SECRET WIFE (Cintai Aku Sekali Lagi)

SECRET WIFE (Cintai Aku Sekali Lagi)
#Melihat Nuha


__ADS_3

"Tik,Mario barusan telpon aku dia bilang mau ajak kita jalan-jalan keluar negri sama Nisa juga sama Rafa.Katanya untuk membuat Rafa seneng gimana menurut kamu ?"


Mendengar ucapan Mira barusan membuat otak Nuha berpikir.


"Mikir lagi deh,kamu sadar nggak sih..selama ini kamu itu sudah menjadi orang yang paranoid dengan apa yang ada dalam otak kamu itu.Lagian kalaupun kamu sama Aksa ketemu berarti sudah takdirnya bertemu.Kalau Rafa ketemu Aksa juga sudah seharusnya ketemu, bagaimana pun dia ayah Rafa,mau kami umpetin sampai kapan pun kalau Allah berkehendak buat mereka ketemu kamu mau bilang apa,mau nyalahin Allah bahkan takdir kamu sendiri?!"


ucapan panjang lebar Mira membuat Nuha pun membenarkan apa yang dikatakan sahabatnya itu.


"Baiklah,atur aja aku terima beres."ucap Nuha dengan santai.


"Hemmm...oke,setidaknya kamu keluar kandang komodo." ucap Mira dengan wajah meledek.


"Miraaa !!" teriak Nuha mendengar ledekan sahabatnya itu.


Hahahaha...


Tawa renyah terdengar membuat empat orang yang ada di tepi kolam renang mendengar teriakan Nuha.


"Suara itu.."gumam Aksa.


"Sa,Lo kenapa?"tanya Brian menyenggol lengan Aksa.


"Hah,nggak papa..kita jadi kepantai?" tanya Aksa mengalihkan pembicaraan.


"Jadi kuy..."ucap Regan


"Kita siap-siap kalau gitu."ucap Ikhsan.


Mereka berempat akhirnya bersiap ke pantai yang masih dalam satu komplek dengan resort itu.


Keempat pemuda itu pun akhirnya keluar resort dan berjalan menuju mobil yang di sediakan untuk mobilitas penyewa resort.


Saat keempat orang itu asik berjalan dengan canda tawa keempat nya karena mereka sedang menikmati quality time berempat.


Aksa melebarkan matanya saat menangkap sosok wanita yang lama dia cari.Begitu jelas dan nyata.Wanita itu terlihat menaiki sebuah mobil mewah yang keluar dari parkiran restaurant yang ada di resort tersebut.


"Nuha,"gumam Aksa saat melihat wanita itu menutup kaca mobil.


"Kenapa Lo Sa,kok bengong gitu?"tanya Ikhsan.


"Nuha...Nuha..Nuha tunggu..!!" teriak Aksa seraya berlari mengejar mobil yang membawa sosok wanita yang dia cari.


Melihat Aksa berlari mengejar mobil yang sudah melaju kencang meninggalkan tempat itu ketiga sahabat itu pun ikut mengejar Aksa.

__ADS_1


"Aksa...Aksa sudah,jangan di kejar lagi percuma..!!" seru Brian


"Sial, kenapa harus lepas sih..!!" geram Aksa kesal pada dirinya sendiri.


"Sabar bro, mungkin belum saatnya kalian ketemu.Tenanglah,kita mendingan langsung ke tempat parkir.Kita sudah di tungguin soalnya."ucap Regan menarik lengan Aksa


Mereka pun akhirnya melangkah menuju parkiran Resort dan saat akan masuk ke mobil tiba-tiba ada suara yang membuat mereka urungkan niat mereka.


"Om' Sa,Om Ican..!!" seru seseorang yang tiba-tiba memanggil dengan nama yang lucu


"Rafa berhenti sayang,nanti jatuh lagi..!!"teriakan Nisa berhasil mengalihkan pandangan ke empatnya pada sosok bocah menggemaskan yang sedang berlari dengan suster nya yang merepotkan membawa barang bawaan.


"Rafa,stop boy !!' seru Aksa dan langsung dengan cepat menghampiri si bocah yang seketika berhenti berlari.


Nisa dan Aksa bernafas lega karena Rafa mengikuti teriakan Aksa.


"Ya Allah Rafa,bunda tadi bilang apa sama Rafa, nggak boleh lari-lari terus kalau kamu jatuh lagi nanti bunda sedih,nanti mbak Nisa juga sedih,aunty Mira sedih,Om Rio juga.Kalau nanti Rafa sakit nggak bisa ikut bunda naik pesawat."ucap Nisa nyerocos tak ada hentinya.


"Nisa kamu lagi curhat?" tanya Ikhsan dengan wajah herannya.


"Hehehe..biasa tuan,kalau Rafa harus selalu di ingetin omongan bundanya biar dia ngerti.Maaf yah,kalian semua jadi keganggu dengan adanya Rafa."ucap Nisa tak enak hati.


"Nggak masalah sama tingkah Rafa,emang bundanya kemana?"tanya Brian memandang suster Rafa itu.


"Tadi Rafa kenapa lari-lari,jangan suka lari-lari di luar kayak gini takut ada mobil atau motor sayang,Rafa anak pinter kan?"


Ucap Aksa dengan lembut dengan masih menggendong bocah itu.


"Tapi,Rafa mau main sama om'Sa sama om Ican terus itu om berdua Rafa ndak tahu namanya." celoteh si bocah menggemaskan itu.


"Ini Om Brian dan ini Om Regan,Rafa mau ikut kepantai soalnya om mau main kesana."ucap Aksa dengan melirik ke arah Nisa sekilas.


"Mau..mau..mau..Rafa mau kepantai mba,sama Om nya semua.." ucap Rafa dengan antusias.


"Wah kalau gitu Rafa telpon bunda dulu kalau diijinkan kita ikut kalau nggak nggak papa yah,nanti kalau bunda nggak kerja kita kepantai."ucap Nisa dengan memberikan perhatian pada bocah asuhnya itu.


"Tapi bunda kerja terus nggak pernah libur,kalau libur ada Om Rio aja mba.."ucap Rafa dengan wajah sedih mengingat bundanya yang tak punya waktu banyak untuk bermain dengannya.


"Jangan sedih dong,sekarang ada Om-om nya ajakin Rafa main,jangan sedih yaa.."bujuk Aksa dan mencium pipi gembul Rafa.


"Ayah nggak pulang-pulang jadi bunda kerja terus,kata bunda Ayah nggak punya uang buat pulang, kasihan ayah tapi,kasihan lagi bunda..pasti capek,kalau malam bunda suka gini urut-urut kaki sama tangannya.Rafa jadi sedih.."ucap Rafa dengan membenamkan wajahnya di dada bidang Aksa.


"Ya Allah,apa yang terjadi sama keluarga kamu Rafa..sampai anak sekecil kamu bisa ngomong begini,kenapa hatiku rasanya sakit saat anak ini cerita."batin Aksa memeluk erat tubuh Rafa.

__ADS_1


"Bocah ini lancar banget curhatnya,kasihan juga ayah sama bundanya terlalu sibuk."batin Brian


"Ni bocah kasihan juga nggak ada teman hanya sama susternya saja."batin Regan


" Kenapa semudah itu Rafa curhat sama Aksa dan sama kita semua,kasihan dia sebenarnya anak yang cerdas."batin Ikhsan.


📞Ibu Rafa Calling...


Telpon genggam Nisa tiba-tiba berdering dan menampakkan nama si penelepon.


"Assalamualaikum Bu..


"Wa'alaikumsalam Nis,kamu dimana?"


"saya di resto resort Bu.."


"Kamu yakin Rafa mau ikut mereka,tapi..kamu jagain bener-bener yaa...jangan sampai kenapa-kenapa."


"Baik Bu ,Nisa akan jaga Rafa dengan baik.Mungkin ini juga untuk cara Rafa berinteraksi Buu..'


"Ya sudah tolong atur tidur siang nya juga,jangan lupa kasih makanan sebelum main air supaya dia nggak gampang demam."


"Siap Bu,Ibu pulang jam berapa ?"


"Saya kayaknya malam Nia,ada masalah di hotel harus saya handle dulu."


"Baik Bu,ibu jaga diri,jangan lupa makan juga, Assalamualaikum ."


"Wa'alaikumsalam.'


Panggilan telpon mereka berhenti dan menatap Rafa dengan wajah ceria.


Rafa kata bunda kalau mau ikut sama omnya harus turuti kemauan mbak Nisa, boleh?"


"Boleh,bunda bilang apa mba?


" Jangan lupa sama schedule tidur siang dan semuanya.Jangan terlalu malam pulangnya."


"Oke kalau gitu,benar kan Fa?" tanya Aksa pada Rafa


"Iya om ." jawab Rafa semangat.


Mereka akhirnya memutuskan untuk ke pantai yang terletak tak jauh dari resort karena membawa Rafa.Sedangkan Rafa terlihat sangat senang pertama kali pergi bukan dengan bundanya tapi, orang lain.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2