
Malam hari di pulau Lombok keluarga Nuha sangat bahagia apalagi kakek dan neneknya yang sudah melihat cicitnya.Rafa pun langsung dekat dengan keduanya.
"Nuha.."panggil sang tante yang melihat Nuha duduk menyendiri di samping risortnya.
"Tante ,sini.."ucap Nuha menepuk tempat duduk di sampingnya.
"Kamu lagi ngapain, sendirian apalagi di tempat sepi.Anak kamu aktif banget,Nenek sama kakek seneng banget main sama Rafa."ungkap Tante Agni.
"Tante nggak istirahat,nggak capek?"tanya Nuha menatap Agni dengan intens.
"Belum ngantuk juga.Lagian tante kangen ngobrol sama kamu.Tante nggak nyangka kalau mau di kasih kejutan seperti ini,dengan mengubah status tante jadi seorang Oma,belum juga nikah udah di panggil Oma..lucu yaa..hehehehe."ucap Agni dengan perkataan konyonya.
"Walaupun begitu Tante itu Oma nyentrik nya Rafa,Cantik dan cerdik."ungkap Nuha dengan menyandarkan kepalanya di bahu sang Tante
"Pasti kamu berat jalanin semua ini sendiri kan ndok',maafin Tante juga nenek sama kakekmu.Kami tidak tahu menahu apa yang terjadi dalam rumah tangga kamu dan Aksa.Waktu itu Aksa datang dengan wajah yang terlihat kacau.Dia nanyain kamu ada di sana atau tidak,tanpa kami tanya dia mengakui semua kesalahannya.Alhasil dia kena pukulan kakek dan juga beberapa saudara kita.Dia nggak lawan,kata dia itu pantas dia dapatkan.Saat akan pergi dia pamit untuk menjadi Pilot profesi barunya."ucap Tante Agni panjang lebar.
"Pilot, yang aku tahu memang dia sudah suka bidang itu dan basic keluarganya pun punya maskapai penerbangan juga."ucap Nuha mengingat perkataan Aksa sebelum peristiwa malam itu terjadi.
"Kamu sudah move on dari dia yah?"tanya Agni pada sang ponakan.
"Entahlah lah tan,yang jelas untuk memulai dari awal lagi Nuha takut.Apalagi sekarang ini aku ada Rafa,aku nggak mau gagal untuk kedua kalinya.Orang yang akan bersamaku tentu harus bisa menerima Rafa dan menyayangi dia seperti anaknya sendiri."terang Nuha
"Tapi,tante perhatikan Mario itu punya rasa sama kamu.Dari dia menatap kamu tante bisa lihat dia menatap kamu dengan tatapan lain." ungkap Agni pada ponakannya itu
"Tante ngaco, sudahlah walaupun dia punya rasa tapi aku nggak,gimana dong?"
Agni hanya bisa pasrah dengan apa yang di katakan ponakannya itu.Mungkin Nuha belum berani membuka hati untuk orang baru.Atau bisa jadi dia takut akan sebuah pernikahan.
"Terserah kamu,yang jelas kamu nggak bisa egois apalagi kamu punya Rafa,dia butuh figur seorang ayah.Kalaulah kamu masih belum bisa move on,coba aja kamu mengenal orang lain siapa tahu dia cocok dan sayang dengan Rafa. Pertimbangkan ucapan tante,jangan terlalu egois.Kamu berhak bahagia."ucap Agni dan beranjak dari tempat duduknya dan melangkah masuk kedalam resort.
Nuha termenung memikirkan apa yang dikatakan tantenya tak ada yang salah,dia tak bisa egois lagi apalagi ada Rafa sekarang.
__ADS_1
"Aksa,anak kamu sudah besar.Maaf aku menutupi dia dari seluruh keluarga mu."ucap Nuha dalam hati .
Tak dipungkiri pengalaman berumah tangga dengan Aksa membuat dirinya ada trauma pada sebuah komitmen.Takut akan terjadi kekerasan terhadap dirinya apalagi ada Rafa sekarang.
.
.
Jakarta di malam hari..
Aksa bersama kedua orang tuanya kini sudah berada di sebuah rumah besar yang merupakan rumah salah satu sahabat kedua orang tua Aksa.
"Selamat datang William,Mala,Aksa akhirnya kamu ada waktu juga bertemu dengan Om mu ini..hahaha."
Sebuah sambutan hangat tuan rumah menyambut kedatangan keluarga sahabatnya
"Apa kabar Her..,"
"Aksa ayo kita masuk,kedatangan kamu sungguh di nantikan.Apalagi Salsa yang sudah rindu dengan teman masa kecilnya."ucap Mirna mempersilahkan tamunya untuk bergabung dengan yang lain ketempat acara diadakan.
Terlihat banyak orang yang mereka kenal,kedatangan Aksa yang banyak mencuri perhatian para tamu undangan.
"Aksa kesayangan ku..!!" pekik seorang wanita dengan dandanan yang begitu memukau menghampiri Aksa dan kedua orang tuanya.
"Tante Jee,apa kabar.." ucap Aksa dan menyambut sapaan wanita itu dan memeluk tubuh wanita yang nyentrik itu.
"Kamu yang apa kabar,sudah ada kabar tentang Nuha ?" bisik Jee pada Aksa.
Aksa yang mendengar pertanyaan Jee pun hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan wajah yang berubah murung.
"Sorry,tante kangen juga sama dia.Semoga dia baik-baik saja di luar sana."ucap Jee lirih yang hanya bisa di dengar keduanya.
__ADS_1
"Kamu apa-apaan sih Jee,masa nggak mau ngalah sama anak muda main sosor aja kamu ini," protes Mirna pada sahabatnya yang terbilang bar-bar itu.
"Hmmm..buat apa Aksa harus ladenin para wanita yang hanya tebar pesona, gini-gini saya tahu selera Aksa." ucap Jee dengan sombongnya.
"Aksa kamu sudah datang,I Miss you ," ucap Salsa yang tiba-tiba akan memeluk Aksa.
Namun,dengan cepat Jee menyambut pelukan Salsa dan itu membuat Salsa kesal.Walaupun kesal dengan Jee,Salsa berusaha mengendalikan emosi nya.
"Sorry tante yang wakili soalnya Aksa nggak biasa di peluk-peluk kecuali sama pacarnya."ucap Jee mengarang bebas cerita nya.
"Hedeehh,bisa aja Tante Jee nyari alasan.Tapi, syukur lah untung ada Tante Jee."batin Aksa melihat tingkah sahabat mamanya itu mencegah Salsa memeluk dirinya.
"Jee kamu ngarang banget sih,Aksa bukannya jomblo,iyakan La?" tanya Mirna mama Salsa mengarahkan pertanyaan pada Mala.
"Waduh,maaf Mir..kalau masalah itu Aksa memang masih berhubungan sama pacarnya,mereka LDR."jawab Mala pada Mirna.
Mendengar jawaban Mala membuat raut wajah dua wanita yang notabene nya ibu dan anak itu terlihat sedikit kecewa.
Sedangkan Mala mencuri pandang ke arah suaminya dan anaknya, terlihat mereka tersenyum tipis pada Mala.Senyuman mereka menandakan jika jawabannya itu tidak menimbulkan masalah.Sementara Jee terkekeh geli melihat reaksi ibu dan anak ity.
"Sudahlah,kamu itu ngundang kita bukannya buat makan-makan bukan acara Perjodohan kan,aku sudah laper nih.."protes Jee pada Mirna.
"Kamu tuh ,kalau soal makan saja gercep.Ya sudah ayok kita mulai makan malamnya,semua sudah hadir kan.."ucap Mirna.
Para tamu pun akhirnya menikmati hidangan si tuan rumah.Herman pun mengungkapkan rasa bangganya pada putrinya tentang pencapaian nya sudah mencapai cita citanya untuk menjadi seorang dokter.
"Terima kasih atas bantuannya tadi tante."ucap Aksa di sela-sela jamuan makan malam itu pada Jee.
"Tante rasa Salsa nggak akan pernah berhenti untuk terus mengejar mu.Tante tahu dari Ikhsan kalau dia dari SMA sudah terobsesi sama kamu.Berhati-hatilah,karena tante tahu kelicikan seorang Mirna."ucap Jee pada Aksa.
Jee tidak mau Aksa menjadi keegoisan Mirna cukup sahabatnya saja dulu karena Herman Wibisana.
__ADS_1
Bersambung