SECRET WIFE (Cintai Aku Sekali Lagi)

SECRET WIFE (Cintai Aku Sekali Lagi)
#Memilih Cincin Pernikahan


__ADS_3

" Selamat siang ada yang bisa kami bantu kak?" tanya salah satu karyawan di toko itu.


" Saya mau cari cincin pernikahan,mama saya sudah buat reservasi atas nama Nyonya Mala ." ucap Aksa tanpa membuka masker dan kaca mata hitam serta topinya.


" Owhh,nyonya Mala benar sudah buat janji kemarin untuk hari ini , silahkan ikut saya kak." ucap Karyawan tersebut


Aksa dan Nuha pun dengan cepat melangkah masuk ke dalam toko itu dan mereka duduk di ruang VVIP toko tersebut.


Tidak menunggu lama karyawan tersebut membawa kotak besar berisi koleksi terbaru toko tersebut.


" Ini adalah model cincin pernikahan terbaru dari kami kak,silahkan bisa di lihat-lihat dulu,kali saja ada yang membuat kakak-kakaknya tertarik." ucap Karyawan tersebut meletakkan kotak tersebut di atas meja.


" Lo pilih lah,yang mana saja nanti tinggal bayar." ucap Aksa dengan menyerahkan black card pada Nuha.


Nuha melihat beberapa pasang cincin pernikahan yang ada di dalam kotak besar itu.Tapi, sepenglihatan Nuha semua cincin pernikahan itu terlihat sangat mewah dan terlihat sangat berkilau.


" Mbak apa ada design yang simple,saya ingin yang simple karena saya kurang suka dengan yang terlihat glamour." ucap Nuha pada karyawan itu.


Karyawan itu menatap Aksa dan tak ada respons apapun dari Aksa.


" Tapi,ini adalah design terbaru kami kak ,cincin ini sangat cocok untuk sekelas sosialita." ucap Karyawan tersebut dengan memindahi penampilan Nuha yang terlihat sederhana.


" Lakukan apa yang dia minta , nggak usah banyak omong." ucap Aksa dengan datar dengan wajah masih fokus dengan ponselnya.


" Ba_baik tuan,tunggu sebentar." ucap sang karyawan dengan mengambil kotak besar itu kembali memasukkannya ke brankas.


"Sebenarnya Lo nyari yang kayak apa sih,kalau Lo masih..


" Tuan,saya sadar diri, karena memang pernikahan kita cuma sementara dan tidak etis juga saya memanfaatkan keadaan kan?" sergah Nuha memotong perkataan calon suaminya.


" Wowww.. sempurna,semua yang Lo susun di dalam rencana Lo itu nggak akan ada yang Lo dapet,harta, apalagi cinta." ucap Aksa dengan nada sinis.


" Terserah anda tuan,semoga saja saya tidak hamil dan dalam tiga bulan kita bisa lebih cepat memproses perpisahan kita." ucap Nuha dengan melirik Aksa.


" Maaf agak lama,ini tadi karyawan sini ada yang bilang ada barang yang mungkin cocok untuk anda nona." ucap Karyawan tersebut kembali membawa satu kotak kecil cincin pernikahan untuk Nuha dan Aksa



Saat melihat kotak yang karyawan itu letakkan Nuha dengan senyuman tipis ,dia sudah menemukan pilihan.

__ADS_1


" Saya ambil yang ini kak,berapa?" tanya Nuha dengan senyuman menghiasi bibirnya.


"Rp 850.000.000 ." ucap karyawan tersebut.(halu nya othor)


" Hahh,memang...


" Bungkus itu saja,ini kamu selesaikan transaksi nya.Sekalian kamu kemas juga." ucap Aksa memotong ucapan Nuha.


"Baik tuan." ucap Karyawan itu


Karyawan itu pun langsung dengan cepat mengambil barang yang tadi di bawa dan langsung menyelesaikan transaksi nya.


" Tuan harganya terlalu mahal." protes Nuha.


" Kenapa Lo protes,gue yang bayar.Lagian Lo udah nentuin pilihan jadi,jangan main-main ." ucap Aksa dengan menatap tajam Nuha.


Nuha hanya bisa menelan silvanya dengan susah payah karena melihat aura dingin yang ada dalam diri tuan mudanya.


" Tapi,itu terlalu mahal tuan.Apalagi pernikahan kita cuma sementara." ucap Nuha dengan menundukkan kepalanya.


" Kalau mengikuti kemauan Lo pasti Lo akan pilih beli di toko mas dengan harga di bawah lima juta,dan itu membuat mama sama papa marah sama gue." ucap Aksa.


Tak menunggu waktu lama karyawan tersebut selesai melakukan transaksi dan kembali membawa sebuah paper bag dan segera memberikannya pada Nuha.Tak butuh waktu lama Aksa dan Nuha meninggalkan tempat itu untuk kembali ke rumah.


Dalam perjalanan menuju rumah tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir mereka.Lima puluh menit mereka sampai di mansion Sadler.Aksa dengan cepat turun dari mobil dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam mansion dan langsung menuju kamarnya.Sedangkan Nuha baru turun dari mobil dengan membawa beberapa paper bag berisi barang-barang keperluan untuk besok.


" Assalamualaikum." ucap Nuha masuk dalam mansion.


" Wa'alaikumsalam,Nuha mana Aksa?" tanya mama Mala yang keluar dari kamarnya di belakang nya menyusul papa Willi .


" Emm..tuan muda sudah naik ke atas mungkin mah." ucap Nuha dengan nada lembut.


" Kok manggilnya masih tuan muda sih,dia kan calon suami kamu Nuha.Sebaiknya kamu perlu membiasakan diri untuk memanggil Aksa dengan sebutan yang seharusnya." ucap papa William.


" Sebutan yang seharusnya, maksudnya gimana pah?" tanya Nuha menatap kedua calon mertuanya.


" Yahh..misal panggil sayang ataupun panggilan lainnya." goda mama Mala dengan senyuman jahilnya.


" Ahhh..i_iya mah,nanti Nuha ganti panggilan nya buat tuan muda." ucap Nuha.

__ADS_1


" Ya sudah,kamu istirahat sana.Sudah makan siang belum?" tanya Mama Mala


" Sudah mah tadi mampir ke restaurant sebentar buat makan siang." ucap Nuha.


" Sudah sana istirahat,nanti mau makan malam bisa langsung gabung di meja makan yaa.." ucap Mama Mala


" Baik ma,pa Nuha ke karena dulu ." ucap Nuha pamit untuk ke dalam kamarnya.


Sedangkan Aksa uring-uringan karena dia berusaha menelpon Catrine namun,tak ada jawaban dari gadis itu .Bahkan ponselnya tidak aktif juga.


Jam lima sore Nuha ke kamar Aksa untuk menyiapkan pakaian untuk Aksa ganti.


tok tok tok


Lama Nuha di depan pintu Aksa namun,sama sekali tak ada jawaban dari si empunya kamar.Akhirnya Nuha mencoba membuka pintu kamar Aksa dan ternyata seperti biasa dia tak mengunci pintu kamar nya.


Ceklek.


Nuha membuka pintu kamar Aksa dan masuk perlahan ke kamar itu,terlihat Aksa yang terlelap dalam tidurnya.Sepertinya karena dia kelelahan sampai di tertidur.


" Tuan-tuan -tuan muda ,bangun sudah mau magrib." ucap Nuha mengguncang pelan tubuh Aksa.


" Euemmmm.. sebentar lagi sayang,aku masih ngantuk." racau Aksa dengan mata masih terpejam.


Deg..


"Sayang, kamu bilang sayang pasti kamu seakan dengan Catrine saat ini." batin Nuha menatap wajah calon suaminya yang terlihat damai dalam tidurnya.


" Tuan ,bangunlah.." ucap Nuha mengguncang tubuh Aksa dengan sedikit kencang.


Dengan cepat Aksa menarik tangan Nuha dan sampai tubuh Nuha terjatuh diatas Aksa.


Sialnya saat ini posisi mereka sangat intim dan tak sengaja bibir mereka menempel satu sama lain.Bukannya langsung membuka matanya Aksa malah semakin mengeratkan kungungannya dan menyes*p bibir manis milik Nuha.


Nuha berusaha menyadarkan dirinya jika apa yang mereka lakukan salah,dan pastinya Aksa saat ini hanya ada bayangan Catrine itu sangka Nuha.Nuha tak bisa bergerak saat sesa*an itu makin brutal.Sampai bibir tipis Nuha kini sudah bengkak karena perlakuan Aksa yang sangat tak terkendali.


Nuha tak membalas apa yang di lakukan Aksa.Merasa tak ada balasan Aksa membuka matanya dan betapa kagetnya dia melihat siapa yang ada diatas tubuhnya.


" Kau, berani-beraninya kau ..!!" bentak Aksa dengan mendorong tubuh Nuha sampai sedikit terlempar,untung saja tubuh Nuha mendarat di kasur empuk milik Aksa.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2