
"Bunda.. huuuu!!"teriak bocah yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya.
"Rafa sayang, cup cup cup..bunda disini sayang." ucap Nuha dengan memeluk tubuh si kecil Rafa.
"Bunda,Rafa mau main sama Om Ican sama Om Sa..hiks hiks.."
Nuha mengernyit heran dengan ucapan putranya,dia ingin bermain. memang di resort itu dia tak mempunyai teman semumuran,dia biasa berinteraksi dengan para pegawai resort juga Nisa,Mira,Mario dan Nuha sendiri.Rafa yang terlihat ceria dan tak pernah menyulitkan Nuha namun,banyak hal yang dia inginkan namun,Nuha belum kabulkan.Salah satunya dia menginginkan teman sebaya.Kehidupan Nuha empat tahun ini hanya sekitar resort atau hotel Mario.Jado putranya jarang berinteraksi dengan anak sebayanya.
"Siapa Om Ican sama Om Sa?"tanya Nuha dengan membelai lembut rambut putranya dan menghapus jejak air mata nya yang masih mengalir itu.
"Temen Rafa bun,orangnya baik..sayang Rafa."
"Nisa,kamu tahu siapa Om Ican yang dimaksud Rafa?" tanya Nuha saat melihat Nisa masuk ke kamar Rafa.
"Mungkin maksudnya tuan Ikhsan bu, orang yang menyewa resort sebelah." ungkap Nisa.
"Kenapa Rafa,kok nangis sayang.."
Mira dengan perlahan menghampiri Rafa yang masih sesegukan dalam pelukan Nuha.
"Mir,orang yang nyewa resort sebelah atas nama siapa?" tanya Nuha pada Mira.
"Sebentar,aku cek." jawab Mira lantas mengutak antik ponselnya.
"Namanya Ikhsan dia booking resort itu karena mau adain acara private dia minta resort dengan kamar banyak soalnya buat sepuluh orang,kenapa emangnya,"
Mira memandang wajah Nuha yang terlihat memikirkan sesuatu.
"Rafa minta ketemu orang yang ada di resort itu,katanya minta main sama Om Ican.Nggaj tahu kenapa aku nggak tega nolak kemauannya."
"Besok coba Nisa tanya tuan Ikhsan bu,apa beliau berkenan ada Rafa di sana.Soalnya saya lihat ada bodyguard yang jaga resort terus.Dua orang teman tuan Ikhsan juga kelihatan seperti kurang suka ada saya di sana."
__ADS_1
Nuha menoleh kearah Nisa dan mengangguk mengiyakan setuju dengan usulan Nisa.
"Apa harus aku yang bilang Tik.."
usul Mira dengan manggil nama Nuha dengan nama belakangnya.
"Nggak usah,Nisa saja..kalau aku sama kamu nggak kenal kan,sudahlah..ini bocah juga tidur lagi,mungkin dia tadi kaget karena tadi ada di sana sama Ikhsan, bangun-bangun sudah di sini,pasti kaget "
Entah mengapa tiba-tiba Nuha tak tega menolak keinginan sang putra kali ini.Dia pun sadar bahwa dirinya juga tak kalah sibuk akhir-akhir ini karena harus memantau hotel juga.
.
.
Di resort sebelah milik Nuha tepatnya.Aksa terlihat sedang berenang sendiri di malam yang sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
"Sa,Lo ngapain berenang malem-malem yang ada Lo nanti sakit." tegur Ikhsan
"Kalian ngapain kesini?"
Pertanyaan yang membuat ketiga sahabat nya itu geleng-geleng kepala si buatnya.Karena memang Aksa yang sekarang bukan Aksa yang super rame kayak dulu.
Aksa dengan perlahan keluar dari kolam renang dan naik ke tempat dimana para sahabatnya duduk.
"Lo yang kenapa tiba-tiba berubah gini,gue nggak bisa percaya apa yang di bilang mami Jee ngeliat Lo yang beda,tapi..setelah lihat Lo secara langsung memang Lo beda saat ini."
ungkap Regan sambil menyesap nikotin di tangannya.
"Nggak berubah lah,siapa yang berubah cuma gue males jadi orang yang sok oke dan sok kuat.Aksa yang terlihat sangat bahagia dengan segala kehidupan glamour nya sekarang nggak ada,Yang ada hanya Aksa sebagai seorang pilot dengan tujuan mencari keberadaan mantan istrinya yang sudah dia sia-siakan." ujar Aksa dengan wajah yang terlihat sedih.
"Sudahlah jangan menyesali apa yang terjadi di masa lalu, sekarang Lo perbaiki jalan hidup Lo dengan benar.Soal Lo yang pengen ketemu sama mantan istri lo, menurut gue kalau kalian berjodoh pasti Allah akan kasih jalan buat kalian bertemu lagi.Kalaupun nantinya mantan istri Lo sudah menjadi milik orang lain Lo harus ikhlas menerima kenyataan dan tugas Lo cuma minta maaf dengan tulus ke dia.Perkara Lo dimaafin sama dia atau nggak,Lo harus memperbaiki hubungan Lo itu dengan tujuan Lo juga harus baik."ungkap Ikhsan menepuk bahu Aksa memberikan semangat untuk sahabat nya itu.
__ADS_1
"Sa,gue minta maaf karena gue nggak ngomong sama Lo kalau gue bawa dua cewek itu dan tadi saat Lo di kamar gue sudah balikin mereka buat balik duluan ke Hongkong sama para bodyguard,sorry bro..memang benar bahwa kita perlu quality time berempat,kangen juga selancar..gimana oke nggak ide gue.." ucap Brian mengusulkan untuk bermain selancar di pantai.
"Kenapa harus Lo balikin, bukannya Lo berdua perlu service mereka,"ledek Aksa tersenyum miring mencibir kedua sahabatnya.
"Masa kita mau enak-enak Lo sama Ikhsan maen solo nggak asik dong.. hahahaha.."jawab Regan yang membuat Regan mendapat jitakan dari ketiga sahabatnya.
"Huuuuu.."
"Tapi, menurut gue emang tempat ini asik buat merenung,membuat pikiran kita tenang." ujar Ikhsan.
" Ehhhh..iya,gue mau nanya tadi bocah kecil yang di jemput baby sitter nya itu anak dari mana?" tanya Brian tiba-tiba menyita perhatian ketiga sahabat nya yang lain.
"Kenapa,dia anak yang tinggal di resort sebelah kenapa emang?" tanya Aksa dengan wajah penasaran memandang Brian.
"Bukan apa, menurut gue bener nggak sih..kalau bocah itu agak mirip sama Lo bro ," ucap Regan menunjuk Aksa.
"Hahahah..lo aneh-aneh saja,gue nggak punya anak.Lagian gue udah cerai sama bini gue ,mana bisa punya anak." ujar Aksa tertawa mendengar ungkapan Regan.
"Sudahlah kita kedalam,Lo juga buruan bilas badan Lo nanti masuk angin."ucap Brian
Mereka pun akhirnya masuk ke dalam resort dan Aksa segera membilas tubuhnya yang sudah merasa kedinginan.
Sementara di balik tembok yang membatasi kedua resort yang saling berdampingan itu tak ada yang tahu jika ada seseorang yang tiba-tiba merubah aura wajah nya yang tadinya dia sedang bertenang di pinggir kolam renang.Dia di kejutkan dengan suara tawa seseorang yang terasa sangat familiar di telinganya dan suara orang itupun terdengar seperti kaset kusut yang ada dalam otaknya.
Pikirannya yang tiba-tiba merasa cemas dan juga merasa tidak nyaman setelah mendengar suara orang yang selama ini dia hindari.
"Kenapa aku harus memikirkan orang itu,suara orang itu pasti ada saja yang seperti sama atau mirip." gumamnya
Nuha,ya..Nuha yang mendengar tawa dan mendengar suara Aksa yang memang terdengar kencang karena memang di area kolam renang mereka sangat sepi jadi pastinya akan membuat suara mereka terdengar.
Bersambung
__ADS_1