
"Pokoknya Rafa mau bobo sama Om Sa' nggak mau sama bunda ..huaaaaaaa!!" teriak Rafa dan menangis dengan keras.
"Ssstttt ..jangan nangis dong,jangan juga marah-marah sama bunda,kita bobo di kamar Om Sa' yaa..."bujuk Aksa dan Rafa pun mengangguk setuju.
Tangis Rafa pun berhenti seketika.Rafa pun menunjukkan penolakan pad Nuha saat itu berusaha mengambil Rafa dari gendongan Aksa.
"Aku nggak mau sama bunda,Rafa maunya sama Om Sa' !!" ucap Rafa dengan ekspresi yang menggemaskan.
"Sudahlah,ngalah sama anak sendiri apa susahnya.."ucap Mira dengan berbisik pada Nuha.
"Tapi masa Rafa mau tidur sama dia sih,kalau tengah malam dia bangun gimana," ucap Nuha lirih.
"Kalau gitu Lo ikut ke kamar Aksa aja." timpal Mira.
"Sembarangan,bukan muhrim,"
"Ya elah,dulu aja Lo suka satu kamar sama Aksa sebelum jadi istrinya,Aksa yang suka sibuk syuting pasti Lo satu kamar kan sama dia ,"
"Iiihhh..beda lah,kita rame-rame juga dua bad juga ."
"Ya udah sih,apa susahnya pindah kamar yang dua bad."
"Tau lah,pusing sama si bocil.Kenapa tiba-tiba di bucin banget sama pria tengil itu sih..."
"Lahhh... tengil -tengil gitu bapak moyang nya, kecebong lucknatnya yang buat Lo tek dung..!!"
"Lambe Mu ..!!" seru Nuha dengan menabok bibir Mira pelan.
"Sontoloyo..!!" umpat Mira.
.
.
Setelah banyak perdebatan akhirnya Nuha pun mengikuti Aksa yang membawa Rafa ke kamarnya.
"Yeeeeaahh...aku bobo sama Om Sa' !!" seru Rafa saat masuk ke kamar hotel yang di pesan Aksa.
"Masuklah,kenapa..takut?"goda Aksa dengan menaik turunkan alisnya.
"Iiihhh..awas kalau macam-macam !!" ancam Nuha.
__ADS_1
"Aku cuma pengen satu macam kok,nggak banyak kan,"
Aksa melihat ke arah Rafa yang sudah berbaring di atas tempat tidur dan sedang menikmati susunya dari botol susunya.
Aksa memepet tubuh Nuha Kedinding dekat pintu masuk.Aksa tak lupa mengunci pintu itu.
"Kenapa di kunci?"tanya Nuha dengan polosnya.
"Karena aku mau," jawab Aksa dengan santai.
"Buka.."
"nggak "
"Buka "
"Nggak "
" Kamu....!!" seru Nuha dengan menuding ke arah wajah Aksa.
"Kenapa sekarang jadi galak sih,tapi..aku suka kok.." goda Aksa.
"Sinti*g !!" umpat Nuha berusaha Mendo tubuh Aksa dari dirinya.
"Apa sih mau kamu," ucap Nuha dengan wajah kesalnya.
"Kamu masih nanya,aku mau apa..yang jelas aku mau kamu."jawab Aksa santai.
"Ngigo kamu, diantara kita udah nggak ada apa-apa dan jangan lupa sampai kapan pun kita nggak akan pernah bisa sama-sama,aku sama kamu itu beda.Sudahlah jangan pernah bahas apapun lagi tentang masa lalu yang buat aku hampir gil* !!" ucap Nuha dengan nafas membuat dan dadanya yang terlihat naik turun karena menahan emosi yang selama ini dia pendam.
"Maaf,aku tahu aku salah.Aku ingin memperbaiki hubungan kita dan kamu harus ingat ada Rafa diantara kita."ucapan Aksa sedikit berbisik.
Deg..
"Rafa,kamu nggak ada hubungan apapun dengan Rafa,dia.....
"Dia anakku,benarkan..jangan pernah berfikir kamu lakukan kebohongan Nuha.Kamu tentu tahu bagaimana aku.Jika aku mau,aku akan buktikan jika benar Rafa anak kandungku.Kamu sudah buat aku jadi ayah yang nggak bertanggung jawab Nuha.Apa kamu tahu,selama tiga tahun lebih dan sejak kamu pergi,aku cari kamu,aku memilih jadi pilot itu salah satu cara aku buat cari kamu.Aku tahu, aku nggak bisa melakukan ke beradaan kami semua itu karena Mario kan ,informasi tentang kamu sudah di blokir."
"Sudahlah,aku nggak mau kamu ganggu hidup aku Sa..."
"Aku nggak akan ganggu kamu,aku cuma ingin kasih perhatian dan kasih sayang aku sama Rafa,anak aku Nuha..!!" ucap Aksa dengan penuh penekanan.
__ADS_1
"Dia bukan anak kamu..!!' bentak Nuha memandang nyalang kearah Aksa.
"Terus anak siapa,suami kamu belum menikah lagi ,jual diri..?"
Plakkk
"Jangan pernah berfikir aku serendah itu !!"bentak Nuha.
Aksa memegang pipinya yang sempat ditampar oleh Nuha dengan keras tadi.
Dia menatap Nuha dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Aku harus berpikir gimana, baik kita lakukan test DNA ."ucap Aksa dengan menatap intens Nuha.
Deg..
"D_DNA maksudnya,kamu mau merebut Rafa dari aku ?!!" sentak Nuha mendorong tubuh Aksa menjauh dari dirinya.
"Bila perlu akan kulakukan jika kamu masih mencoba menyembunyikan fakta tentang Rafa pada ku.."ancam Aksa.
"Kenapa kamu jahat ,kenapa selalu saja mengancam,kenapa kamu selalu buat aku sakit hati,kenapa kamu selalu sesuka hati ,Hahh..?!!" ucap Nuha dengan suara yang lantang dan terkesan berteriak dan memukul dada bidang Aksa bertubi-tubi dengan Isak Tania mengiringi.
Aksa tak melawan atau menghentikan aksi Nuha,dia tahu dia sudah melukai hati wanita yang dia yakini sudah melahirkan putranya yang sekarang sedang tidur tanpa harus peduli dengan dua orang dewasa yang bertengkar di dekatnya.
Tubuh Nuha merosot ke bawah dan terduduk di lantai kamar hotel dengan menyembunyikan wajahnya diantara dua lutut kakinya dengan masih menangis.
Aksa pun ikut berlutut di depan Nuha yang terduduk di depannya dengan posisi masih menyembunyikan wajahnya .
Aksa dengan tanpa ragu merengkuh tubuh yang masih bergetar karena menangis
"Maaf,maafkan aku..bukan maksud aku buat mengambil Rafa dari kamu.Kalau memang Rafa anak kamu dengan aku,berikan aku kesempatan untuk melakukan kewajiban aku sebagai ayahnya.Aku nggak mau gagal lagi.Aku sudah gagal jadi seorang suami yang begitu sangat bod*h dan sudah menyia-nyiakan istri sebaik kamu.Aku nggak mau aku di anggap ayah yang ymtak bertanggung jawab.Aku punya hak atas Rafa dan Rafa pun punya hak untuk mendapatkan kasih sayang ayahnya.Aku mohon kamu ngerti Nuha..."ucap Aksa masih memeluk tubuh yang masih dengan posisi awal.
Nuha mendengar ucapan Aksa sontak mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Aksa yang ternyata matanya sudah tidak bisa membendung air matanya.
Nuha masih sesegukan dalam tangisnya.Nafasnya sesak saat mendengarkan Aksa akan mengambil Rafa,dia tak mau kehilangan Rafa.
"Aku ibu Rafa Aksa ,kamu nggak tahu betapa beratnya aku mengandung dan melahirkan anak ku tanpa ada suami dan keluarga hanya ada Mira dan Mario yang menjadi teman ku disaat aku terkena baby blues aku rapuh Aksa,itu karena kamu..!!"
ungkap Nuha dengan wajah sedihnya dan menerawang jauh mengingat dimana dia sangat berat menghadapi masa-masa baby blues yang sempat menyiksa dirinya.Dia sempat tak mau mendekati Rafa karena takut melukainya.
Bersambung
__ADS_1
.