
Aksa semenjak berpisah dengan Nuha sangatlah terpuruk dan hanya bisa mengurung diri di kamarnya.Apalagi empat bulan pertama Aksa yang tak bisa berbuat apa-apa sampai dia di rawat dirumah sakit berkali kali.Setahun tak membuahkan hasil dari pencarian Nuha akhirnya dia memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan penebangan Keluarga nya menjadi seorang pilot dengan tujuan untuk mencari Nuha.
Sosok tampan namun, tidak tersentuh oleh siapapun setelah kehilangan seseorang yang ternyata berarti dalam hidupnya.
Mobil yang di kendarai pak Udin pun masuk kedalam pekarangan rumah yang begitu luas dan terlihat asri.Tatanan nya pun tak ada yang berubah,hanya disana terlihat lebih banyak tanaman milik nyonya besar yang sengaja dia tanam untuk mengisi waktu luangnya.
"Terima kasih mang Udin," ucap Aksa turun dari mobil nya dengan seragam kebanggaan nya .
"Sama-sama den,saya bawa koper aden ke kamar sekalian."ucap mang Udin dan Aksa pun mengangguk mengiyakan.
"Assalamualaikum.." salam terdengar dari mulut Aksa saat masuk ke dalam rumah besar itu.
"Wa'alaikumsalam.." jawaban dari ruang tengah terdengar di telinga Aksa.
Dia melangkah menuju ruang tengah dan mendapati sang mama sedang sibuk merangkai bunga.
" Mah.." panggil Aksa dan memeluk tubuh wanita paruh baya itu.
"Kamu pulang juga nak."ucap Mala dan membalikkan tubuhnya.
Aksa meraih tangan sang ibu dan mencium tangan itu dengan takzim.
"Mama apa kabar?" tanya Aksa dengan masih menggenggam tangan mamanya.
"Alhamdulillah sehat,tapi..hanya bisa gini kegiatan mama.Padahal sebenarnya mama boring juga sama suasana kita seperti ini,apalagi kamu harus selalu tugas terbang.Libur berapa hari?" tanya Mala pada putranya.
" Empat hari mah,kenapa?"
"Syukurlah,kamu nanti dateng yaa..ada jamuan makan malam di rumah Tante Mirna buat menyambut kepulangan Salsa,dia sudah selesai dengan gelar dokter nya."jelas Mala.
"Akhirnya dia kelar juga kuliahnya, Insyaallah Aksa usahakan buat dateng.Sekarang Aksa mau kekamar dulu mah,mau mandi sama rebahan capek."ucap Aksa beranjak dari tempat duduknya.
"Istirahat lah.."ucap Mala dan Aksa pun melangkah menuju kamarnya yang ada di lantai dua.
"Kapan kamu bisa keluar dari rasa bersalah kamu Aksa,sudah tiga tahun namun kamu masih saja berusaha untuk menemukan dia.Nuha,semoga kamu baik-baik saja nak..mama sama papa nggak akan mungkin melupakan anak sebaik kamu."gumam Mala mengingat kehidupan putranya tiga tahun lebih memilih untuk menjadi pribadi yang berbeda dari yang dulu.
__ADS_1
Aksa melangkah masuk dalam kamarnya.Saat masuk dalam kamar itu langsung di suguhkan dengan wajah seseorang yang tidak bisa dia lupakan.
Gambar satu-satunya yang Aksa punya untuk membuat dirinya melepaskan rindu pada sosok wanita yang sangat membuat dirinya menyesal telah menyia-nyiakannya.
"Kamu pasti masih marah sama aku kan,sampai kamu Siska aku kayak gini."gumam Aksa bermonolog dengan gambar yang ada di hadapannya.
Aksa hanya berharap Nuha baik-baik saja dan tidak kekurangan apa-apa.
Di tempat nan jauh disana,terjadi pertemuan yang menguras air mata.Nuha di pertemukan dengan kakek dan neneknya juga tantenya.Semua itu adalah rencana Mario.
"Kamu tambah cantik saja Nuha !!" seru tante Agni saat selesai tangis tangisan antara mereka.
"Tante juga tambah sexy.." ucap Nuha dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Kamu baik-baik saja kan disini?" tanya Nenek Nuha.
Nuha memeluk tubuh neneknya dan bermanja-manja ria dengan tubuh renta itu.
"Terima kasih nak Mario sudah mau membantu Nuha dan memberikan pekerjaan pada Nuha juga mempertemukan kami kembali."ucap kakek Nuha menatap pemuda itu.
" Jangan begitu nek,kek,anggap saja saya seperti cucu sendiri,Nuha sudah saya anggap saudara." ucap Mario.
"Yakin saudara, maksudnya saudara ketemu gede gitu?!" ucap Mira dengan melirik kedua sahabatnya.
" Ngaco Lo..!!" seru Nuha menatap tajam pada sahabatnya.
"Bundaaaa..!!" seru bocah kecil yang masih dengan mode ngantuknya dengan di gendong seorang wanita yang seperti nya seorang baby sitter.
" Rafa,sudah bangun yaaa,"ucap Nuha dan mengambil alih tubuh kecil itu.
" Rafa masih ngantuk bun.." ucap Rafa dengan mendekap tubuh Nuha.
" Ehhhh..jagoan Om baru bangun yaa," ucap Mario membuat mata bocah itu pun terbuka lebar.
"Om Yoyo disini !!" seru bocah itu langsung memberontak untuk turun dari gendongan ibunya.
__ADS_1
Dengan perlahan Nuha menurunkan tubuh putranya dan dengan cepat Rafa berlari menghampiri Mario dan merentangkan tangannya untuk meminta Mario peluk.
Tanpa basa basi Mario pun langsung menyambut tubuh kecil itu dan membawa nya dalam pangkuan nya dan memeluknya.
Sementara ketiga orang yang menatap bocah itu pun bertanya-tanya dalam hati siapa dia?
Nuha paham dengan tatapan ketiganya dan tersenyum menatap Keluarganya.
"Rafa sayang,kenalin ini ada kakek uyut,nenek uyut terus ada Oma juga,salim dulu gih.."ucap Nuha dan Rafa yang mendengar penuturan ibunya pun turun dari pangkuan Mario segera mendekati ketiga orang itu.
Mereka saling tatap dan menyambut tangan kecil Rafa yang dengan sopan mencium tangan ketiganya.
"Oh sayang ini Oma,kamu ganteng banget sih.." ucap Agni dengan memeluk tubuh bocah itu dan mencium pipi Rafa.
"Aku memang ganteng Oma,gantengnya ayah kan di turunin ke Rafa."ucap polos si bocah menggemaskan itu.
Semua orang pun menatap Nuha,apakah Rafa sudah tahu ayahnya.Nuha mengerti akan tatapan mata mereka dan segera menggeleng gelengkan kepalanya tanda Aksa belum bertemu dengan anaknya.
" Apa dia tidak mau...
" Bukan tante, Aksa nggak tahu kalau aku hamil saat proses cerai ku sama dia."ucap Nuha dan menundukkan wajahnya.
" Ya Allah Nuha,kenapa bisa kamu begitu.Nak,kamu tahu kan kalau anak kamu berhak untuk tahu siapa ayahnya ?" tanya nenek Nuha.
" Nuha belum siap nek, apalagi Nuha takut kalau nantinya Aksa akan membawa pergi Rafa dari Nuha." ucap Nuha dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Melihat percakapan makin mendalam pun akhirnya Mira dan Mario mengajak Rafa meninggalkan tempat itu.
" Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu,apa kamu tahu Aksa masih suka ke rumah kita dan dia sampai sekarang masih mencari kamu." ucap kakek Nuha menatap cucunya dengan tatapan mata yang sulit diartikan.
" Buat apa dia kerumah?"tanya Nuha menatap sang kakek.
"Buat apalagi kalau bukan buat menanyakan keberadaan kamu,dan menanyakan berita tentang kamu.Tapi, karena memang nggak ada berita dari kamu,kami juga nggak bisa bilang apa-apa.Dia terpuruk setelah kamu pergi.Apalagi dalam setahun dia harus bolak-balik masuk rumah sakit karena drop."ucap tante Agni.
Benarkah apa yang di katakan sang Tante tentang keadaan Aksa setelah dia pergi.Tapi kenapa setelah dia pergi baru mencarinya,Padahal selama hampir tiga bulan bersama dia tak pernah menganggap Nuha ada.
Bersambung
__ADS_1