafa yang duduk diatas brangkar yang lumayan luas tempat Nuha berbaring bersama bayi mereka.


"Wahhh...gimana Bun,minta adek cewek?"tanya Aksa menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Tadi aja di ruang bersalin nggak mau lagi buat aku tekdung,sekarang anaknya minta adek cewek di ngiler.."ledek Nuha melihat wajah suaminya yang terlihat salah tingkah.


"Nuha ,jangan pernah percaya kata-kata suami kamu,kalau mama masih bisa hamil lagi papa kamu juga bakal minta anak lagi waktu habis lahiran Aksa.Sayang nya mama sudah steril jadi terima nasib dia."timpal Mama Mala.


"Bener tuh,papa nya Ikhsan aja begitu..jangan terlalu percaya sama mulut lelaki."ujar madam Jee yang sudah ada di sana.


"Kalau Nuha sekasihnya Allah saja, Insyaallah kalau ada rejeki ya Yah,ini saja jahitannya masih basah jadi, jangan pikirin mau nambah lagi..pikirin dua anak kamu yang pastinya butuh bimbingan yang baik dari ayahnya."ujar Nuha pada suaminya.


"Iyaa..maaf sayang.."ucap Aksa.


Hari dimana pergantian tahun di lalui keluarga Sadler dengan suka cita menyambut anggota baru keluarga mereka.


"Ngomong-ngomong siapa nama baby boy nya?" tanya Mira.


Nuha dan Aksa saling pandang dan tersenyum.


"Namanya Arfa Athalla Sadler."jawab Aksa.


"Baby Arfa..."ucap Rafa


"Iya sayang Baby Arfa."ucap Nuha.


Mereka sangat bahagia melihat baby Arfa yang begitu montok dan menggemaskan dengan mata sipitnya.


.


.


"Istirahat sayang,kamu pasti lelah.Terima kasih sudah melahirkan dua malaikat kecil untuk kita.Maafin aku nggak bisa balas apapun yang jelas aku sangat mencintaimu."ucap Aksa mengecup bibir istrinya singkat.


"Sama sama mas,kamu sudah buktikan sejauh ini untuk lebih baik.Terima kasih sudah menemani aku waktu lahiran Arfa.Jadi..perlu project buat baby girl nggak,,"


"Kamu yakin,nggak papa lahirin satu lagi."ucap Aksa tersenyum sumringah.


"Siap saja,yang jelas ayah ikutan begadang yaa.."ucap Nuha.


"Siap bun,jadi seasons 2 nanti projek kita bikin baby girl.."


"Hehehe..boleh,Bunda sayang ayah.."ucap Nuha.


Kedua orang tua muda itu pun saling berpelukan tepatnya Aksa yang sudah tidur memeluk Nuha diatas brangkar.


***T A M A T


Terimakasih atas dukungannya buat para readers..


Sampai jumpa di novel terbaru Puspa Arum berikutnya***.


__ADS_1


__ADS_2