
Pagi menjelang,mata Nuha pun mulai terbuka perlahan.Dia merasa kepalanya yang terasa berat dan tubuhnya merasa remuk.
Bayangan dimalam tadi terlintas jelas di otak Nuha.Dia membekap mulutnya tiba-tiba air matanya mengalir mengingat kekejaman manusia yang bergelar suami.
Matanya melihat tangan besar yang masih melingkar di pinggang yang memeluknya erat.Nuha menyeka air matanya yang menetes.Dia mencoba untuk melepaskan pelukan yang terlihat erat dengan perlahan.
Saat dia berhasil membuat tangan itu tersingkir akhirnya dia bisa bernafas lega.
Nuha berusaha untuk turun dari tempat tidur.Walaupun rasa tubuhnya masih terasa remuk dan area bawah nya pun terasa nyeri karena perbuatan suaminya yang semalam dengan teganya memaksa dia untuk melakukan penyatuan.
Nuha melirik orang sebelahnya yang masih menutup matanya dengan rapat.Terlihat jelas rasa lelah di wajah suaminya.Bagaimana tidak semalam Aksa terlihat sangat brutal menyerang nya tanpa perasaan.Apalagi dia terus meracau ketika penyatuan mereka berdua.Mengingat semua itu hati Nuha sangat teriris.Jika mereka melakukan semua itu sama-sama ikhlas pastinya lebih indah dan itu adalah sebuah ibadah bagi keduanya.
Namun,semalam dengan tak sadar jika Aksa sudah memperko*a Nuha untuk kedua kalinya.
Nuha memungut bajunya yang sudah tak berbentuk itu. Nuha mengingat dengan jelas kejadian semalam.Semalam tenaga yang besar Aksa merobek kain yang menutupi tubuh Nuha.Dia membereskan pakaian yang tercecer di lantai dan membuangnya ke dalam tong sampah.Dia masuk ke kamar mandi dan menampung air hangat di bathtube dan meneteskan aroma terapi untuk merilekskan pikiran dan otot tubuhnya.
Nuha berendam di dalam bathtub menikmati kehangatan air yang membuatnya sedikit demi sedikit membuat pikirannya relaks.
Setelah tiga puluh menit kemudian Nuha keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang sedikit lebih baik.Walaupun tak di pungkiri rasa sakit di bagian bawah sana masih terasa.
Sekilas Nuha melihat ke arah Aksa yang masih terlihat lelap dalam tidurnya.
Setelah merapihkan penampilan nya,Nuha keluar dari kamarnya menuju arah dapur.Dilihatnya jam dinding menunjukkan pukul delapan pagi.
" Pagi non.." seru Ratna yang baru masuk dalam mansion.
" Pagi kak,kakak bawa apa?" tanya Nuha melihat Ratna membawa paper bag di tangannya.
" Ini,menu sarapan non Nuha sama tuan muda.Kakak sekalian buat sarapan untuk blih Ageng tadi."ujar Ratna
"Wahhh.. ngerepotin kakak jadinya." ucap Nuha mengekori Ratna ke dapur.
" Nggak masalah,kakak tahu kalau kamu nggak akan bangun pagi soalnya,kamu baik-baik saja kan?" tanya Ratna dengan sedikit ragu menanyakan hal yang seharusnya tidak dia tanyakan.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja kak,nggak usah khawatir.Kalau kakak semalam denger sesuatu yang nggak ngenakin di denger cukup kakak simpan ya?" ujar Nuha
"Kamu harus sabar,pasti kalian salah paham kan?" ucap Ratna
"Iya,sudah kelar kok kak." terang Nuha dengan senyuman manisnya yang terukir di bibirnya.
"Ya sudah,kalau kamu perlu apa-apa bisa bilang ke kakak sama blih Ageng ya,"ucap Ratna.
" Terimakasih kak." ucap Nuha
" Sudah jadi tugas kita kok, kakak pulang ya," ujar Ratna pamit
Nuha mengangguk mengiyakan perkataan Ratna.Setelah Ratna pergi ,Nuha membuat kopi untuk suaminya dan setelahnya dia masuk dalam kamar.
Terdengar gemericik air dari kamar mandi,pastinya Aksa sedang ada di dalam sana.Mata Nuha menatap ke arah tempat tidur tempat yang menjadi saksi bisu pertempuran mereka semalam .Bukan pertempuran yang indah seperti kalangan suami istri pada umumnya tapi,sebuah perlakuan yang begitu kasar layaknya seorang pria yang memperko*a perempuan.
Mendadak tenggorokan Nuha merasa kering rasanya. Ingin sekali tenggorokan nya di aliri air supaya dahaganya pun hilang.Diatas nakas terlihat air di gelas dan dengan cepat Nuha langsung meminumnya.
Tanpa Nuha sadari dia memandang tubuh suaminya bak pangeran yang tampan dan dengan santainya Aksa membuka lilitan handuk di pinggangnya.
Dengan reflek Nuha menatap tubuh pria yang tidak lain adalah suaminya itu yang sedang memunggunginya.Terlihat jelas punggung lebar nan kokoh itu.Apalagi terlihat masih ada tetesan air yang menetes dari rambutnya yang masih basah.Nuha tersadar dengan tindakan nya dan langsung membuang pandangannya ke arah lain.
"Mas.." panggil Nuha saat dirinya mencoba memberanikan dirinya menyapa suaminya.
" Hemm.." jawab Aksa dengan tanpa menatap Nuha.
" Bajunya sudah aku siapin dan aku tunggu di depan buat sarapan.Tolong jangan kelamaan,kopinya keburu dingin." terang Nuha.
" Iya bawel.." jawab Aksa dengan ketus.
Mendengar ucapan suaminya yang ketus,Nuha hanya bisa menghela nafas dalam.Dia pun keluar lebih dulu menuju ruang makan.Tak lama Aksa menyusulnya dan duduk di kursi depan Nuha.Dengan telaten Nuha menyiapkan segala keperluan suaminya.
Walaupun Nuha tahu jika suaminya tak pernah mengharapkan dirinya dan selalu menyakiti hati Nuha sebisa mungkin Nuha tetap jadi istri yang baik untuk suaminya.
__ADS_1
Nuha masih berfikir positif tentang sikap Aksa saat ini.Dia pasti kecewa dengan keputusan papanya yang menyuruh dirinya menikahi Nuha yang notabene nya sudah dia renggut kesucian nya.
Aksa masih terlihat datar-datar saja seperti tak ada hal yang terjadi semalam.
" Mas, semalam kamu kan.. maksudnya kita sudah nyampur,aku nggak ada persediaan obat pencegah kehamilan takutnya..
Kluntangg...
Aksa membanting sendok dan garpu yang ada di tangannya ke atas piring hingga menimbulkan bunyi gaduh.
" Bukan urusan ku,dan jangan berharap dia tumbuh di rahim kamu yah, karena aku yakin dia nggak akan sudi tumbuh disana." ucap Aksa dengan senyuman sinis melihat Nuha dengan tatapan jijiknya.
Aksa masuk lagi ke dalam kamar mereka dan membanting pintu dengan keras membuat Nuha terperanjat.
"Astaghfirullah,apa sebegitu hinanya aku di matamu mas,sampai kamu yakin benar dia nggak akan pernah hadir dalam rahimku." batin Nuha.
Aksa kembali keluar dari kamar nya dan terlihat membawa dompet dan kunci mobil.
" Mas, maksudnya kamu apa mas dengan ucapan kamu tadi?" tanya Nuha dengan memberanikan diri bertanya pada suaminya.
" Nggak ada maksud,aku tahu kamu perempuan model apa Nuha.Kamu sengaja menjebakku supaya kamu bisa masuk ke dalam keluarga terhormat kan,kamu mungkin bisa menipu orang lain tapi, itu bukan aku.Mana kita tahu kemarin saat kamu bilang makan malam ternyata kamu open B* aku nggak tahu kan,jadi jangan pernah bersikap sok polos di depanku.Kamu dimataku hanya perempuan munafik." ungkap Aksa dengan senyuman smirks nya.
Nuha mendengar ucapan suaminya reflek mengepalkan tangan nya dengan geram,apalagi menuduhnya sangat keji.
" Mas ,aku nggak serendah itu,aku bukan Pela*ur seperti yang kamu pikirkan.Aku bersumpah kalau aku nggak...
" Stop !!" teriak Aksa mengehentikan ucapan Nuha
"Berhenti omong kosong Nuha,jangan pernah bersumpah untuk kebohongan yang kamu lakukan.Apalagi sampai bawa-bawa nama Tuhan.Itu buat aku tambah muak !!" bentak Aksa menatap tajam wajah Nuha.
Aksa melihat wajah Nuha dengan tatapan dingin apalagi melihat mata Nuha yang sudah berkaca-kaca.Namun,bagi Aksa itu semua palsu.Nuha adalah sosok yang sangat pintar bermain perannya.Dia sudah hancur karena harus menikah dengan wanita yang tak dia cintai.
Bersambung.
__ADS_1