SECRET WIFE (Cintai Aku Sekali Lagi)

SECRET WIFE (Cintai Aku Sekali Lagi)
#Madam Jee


__ADS_3

Perjalanan ke sebuah butik terkenal pun mereka lewati tanpa pembicaraan sedikitpun.


Nuha hanya bisa menoleh ke arah luar dari jendela .Mobil bergerak melintasi ramainya jalanan ibukota.Sementara Mama Mala sibuk dengan tab nya dengan segala bisnis di bidang fashion dan juga kecantikan.Lain dengan Aksa dia sibuk membalas pesan dari Catrine dengan segala pertanyaan Catrine yang merajuk karena tahu Aksa harus menuruti perintah mamanya.


Dengan segala bujuk rayu nya Aksa akhir nya meluluhkan Catrine dengan transferan yang lumayan besar untuk perempuan itu shopping barang-barang branded kegemarannya.


Empat puluh menit mereka sampai di depan sebuah butik terkenal yaitu butik Madam Jee .


"Sudah sampai nyonya." ucap mang Kardun supir pribadi sang nyonya.


" Ehh..iya mang,yuk ..nak." ajak Mama Mala pada Nuha.


" Iya nyonya." jawab Nuha.


Mereka pun keluar dari mobil dan mama Mala berjalan beriringan dengan Nuha sementara Aksa di belakang mereka dengan jarak lumayan jauh.


" Nuha,saya minta kamu jangan manggil saya nyonya lagi,karena besok kamu sudah jadi menantu saya.Jadi ,biasakan panggil saya mama yaa," ucap Mama Mala.


" Tapi,kayaknya saya kurang pantas memanggil nyonya dengan sebutan mama." ucap Nuha


" Kenapa nggak pantes,kamu sama saja dengan Aksa,kamu anak menantu saya Nuha." ucap Mama Mala.


" Baik m_mama.." ucap Nuha dengan ragu memanggil mama pada Mala


"Nah, gitu lebih sesuai.Kamu itu sudah jadi anak mama jadi,jangan sungkan lagi." ucap Mala.


Mereka masuk ke dalam butik di sambut dengan begitu ramah .


" Selamat datang nyonya Mala,madam Jee sudah menunggu di ruangannya." ucap salah satu karyawan madam Jee..


"Terima kasih mba.." ucap Mala dengan ramah dan mereka masuk ke dalam ruangan madam Jee.


Di ruangan itu terlihat seorang wanita paruh baya sedang sibuk dengan kertas dan pensil di tangannya.


" Madam,nyonya Sadler sudah datang." ucap Karyawan tersebut mengalihkan perhatian madam Jee pada para tamunya.


"Ehhhh,jeng Mala sudah dateng,silahkan duduk ,terima kasih Windi." ucap madam Jee pada karyawannya bernama Windi.

__ADS_1


" Sama-sama madam." jawab Windi dan langsung undur diri dari ruangan sang boss.


" Apa kabar Jeng?" sapa madam Jee pada Mala dan mereka seperti biasa mereka berpelukan dengan sangat akrab.


" Alhamdulillah baik,aku sudah bawa Aksa juga calon istrinya."ucap Mala pada sahabatnya itu.


" Apa kabar Tante?" tanya Aksa dengan ramah dan menyalami sahabat sang mama itu.


" Baik sayang,kamu sudah lama nggak main sama Ikhsan sih," ucap madam Jee pada Aksa.


" Maklum tante saya sibuk Ikhsan pun sibuk terbang kan?" ucap Aksa.


" Iya, sampe-sampe nggak ada waktu buat cari istri,malah keduluan kamu kan ?!" ucap madam Jee dengan wajah kesalnya.


" Sudahlah,jangan bebankan Ikhsan dengan masalah jodoh.Karena mungkin jodoh nya lagi di jagain sama orang, hehehe.." celetuk mama Mala


" Hahaha.. iya iya mungkin saja ." timpal Madam Jee.


" Oh iya,sorry aku lupa kenalkan ini calon nya Aksa,namanya Nuha.Sayang ,ini tante Jee dia sahabat mama waktu kuliah dulu." ucap mama Mala mengenalkan Nuha pada Madam Jee.


Deg..


Madam Jee sangat terkejut melihat wajah Nuha yang terlihat cantik dengan make up tipis dan rupa Nuha mengingat kan Jee pada seseorang di masa lalunya.


Nuha dan Mala serta Aksa melihat Jee yang tak biasa.Apalagi setelah melihat wajah Nuha mendadak terlihat rupa Jee yang berubah .Karena memang awalnya nya Nuha cuma menunduk saat mama Mala mulai berbicara pada Jee.


" Jee, are you okey?" tanya Mala melihat wajah sahabatnya berubah sendu saat melihat wajah Nuha.


" Ahhh,i_iya I'm okey,sorry aku lihat wajah calon istri Aksa teringat sahabat masa kecilku La, walaupun tanpa make up kamu sudah cantik nak." ucap Jee dengan pujian yang terlontar dari bibirnya.


" Terima kasih tante,tante juga cantik " puji Nuha dengan tulus.


Jee dan Mala tersenyum mendengar pujian Nuha untuk Jee


" Gaun buat calon menantu dan anak ku sudah jadi Jee?" tanya Mala


"Tenang saja Mala,apa sih yang nggak buat kamu.." ucap Jee dengan wajah yang sudah terlihat seperti sedia kala.

__ADS_1


Jee pun melakukan panggilan pada Windi sang asisten.Tak perlu menunggu lama Windi dan dua orang karyawan butik madam Jee masuk dengan beberapa pilihan gaun untuk Nuha dan beberapa taxedo buat Aksa.


" Nuha,kamu bisa coba gaunnya di bantu sama Windi yaa," ucap Jee pada Nuha.


" Baik Tante ." jawab Nuha dan dia beranjak dari tempat duduknya dan atas arahan Windi dia masuk dalam ruang ganti.


Sementara Nuha sedang di tangani Windi,Jee pun menatap Aksa dia ingin menanyakan sesuatu pada Aksa.


" Aksa,kamu beruntung banget punya calon istri yang cantik dan juga kelihatan baik juga lugu.Kamh ketemu di mana sama Nuha, ada stok satu lagi nggak wanita seperti Nuha.Kali aja jodohnya Ikhsan." ucap Jee dengan semangat


" Ahhh..Tante bisa saja,Nuha itu adalah asisten Aksa tante dan karena keadaan kita harus menikah." ucap Aksa melirik sang mama.


" Jee,nanti aku ceritakan.Tapi, benar kata kamu Nuha gadis baik,cantik juga sebenarnya dia cerdas." ucap Mala.


" Maaaa..." tegur Aksa tak suka dengan pujian sang mama pada calon istrinya


" Kenapa,apa mama salah,selama dua tahun kenal dengan Nuha itulah yang mama lihat,bukan seperti...


" Bisa nggak bahas dan bandingkan Nuha dengan Cath mam ," potong Aksa.


Jee yang belum tahu duduk perkara yang buat anak dan ibu berbeda pendapat itu hanya melihat ke duanya dengan wajah bingung.


" Heiii..ada apa ini,kalian ribut begini terus siapa Cath ?" tanya Jee.


" Catrine dia pacar Aksa tante dan karena keadaan Aksa harus menikahi Nuha atas permintaan mama juga papa." ungkap Aksa dengan wajah yang tak suka.


" Jaga bicaramu Aksa,itu semua demi kamu.Kami sebagai orang tua,nggak mau punya anak yang pengecut.Kamu sudah berani merusak Nuha maka kamu juga yang tanggung jawab." ungkap Mala dengan segala emosinya.


" Wait..wait..wait maksudnya,kamu punya pacar dan kamu pula menidur* Nuha jadi kedua orang tua kamu memaksa kamu buat nikahin Nuha begitu?" tebak Jee bertanya pada Aksa


" Iya tan,Aksa terpaksa harus menuruti mereka." ucap Aksa pada sahabat sang mama.


"Aksa, apapun yang kamu rasakan itu tidak salah.Tapi, orang tua kamu juga nggak salah.Kamu harus jadi pria yang punya tanggung jawab.Semua sudah takdir Aksa,sekuat apapun kamu mempertahankan apa yang harusnya bukan milikmu maka dia akan lepas juga dan sebaliknya sekuat apapun kamu menolak sesuatu yang tak kamu suka bahkan kamu anggap musibah,kalau dia jodohmu sudah pasti takdirnya bersama kamu.Takdir tak dapat di ubah Aksa,semua yang ada dalam kehidupan kita sudah tertulis di Lauhul Mahfudz.Mulai sekarang cobalah menerima takdir kamu." ungkap Jee


Aksa mendengar ucapan sahabat mamanya tentu saja merasa dirinya makin lama makin banyak yang tidak berpihak padanya.Ini semua karena berawal dari sebuah kesalahan semalam yang dia lakukan dan sialnya dia bersama asistennya.


Bersambung

__ADS_1


Selamat bermalam Mingguan zeyank-zeyank ku....😍😍😍🥰🥰


__ADS_2