
Mira dan Mario bersepakat untuk membantu Nuha pulih kembali Jelas dari keadaan Nuha,dia butuh pendampingan dokter.Bagaimana pun caranya Nuha harus baik-baik saja.
Sementara Aksa dengan keadaan yang terlihat kacau dan frustasi karena sudah hampir pagi dia tak menemukan keberadaan Nuha sang istri.
"Nuha kamu dimana sayang, maafin aku..."gumam Aksa saat menghentikan mobilnya di sisi jalan karena memang tubuhnya sudah merasa lelah.
Aksa menyandarkan tubuhnya di balik kemudi dan mengingat dua bulan ini dia sudah mempermainkan perasaan istrinya itu.Apalagi perlakuannya yang sudah memaksa Nuha untuk melakukan penyatuan secara paksa.
Sekelebat bayangan Catrine pun muncul dalam benaknya dan tanpa sadar tangannya mencengkram erat stir mobilnya.
Aksa mengamati ponselnya dan menghubungu seseorang untuk segera membereskan semuanya.
" Dimana wanita biad*b itu sekarang.."ucap Aksa saat panggilan nya terhubung.
" Gue akan share lock dimana dia berada,jangan kaget dia sedang sibuk dengan kekasihnya."ucap orang yang terdengar mengejek.
" Jangan banyak omong,kirim sekarang."ucap Aksa dengan langsung mematikan panggilan ponselnya.
Tidak tahu saja orang yang sedang diajak bicara diserang sana sedang mengeram kesal karena kebiasaan bossnya yang selalu seenaknya saja.
Tak butuh waktu lama notifikasi pesan terdengar di ponsel Aksa.Langsung saja Aksa meluncur ketempat yang dimaksud orang suruhannya.
Aksa berencana untuk membuat semuanya selesai dan menghancurkan kebohongan yang Catrine ciptakan.
Tak butuh waktu lama Aksa sampai di sebuah parkiran apartement dan itu adalah apartemen milik Catrine yang dia belikan.
Aksa dengan langkah mantap dan dengan aura dingin nya kini melangkah menaiki lift yang menuju unit milik Catrine.Tak perlu lagi basa basi Aksa menekan sandi yang sudah dia hafal luar kepala.
Aksa masuk ke dalam apartement tersebut, terlihat hal yang tidak pernah dia sangka ternyata Catrine dengan liciknya membuat dirinya merasa bersalah pada waktu kejadian bersama Nuha.Namun,saat ini dengan adanya dirinya melihat betapa menjijikkan nya Catrine sirna sudah rasa bersalah bahkan rasa cinta yang dia jaga selama ini menguap seketika tanpa sisa.
Aksa melihat dengan nanar baju baju berserakan di ruang depan sampai ruang tengah dan juga ada sepatu dan juga high heels milik Catrine berserakan disana.
__ADS_1
Terdengar jelas suara lucknat dari sebuah kamar.Aksa menarik nafasnya dengan dalam dan mulai membuka handle pintu kamar tersebut dengan lebar tanpa suara.
Terpampang jelas dua orang yang sedang melakukan kegiatan menjijikkan di atas tempat tidur itu.
Prok Prok Prok Prok
Aksa bertepuk tangan dengan senyuman menyeringai menatap dua orang yang kini terkejut dengan kemunculan Aksa disana.
" Aksa..!!" seru dua orang itu.
" Upsss..sorry gue ganggu kegiatan kalian.Gue cuma mau bilang waktu kalian sudah habis kekasih barang-barang kalian dari sini."ucap Aksa dengan nada datarnya.
" Aksa kenapa kamu..
" Catrine gue nggak punya banyak waktu buat ngasih penjelasan ke Lo,sekarang Lo sama kekasih Lo itu bisa angkat kaki dari sini.Karena besok gue akan jual apartment lucknat ini dan Lo Catrine kalau Lo anggap gue akan nangis bombay karena gue lihat kegiatan Lo ini sama dia,kalian salah.Gue kasih waktu sepuluh menit buat beveres.Sepuluh menit kalian belum kelar gue bakal bertindak kasar sama kalian." ungkap Aksa dengan wajah dunianya.
" Aksa ,kamu nggak bisa gini sama aku.Apartement ini sudah kamu berikan untukku kenapa harus aku yang pergi dari sini."teriak Catrine tak terima.
" Lo ini,urat malu Lo sudah putus ya inget Catrine apartement ini masih atas namaku,mobile yang Lo pake pun masih atas nama gue.Jadi,kalian bisa pergi dari sini." ucap Aksa dengan wajah serius nya.
" Baik, itu yang kamu minta tapi,ingat Aksa akan aku hancurkan semua yang kamu punya Lo nggak akan bahagia ." ancam Catrine.
Bondan yang sedari tadi masih santai kini melangkah keluar dari kamar Catrine.Sebenarnya dia nggak mengharapkan hal ini,karena Catrine belum bisa menghancurkan Aksa bahkan keluarga Aksa.
Catrine memandang wajah Aksa dengan penuh kebencian.
" Gue nggak akan pernah rela Lo bahagia Aksa,akan gue pastikan hidup Lo hancur..!!" ancam Catrine saat dia keluar dari kamar nya dengan menyeret dua koper besar dari kamarnya.
"Kita lihat saja nanti,dan Lo ..bawa jal*ng lo pergi dari sini."ucap Aksa menatap tajam Bondan.
Tanpa ada kata yang terucap dari mulut Bondan dia melangkah menuju pintu keluar apartement.Namun,saat melintas di dekat Akan tubuh Bondan sengaja menabrakan bahunya pada Aksa sampai Aksa menggeram kesal dibuatnya.
__ADS_1
"Jangan pernah menampakkan wajah kalian di sekitar ku,kalau kalian nggak mau menyesal."ancam Aksa.
" Lo pikir dengan kayak gini Lo hebat,tunggu saja apa yang sanggup gue lakuin buat hancurin hidup Lo,seperti Lo hancurin hidup seseorang yang berarti di hidup gue."ancam Bondan.
" Emang Lo pikir gue takut,gue rasa Lo perlu tahu kebenaran nya tentang Diah.Lo salah kalau Lo harus bermain dengan cara gini.Karena perempuan ini nggak ada artinya di hidup gue.Pastinya juga hidup Lo Bondan,karena setahu gue Lo cuma cinta sama Diah bukan," ucap Aksa memprovokasi keadaan debgan senyuman mengejek ke dua manusia yang Aksa anggap menjij*kkan.
" Apa maksudnya semua ini,Bondan apa benar yang dikatakan Aksa barusan?!" cecar Catrine.
" Aaaaa..berisik ,awas Lo !!" ancam Bondan menatap sinis kearah Aksa dan berlalu pergi.
Catrine pun akhirnya membuntuti Bondan karena memang semuanya sudah berakhir sekarang,Aksa sudah tahu kalau dia mengkhianati nya dan Catrine hanya mencintai Bondan.Namun saat ini Catrine melihat perubahan Bondan.Apalagi dengan mendengar ucapan Aksa membuat pikiran Catrine terganggu.
Catrine takut jika Bondan hanya memanfaatkan nya demi seorang wanita lain.
Karena memang dari awal Bondan menyuruhnya untuk menjalin kedekatan dengan Aksa dengan alasan Aksa sudah menghancurkan hidupnya dan ingin segera membalas dendam pada Aksa untuk melakukan itu Catrine harus bisa menikah dengan Aksa dan dia akan menguras habis harta Sadler namun,semuanya gagal dan kini Bondan sedang berfikir dengan gimana caranya menghancurkan Aksa dengan cara lain.
Catrine terus mengekori langkah Bondan dengan kewalahan menyeret dua koper besar miliknya.
"Bondan tunggu !!" seru Catrine mengehentikan langkah Bondan.
"Ngapain kamu buntutin aku ?!" bentak Bondan
Catrine terkejut dengan tindakan Bondan yang membentaknya dan melarangnya mengekori Bondan.
" Kamu kok gitu sih,aku udah di usir Aksa Bondan dan kita sudah ketahuan oleh nya." ucap Catrine dengan menatap sedih kearah Bodan.
"Kamu kan yang di usir kan ,mulai detik ini kita nggak ada apa-apa dan jangan pernah hubungi atau menemuiku lagi,kita selesai."ucap Bondan dengan tanpa belas kasih.
"Bondan mana bisa kamu mencampakkan aku kayak gini,ini bukan hanya kesalahan aku.Ini juga kesalahan kamu.Coba kalau kamu nggak ke apartemen pasti kita nggak akan kayak gini..!!" tutur Catrine dengan nada tinggi.
Bagaimana pun Catrine tak terima dengan perlakuan Bondan padanya.Dia sudah menyerahkan semuanya untuk Bondan.Tapi,karena nafs* Bondan tak bisa di bendung lagi Bondan yang notabene nya hyper malam ini mendatangi apartement Catrine untuk menuntaskan hasr*tnya pada kekasihnya itu.
__ADS_1
Bersambung