
Selama syuting berlangsung Aksa terlihat sangat bersemangat dan ingin segera menyelesaikan pekerjaannya hari ini.
Dengan beberapa adegan pun di lakukan dengan totalitas.Untung saja partner nya pun sangat profesional dan sejauh ini pun keduanya berkerja sama dengan baik.
Jam sembilan malam syuting pun selesai.Semua crew yang terlibat pun akhirnya kembali ke hotel mereka.
Saat sampai di lobby hotel mereka langsung menuju kamar mereka masing-masing.
"Nuha,Lo udah ambil kunci kamar kita?" tanya teman satu kamar Nuha bernama Bella.
"Belum,kamu ambil saja dulu..aku mau cek keperluan boss dulu."ucap Nuha pada Bella.
"Okelah,aku ke kamar duluan yaa.."ucap Bella dan menundukkan kepalanya tanda hormat ke arah Aksa yang berdiri di sampingnya.
.
.
"Aku ambil kunci kamar mas dulu."ucap Nuha.
"Hemm.."jawab Aksa dengan wajah lelahnya.
Tak butuh waktu lama Nuha sudah membawa kunci kamar hotel Aksa dan mengajak Aksa segera beristirahat.
Sampai di kamar Aksa langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan sepatu masih terpasang di kaki nya.
Nuha melihat tingkah suaminya itu pun akhirnya dengan sigap membuka sepatu Aksa dan menaruhnya di tempat nya.
Nuha langsung masuk ke kamar mandi dan menyiapkan air buat mandi Aksa.Sekitar sepuluh menit Nuha kembali keluar dari kamar mandi dan melangkah mendekati Aksa yang tengkurap di atas tempat tidur.
"Mas,bangun dulu, bersih-bersih,airnya sudah aku siapin."ucap Nuha dengan melangkahkan kakinya kearah koper Aksa dan mengambil baju ganti untuk Aksa.
Saat berbalik menatap dimana Aksa tadi berbaring dan ternyata tak ada lagi Aksa di atas tempat tidur.Terdengar suara gemericik air di kamar mandi menandakan Aksa sudah masuk ke kamar mandi.
Nuha mendudukkan pantatnya di sofa dan memainkan ponselnya ternyata ada sebuah pesan dari Mira sahabatnya.
Saat Nuha sedang asyik bertukar pesan dengan Mira,Aksa keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang bertelanj*ng dada dan melilitkan handuk di pinggangnya dengan rambut yang masih setengah basah.
"Kamu nggak mandi?"tanya Aksa pada Nuha.
" Nanti dulu mas,kamu mau makan lagi nggak, sebelum aku balik kekamarku kali saja mas butuh sesuatu," tawar Nuha pada suaminya.
" Balik kekamarmu,ini kan juga kamar kamu..kenapa nggak disini saja."ucap Aksa mendekati Nuha.
__ADS_1
"Hahh..mas jangan ngaco, kamu sama aku nggak ada yang tahu kalau kita suami istri.Lagi pula,dalam kontrak kerja kamu pun di larang untuk dua tahun ini menikah kan,"ucap Nuha pada Aksa.
"Terus kita pisah ranjang lagi malam ini," ucap Aksa dengan wajah BT nya.
" Kamu kenapa,kan dari kemarin-kamarin kamu ogah tidur sama aku,kenapa sekarang aneh gitu?" tanya Nuha dengan memicingkan matanya menatap penuh curiga.
"Ya sudahlah,kalau kamu nggak mau tidur sama suami.Emang salah kalau suami istri tanpa cinta bisa tidur barengan terus...
" Mas,sudah deh..sehari lagu kok kita disini.Besok sore pun kita sudah pulang ke Jakarta.Sabar dong...?!" ucap Nuha.
" Oke,terus kamu mau langsung ke kamar kamu?"tanya Aksa dengan wajah yang terlihat tak rela jika istrinya jauh darinya.
" Iyalah,aku nggak enak juga harus ganggu Bella.Dia kan butuh istirahat,kamu,aku juga kan butuh istirahat juga.Aku balik ke kamar sekarang yaa..," pamit Nuha pada Aksa.
" Okelah,tapi.. setelah subuh kamu langsung kesini yaa," pinta Aksa dengan manjanya.
"Insyaallah."jawab Nuha.
Saat tangan Nuha akan menggapai pegangan pintu tiba-tiba Aksa memeluk tubuh Nuha dari belakang.
" Boleh kasih aku sesuatu yang buat aku nyenyak tidur?"tanya Aksa dengan membalikkan tubuh Nuha dengan wajah mereka yang terlihat dekat
" Apa?"tanya Nuha.
Kali ini sangat berbeda,tak ada kesan memaksa.Nuha seperti memberikan akses pada Aksa untuk melakukan yang lebih dari apa yang Aksa harapkan.
"Please sekali saja boleh?"tanya Aksa dengan pandangan yang sudah terlihat berbeda.
"Tapi,aku nggak bawa pengaman gimana,kamu...
Belum juga menyelesaikan ucapannya Aksa sudah tidak sabar lagi untuk membuat Nuha di bawahnya.
"Aku akan membuangnya di luar."ucap Aksa dengan berbisik pada Nuha.
Mau tak mau pun akhirnya Nuha mengiyakan perkataan suaminya.Walaupun yang mereka lakukan belum tanpa cinta namun,Nuha wajib untuk menuruti keinginan suaminya.Dosa baginya jika dia menolaknya.Apalagi saat ini Aksa memintanya dengan baik-baik.
Sebisa mungkin malam ini Nuha memberikan yang terbaik buat suaminya.Aksa pun malam ini terlihat berbeda.Perlakuan nya pada Nuha begitu lembut seperti suami yang sangat mencintai istrinya.
Saling berbagi peluh dan juga terlihat keduanya sama-sama menikmati keindahan malam itu.Dalam pikiran mereka pun sudah tak peduli dengan apa yang akan terjadi nanti.Nuha pun sudah tak memikirkan untuk cepat-cepat mengakhiri kegiatan mereka.Jam dua pagi Aksa baru saja menyelesaikan kegiatan berbagi peluh dengan Nuha.Aksa pun akhirnya lupa dengan perkataan nya yang akan membuang kecebong lucknat nya di luar ternyata tetap saja dia tak mampu membendung atmosfer yang ada.
Cup
Aksa mencium kening Nuha dan beranjak dari tempat tidur langsung masuk dalam kamar mandi.
__ADS_1
Sementara Nuha memejamkan matanya yang terasa sangat berat untuk terbuka.Apalagi setelah kegiatan yang mereka lakukan membuat dirinya terasa lelah.
Aksa keluar dari kamar mandi dan melihat ke arah sang istri yang tertidur pulas dengan masih dalam keadaan polos dan hanya berselimutkan selimut tebal.
"Aku kenapa bisa segila ini sama dia.." batin Aksa.
Aksa mengambil bungkusan rokok dan juga korek ke arah balkon.Dia menyalakan sebatang rokok dan menyesapnya dengab tenang.Senyum manis tersungging di bibirnya.
Drrrrrttt Drrrttt
📞 Catrine Video Calling..
Senyum manis mengembang dari bibir Aksa melihat siapa yang telah menghubungi nya.
" Hallo baby," sapa Aksa saat mengangkat panggilan dari Catrine
" Honey..miss u ." ucap Catrine dengan nada manja.
" Yakin rindu aku?"tanya Aksa dengan senyuman smirks nya.
" Kenapa,kamu nggak percaya.Kamu tahu kan aku nggak bisa jauh dari kamu lama-lama.Rasanya apa yang aku lakukan tadi belum puas." ucap Catrine dengan wajah cemberut.
"Jangan cemberut gitu sayang,kamu kenapa harus memancing ku sih.. hemm," tanya Aksa dengan senyuman nakalnya.
" Habisnya kamu ngambek sama aku,jadi biarin aku buat kamu kelimpungan mencari pelampiasan." ucap Catrine dengan kesal.
" Itulah kamu,kamu tahu semua ulah kamu buat aku terpaksa harus dilakukan nya dengan Nuha,jangan salahin aku kalau Nuha jadi pelampiasan aku kali ini.Nggak mungkin juga aku manual terus." ucap Aksa.
" Iihhh..kok gitu,kamu sengaja tidak pernah mau nyentuh aku kamu bilang mau lindungi dan jaga aku,terus sekarang kenapa kamu begitu mudahnya kamu melakukan nya sama Nuha..!!" bentak Catrine.
" Denger aku honey,kamu adalah orang yang aku cintai dan aku sangat ingin menjaga kamu.Kalau Nuha,anggap saja pemain gratis yang berkedok istri.. hahaha.." ucap Aksa dengan tawa yang terlihat sangat puas.
" Jahat kamu !!" teriak Catrine.
" Buat beberapa bulan saja sayang,terus kita cerai dan aku akan menikahi kamu." ucap Aksa .
Aksa dan Catrine memang bukan sekedar pacaran yang hanya pegangan tangan atau cium pipi saja.Mereka sering melakukan m*king out . Catrine sebenarnya ingin Aksa menyentuh nya namun,Aksa selalu menolaknya.
Ternyata tanpa Aksa sadari Nuha yang tadinya ingin bertemu dengan Aksa ingin melihat Aksa ternyata mendapatkan kenyataan yang selama ini tak dia sangka.Semua yang Aksa lakukan hanya untuk pelampiasan hasrat saja dan untuk bermain aman.
Rasa sesak di dada Nuha dengan mendengarkan ucapan Aksa dengan Catrine itu.Kenapa Aksa begitu kejam padanya.
Menangis dalam diam hanya itu yang bisa Nuha lakukan saat ini,harga dirinya kembali tergores oleh suaminya sendiri.
__ADS_1
Bersambung