SECRET WIFE (Cintai Aku Sekali Lagi)

SECRET WIFE (Cintai Aku Sekali Lagi)
#Aksa Yang Berbeda


__ADS_3

"Kenapa kamu tiba-tiba nanyain soal papanya Rafa,setahu saya kamu bukan orang yang suka kepo Nisa."


Nisa menghela nafas panjang mendengar ucapan Mita dan menatap Mira dengan wajah yang terlihat serius.


"Bu,Nisa pengen cerita sama ibu soal orang yang nyewa resort di samping resort ini.Mereka ada sepuluh orang,empat muka-muka tuan muda ,ada dua cewek,terus empat bodyguard.Si Rafa tadi sempat jatuh di depan karena lari-lari terus di tolongin sama salah satu penghuni resort itu,waktu Nisa ajak pulang dia nggak mau malah mau nangis waktu Nisa mau ambil dia,terus kata mas nya pun akhirnya Rafa diajak ke resort karena Nisa lagi beresin kamar Rafa, Nisa selesai kan tugas Nisa, setelah selesai Nisa ambil Rafa disana,ternyata Rafa sampe tidur disana sudah di kasih makan juga."


Keterangan Nisa panjang lebar tentang kejadian yang dialami Rafa membuat Mira menanyakan keadaan Rafa,dan juga mewanti-wanti untuk tak sembarangan percaya sama orang.Nisa juga menceritakan soal dirinya yang tak bisa sembarangan masuk ke dalam resort karena ada bodyguard yang menjaga resort itu.


"Nisa,kamu beneran kan tadi Rafa nggak kenapa-kenapa waktu jatoh,"


"Nggak papa bu,saya juga sempet lihat Rafa dan memeriksa keadaan nya dia nggak papa."


"Kamu ingat jangan sembarangan percaya sama orang yang baru di kenal walaupun kelihatan baik,nggak menjamin kita aman juga kan,jadi tetap harus hati-hati."


Peringatan Mira tentu saja Nisa dengar dengan baik.Karena kebaikan Marilah dia bisa bekerja ikut dengan Nuha dan Mira yang notabene nya orang baik.


"Assalamualaikum.."


Terdengar salam dari arah pintu masuk ternyata Nuha yang baru pulang dari hotel milik Mario yang ada di kota.


"Wa'alaikumsalam."


Jawab Mita dan Nisa bersamaan.


"Rafa mana Nis ?"tanya Nuha saat dia mendudukkan bokongnya di sofa dekat dengan Mira.


"Rafa masih bobo buu.." ucap Nisa beranjak dari tempat duduknya dan mengambil air minum dan menyerahkan ke Nuha.


"Jam segini belum bangun,dia makannya banyak nggak hari ini,soalnya sudah dua hari makannya susah."

__ADS_1


"Alhamdulilah banyak bu,tapi maaf kalau Rafa tadi makan sama yang sewa resort di samping bu,Rafa nggak mau sama Nisa tadi katanya bosen maen sama Nisa."


Nuha menatap Nisa dengan wajah yang sulit diartikan.


"Maksudnya gimana,kamu jangan sembarangan lepasin Rafa Nis,kalau dia kenapa-kenapa gimana,kamu tahu kan Rafa hanya punya saya !"


Ucapan Nuha yang sedikit keras pada Nisa memiliki Nisa merasa bersalah.


"Maaf bu,saya...


"Sudahlah Nuha,Nisa juga nggak ada niat buat Rafa kenapa-kenapa." lerai Mira dan menyuruh Nisa pergi dari tempat itu.


Nisa akhirnya memilih untuk masuk ke kamar Rafa dan menunggu si bocah itu bangun tidur.


"Nuha bisa nggak sih,kamu jangan begitu keras sama Nisa.Rafa itu juga perlu sosialisasi, mungkin Rafa bosan selalu sama Nisa.Kalau ke kantor pun dia cuma boleh main di sekitar ruangan kita,dia itu makin lama makin besar lagi pula dia sudah bisa jalan sendiri dan juga ngomongnya juga sudah pintar.Jadi,Rafa itu bukan bayi lagi Nuha.."


Nuha hanya bisa diam dan membenarkan perkataan sahabatnya,banyak ketakutan yang ada di otaknya.


"Iya aku ngerti,tapi..apa salahnya Rafa tahu bapaknya,dia berhak tahu Nuha.Sampai kapan kamu akan bersembunyi dari masalalu kamu.Jangan bilang kamu belum move on dari doi.."


Mira memicingkan matanya menatap wajah sahabatnya yang terlihat salah tingkah mendengar perkataan yang dia lontarkan.


"Bukan begitu aku cuma takut kalau keluarga mereka akan merebut Rafa dari aku Mir.."


Mira menggenggam tangan sahabatnya dan seperti menyalurkan energi untuk membuat Nuha tenang.


"Jangan berfikir negatif dulu,mereka pasti sayang sama Rafa,percayalah.. pasti mereka nggak akan mengaki darah dagingnya sendiri.Kamu tahu ayah dan ibu Aksa kan,mereka baik sama kamu.Cuma anak nya aja yang sableng."


Umpatan Mira membuat Nuha memukul bahu sahabatnya pelan.

__ADS_1


"Kamu tuh.."


"Iya aku tahu,kamu itu emang udah bucin maksimal sama mantan suami kamu.Susah kalau udah cinta sampai ke bo*l ." ledek Mira mencibir Nuha yang sampai sekarang belum mau membuka hati pada seseorang yang berusaha mendekati dirinya.


Seperti Mario yang sudah pernah mengungkapkan isi hatinya yang akan menerima dia dan Rafa dengan senang hati.Keluarga Mario pun sangat menyayangkan Rafa juga Nuha.Namun,Nuha dengan perlahan menjelaskan keadaannya yang belum bisa memulai satu hubungan.Karena ada ketakutan darinya untuk memulai dengan orang baru.Walaupun ada rasa kecewa dengan keputusan Nuha tapi,Mario tak bisa memaksakan perasaan Nuha untuk menerima dirinya.


.


.


Keesokan harinya Rafa diajak Nuha untuk ke sebuah panti tempat dimana dia dan Mira memang secara rutin memberikan bantuan pada panti tersebut.Rafa terlihat bahagia karena banyak anak-anak sebaya dengannya.


Diresort Aksa kini dia sedang membaca sebuah buku di sudut ruangan yang di depannya kolam renang.


"Sa,Lo nggak mau gabung sama kita?" tanya Brian yang sedang berenang bersama dua wanita yang dia bawa bersama Regan dan Ikhsan.


"Kalian saja,aku lagi istirahat buat lama ke Amerika." ucap Aksa beralasan.


"Lo nggak asik lah.." protes Brian.


"Gue bilang kemarin kita quality time berempat,dan Lo ngelanggar kesepakatan.Jadi, nggak usah protes."


Ucapan Aksa sontak membuat dua wanita yang ada di dalam kolam renang bersama tiga sahabat Aksa lainnya pun saling pandang.Kenapa dengan pria yang terlihat manis di luar tapi, sangat dingin pada mereka.Dari semenjak mereka datang Aksa sama sekali tak pernah melontarkan kata-kata untuk mereka.Kalauoun mereka tanya atau bicara pada Aksa maka Aksa akan menjawab seperlunya.


Aksa terlihat pergi dari tempat yang sudah dia anggap nyaman baginya,dia melangkah ke kamarnya yang terlihat jelas laut yang membentang kalau dia lihat dari kamarnya.


"Gue kira dia nggak serius ngomong gitu,makanya gue bawa mereka buat kita have fun."ujar Regan keluar dari dalam kolam renang dan duduk di kursi.


"Gue juga nggak ngerti kenapa dia bisa berubah seperti itu,tapi..kata nyokap gue Aksa emang beda dari Aksa empat tahun lalu.Aksa berubah semenjak istrinya menggugat cerai dirinya.Sampai sekarang dia terus cari istrinya yang nggak tahu dimana." ucap Ikhsan pernah mendengar dari madam Jee sang ibu yang bercerita tentang Aksa yang sekarang.

__ADS_1


Ketiga sahabat Aksa memang belum pernah melihat sosok istri Aksa walaupun Nuha sudah bekerja dengan Aksa dua tahun namun baru Ikhsan yang pernah bertemu dengan Nuha itupun hanya sekali.


Bersambung


__ADS_2