
"Dari mana kamu?" tanya Aksa dengan lantang saat Nuha baru datang masuk dalam apartement nya.
Nuha tercekat seketika.Langkahnya terhenti saat suara keras yang di lanyangkan Aksa padanya.Matanyapun memindai saat melihat Aksa yang terlihat duduk memandang Nuha dengan nyalang dan disampingnya Catrine duduk dengan bersandar pada Aksa dengan manja.Hati istri mana yang tak panas melihat nya.
"Kenapa kamu lihat Catrine kayak gitu,kamu nggak suka dia di sini.Ingat Nuha kamu itu hanya istri sementara aku."ucap Aksa dengan lantang nya.
"Aku nggak mungkin lupa mas dengan status kamu dan aku hanya punya pernikahan diatas kertas.Aku ingat itu,tapi..setidaknya kamu juga hormati aku selama aku masih menjadi istri kamu.Apa tujuan kamu yang mempermainkan perasaan aku mas,kenapa kemaren kamu menawarkan hubungan antara kita dan sekarang kamu balik dengan begitu saja.Kamu pikir aku apa..?!!" ucap Nuha dengan lantang.
Mendengar ucapan Nuha sontak membuat Aksa murka .Dengan cepat dan tanpa basa basi Aksa menarik tangan Nuha dan membawanya ke dalam kamar dan langsung menguncinya.
"Kamu sudah berani menantang ku Nuha,aku bilang tadi jangan sampai kamu lama-lama tapi, kamu tidak tahu di untung jadi istri,Kamu sudah seenaknya saja melanggar perintah ku."ucap Aksa dengan mencengkram dagu Nuha dengan geram dan menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur.
"Keterlaluan kamu mas !!" jerit Nuha.
"Kenapa ,kamu mau aku kasari lagi lebih dari ini !!" bentak Aksa menatap nyalang Nuha.
" Aku salah apa sih mas,aku hanya ingin bertemu dengan sahabat aku Mira ,bukan selingkuh kayak apa yang kamu buat..!!" sentak Nuha dengan mata yang sudah terlihat basah karena air matanya.
Plak
"Dengar baik-baik,kamu yang sudah hadir dalam hubungan ku dengan Catrine.Kamu ingat,aku nggak akan pernah bisa menerima kamu apalagi cinta sama kamu.Soal kemarin,aku nggak ngomong soal saling menerima itu pun karena aku terpaksa,asal kamu tahu..aku terpaksa menyentuh kamu malam itu !!" ucap Aksa dengan wajah merah karena merasa marah.
Mendengar hal itu hati Nuha terasa tersayat dan memaki habis dirinya sendiri yang sudah begitu bodohnya percaya dengan rayuan Aksa malam itu.Tangis Nuha terdengar sangat memilukan,dia pandang Aksa dengan rasa kecewanya dan juga benci.
"Baiklah,jangan pernah kamu sesali apa yang kamu ucapkan hari ini.Karena dengan kamu bicara seperti ini aku tahu kamu nggak layak untuk dijadikan suami ku.Ceraikan aku, nggak akan sudi aku menganggap kamu menjadi suamiku."ucap Nuha dengan mata yang terlihat sangat menyiratkan kebencian.
"Dengar kan aku,jangan harap kamu dengan mudah terbebas dari pernikahan ini.Aku ingin kamu hancur karena sudah berani menjebakku dalam pernikahan sial*n ini..!!"ucap Aksa dan segera meninggalkan kamar itu dan membanting pintu kamar nya dengan keras.
__ADS_1
Nuha sudah tak sanggup lagi berlama-lama tinggal di tempat itu,namun..dia tidak ingin gegabah dalam bertindak.
Aksa pergi ke sebuah Club' dan seperti biasa dia langsung memesan ruangan VIP untuk membuat hatinya sedikit lebih baik.
Saat Aksa menikmati kesendirian nya dengan gelas wine di tangannya pintu ruangan itu terbuka menampakkan dua orang yang tak lain adalah sahabatnya.
"Haii bro..!!" ucap seseorang yang dengan cepat duduk di samping Aksa.
"Kenapa kalian kesini,tahu dari mana gue disini?"tanya Aksa memandang dua sahabatnya itu.
"Gue tahu dari Gerry,katanya Lo kelihatan kacau waktu masuk kemari makanya dia hubungin kita."ucap pria tampan yang bernama Lucas
"Kenapa Lo sebenarnya,bukannya Lo lagi hangat-hangatnya sama bini Lo itu."ucap pria yang satu bernama Martin.
"Jangan bahas dia,dia sudah berani membangkang ."ucap Aksa dengan wajah tak suka.
"Maksud Lo apa,jangan pernah jelek-jelekin Catrine "ucap Aksa dengan pandangan yang tajam menatap Martin.
"Tapi,gue pernah liat dia....
Drrrrrttt Drrrttt
Sebelum Martin melanjutkan omongannya tiba-tiba ponsel Aksa berdering, dengan cepat Aksa melihat nama yang tertera di ponselnya.
"Ada informasi apa?" tanya Aksa dengan datar.
"Semua lengkap,mau gue kirim langsung?" tanya seseorang di sebrang sana.
__ADS_1
"Kirim langsung sekarang,gue tranfer yang Lo minta."ucap Aksa dengan cepat langsung mematikan panggilan ponselnya.
Tak lama terdengar notifikasi pesan pada ponselnya,bukan sekali ponselnya bergetar tapi..beberapa kali.
Aksa dengan wajah yang terlihat penasaran dengan cepat membuka pesan yang dikirimkan seseorang yang dia suruh untuk menyelidiki tentang Catrine.
Setelah melihat penampilan yang ada di ponselnya,seketika rahangnya mengetas,matanya melotot melihat fakta apa terpampang di depannya .Semua kebusukan Catrine dengan jelas dan gamblang terpampang nyata di depannya ,dan dia pun tak menyangka jika Catrine dengan tega membuat dirinya sendiri berbuat salah pada Nuha.Yah,rekaman malam kelam yang Aksa lewatkan dengan Nuha pun ada.Dimana dia dengan tega membuat Nuha kehilangan kesuciannya.
Kepala Aksa mendadak terasa ada batu besar yang sudah di lempar ke kepalanya,dan seperti ada belati tajam menghujam dadanya sampai merasakan begitu sakit dan menyesakkan dadanya melihat fakta yang tersimpan rapat selama hampir dua bulan ini.
Air matanya mengalir deras tanpa dia sangka,mengingat pengkhianatan Catrine yang dia tahu saat ini dan menangisi perbuatan kasarnya pada istrinya.Apalagi sudah berkali kali Aksa menyakiti hati Nuha dengan kata-kata pedasnya dan Aksa melihat telapak tantangan,telapak tangan itu terasa bergetar karena mengingat dengan tangan itu dia menyakiti fisik Nuha yang terlihat tak berdaya dan juga terlihat sangat kesakitan.
Aksa dengan cepat meraih kunci mobilnya dan bergegas pergi meninggalkan Club itu dan mengarahkan mobilnya ke arah apartement miliknya.Dengan kecepatan diatas rata-rata Aksa dengan Gil* menuju Apartement nya.Sampai disana mobilnya terparkir dan langsung keluar dari mobil dan berlari menuju atas tempat dimana unit apartment nya berada.Aksa menekan tombol pin masuk apartement dan segera masuk kedalam.
Dia sedikit berlari menuju kamar nya.
Brakkk..
Aksa membuka pintu kamar dengan kasar dan dengan nafas terengah-engah berdiri mematung di ambang pintu ,melihat diatas tempat tidur yang kosong,lalu dia merasakan hatinya mulai gundah.
" Nuha..Nuha...Nuha..!!" panggil Aksa memanggil Nuha.
Aksa membuka pintu kamar mandi dan ternyata juga kosong,keluar kamar menuju ke dapur pun tak ada sosok yang dia cari.Dia kembali ke kamar dengan hati mulai tak enak.
Dia membuka work In closed dan membuka lemari tempat baju Nuha di simpan dan terlihat kosong hanya ada satu potong baju yang pernah dia belikan untuk acara waktu sebelum kejadian malam kelam itu.Tubuh Aksa luruh seketika,tubuhnya lemas tak berdaya melihat kenyataan jika Nuha sudah pergi darinya.
Bersambung
__ADS_1