
Hari ini adalah hari dimana Nuha dan Aksa melangsungkan pernikahan dengan acara yang sangat-sangat sederhana sekali sekelas pengusaha sukses Keluarga Sadler.Bagaimana tidak pernikahan mereka hanya di hadiri oleh keluarga dekat dan diadakan di KUA tanpa resepsi pernikahan sama sekali.
" Nuha.." panggil tante Agni
" Tante.." ucap Nuha memeluk sang Tante.
" Maafin tante sayang,kamu seharusnya nggak seperti ini.Semoga kedepannya tuan muda bisa menerima kamu sepenuhnya.Coba kalau tante nggak nawarin kamu kerja sama Tuan Aksa pasti nggak akan pernah terjadi hal seperti ini ." ucap Agni yang tak lain adalah tante dari Nuha . Terlihat wajah tante Agni yang begitu tergurat penuh penyesalan.
" Sudahlah tante,jangan di pikirkan lagi.Ini semua sudah suratan takdir Nuha,tante cukup doain semoga Nuha bisa menjalani pernikahan Nuha dengan baik dan tentunya bisa selamanya." ucap Nuha dengan memaksakan senyumnya.
" Tante benar-benar nyesel Ar,semoga nenek sama kakek nggak denger hal yang macam-macam.Kasihan mereka kalau harus dengar tentang kamu yang tidak-tidak." ucap Agni.
Nuha baru teringat dengan orang yang selama ini membesarkannya setelah kepergian kedua orang tuanya.
"Tolong jagain mereka tante,sebaiknya tante sama kakek juga nenek kembali ke kampung dan bukalah usaha,di Bandung masih ada tanah milik keluarga kita,itu bisa dimanfaatkan." ungkap Nuha.
" Rencana tante juga gitu Ar,tante sudah lelah dengan semua gemerlap nya kehidupan malam Ar," ucap Agni.
" Sayangg,gimana sudah siap..kita harus segera ke tempat acara." ucap Mama Mala yang masuk kedalam kamar bersama Madam Jee.
" Sudah mah,mari mah,tante ,madam ." ucap Nuha dengan mengulas senyum se manis mungkin.
__ADS_1
" Tetaplah kuat,ada tante Jee bersama kamu.Kami ada untuk kamu Nuha ." ucap madam Jee menggenggam tangan Nuha erat.
Mereka akhirnya menuju KUA guna melangsungkan pernikahan Aksa dan Nuha.
Penampilan Aksa sungguh mempesona dan tak dapat di pungkiri pasangan muda itu terlihat sangat serasi.
Ijab qobul di lakukan dengan lancar oleh Aksa. Walaupun terpaksa dan juga dia tak pernah peduli dengan apa yang akan terjadi saat ijab qobul berlangsung namun,yang dirasakan Aksa berbeda dia tidak pernah segugup saat ijab qobul akan berlangsung.Aksa langsung dengan lantang menyebut nama Nuha dan begitu lancar saat mengucapkan nya.
" Selamat sayang, kamu sekarang sudah jadi seorang istri,maka berbaktilah pada suami mu,lebih banyak lah bersabar nak." ucap nenek Nuha
" Iya nek,maafin Nuha karena belum bisa balas jasa nenek juga kakek selama ini yang sudah baik dan berjuang membesar kan ku hiks..hiks.." ucap Nuha dengan tanpa harus disuruh air matanya jatuh membasahi pipi mulusnya itu.
Nuha memeluk erat wanita tua itu.Sungguh hatinya merasa bersalah karena kejadian yang sebenarnya dia tutupi.Dia merasa gagal menjaga harga dirinya.Saat ini malah dia terjebak dengan pernikahan yang membuat nya tidak akan pernah bahagia.Tapi,kembali lagi dia berfikir jika ini adalah takdir yang dia harus jalani.
" Aku terharu saja nek,nggak terasa aku sudah punya suami aja,padahal aku masih ingin dimanjain nenek." ucap Nuha memberikan alasan dan bersikap manja pada neneknya.
" Sudahlah nanti juga kamu bisa dateng buat jenguk kami." ujar sang kakek.
" Sudah jangan nangis lagi,emang nggak malu diliatin suami kamu tuh.." goda tante Agni.
" Tanteee .." seru Nuha beralih memeluk sang Tante.
__ADS_1
" Selamat sayang,terlepas dari masalah apapun yang menimpa kamu,tante berdoa semoga kamu selalu bahagia sayang.." ungkap Agni pada ponakannya itu.
" Terima kasih tante,jaga mereka buat Nuha.."ucap Nuha menatap sekilas kakek dan neneknya
" Sudah jangan sedih,kamu harus bahagia sayang .." ucap Agni melerai pelukan mereka.
William papa Aksa menyuruh Keluarga Nuha untuk menginap dirumah keluarga Sadler namun,tante Agni menolak secara halus karena akan mengurus kepindahan mereka ke Bandung di desa ibu Nuha namun tentunya dia tak serta merta mengatakan akan pindah ke Bandung hanya memberitahukan jika ada keperluan lain .Nuha tahu apa yang di maksud sang Tante.
Mereka pun tak bisa memaksa keluarga Nuha untuk tinggal di rumah besar keluarga Sadler lebih dulu. Walaupun sebenarnya William ingin lebih jauh mengenal pasangan tua itu,karena melihat kakek nenek nya Nuha entah perasaan apa yang hadir saat melihat mereka seperti memberikan kedamaian.walaupun cuma lewat kata sederhana.
" Tuan,nyonya kami titip cucu kami.Hanya dia satu-satunya peninggalan anak lelaki kami,dia kami rawat dengan kasih sayang.Terimalah seadanya cucu kami ,dia masih harus banyak bimbingan dari kita para orang tua jadi saya mohon tolong jaga dia untuk kami." ucap kakek Nuha dengan senyuman tulusnya.
" Bapak tak perlu khawatir,kami menganggap Nuha seperti anak kami sendiri. Jadi,saya pastikan dan saya berjanji pada bapak untuk selalu menjaga Nuha apapun yang terjadi.Walaupun nantinya anak saya yang sudah mengecewakan Nuha saya akan selalu mendukung Nuha." jawab William dengan mengutarakan janjinya pada kakek Nuha.
Kakek Nuha beralih melihat ke arah Aksa.Sedari tadi Aksa hanya diam tanpa ada yang di bicarakan dengan orang sekitarnya.
" Nak Aksa, kakek minta tolong padamu boleh?" tanya kakek Nuha menatap wajah Aksa
" I_iya kek,apa yang Aksa bisa bantu?" tanya Aksa dengan wajah terkejut dengan suara yang terdengar gugup.
"Aksa, kakek tahu kamu anak baik dan pastinya akan jadi ayah yang baik untuk anak-anak mu kelak.Kakek terus terang kaget saat Agni bilang kalau Nuha di lamar oleh majikannya dan ingin langsung menikah.Karena memang kerja kalian sering bareng dan juga kalian bukan muhrim jika terus-menerus berduaan itua akan timbul fitnah. Kakek percaya dengan alasan itu dan kakek minta tolong ke Aksa terimalah Nuha seadanya dan jika suatu saat kamu sudah tidak mencintainya atau pun kamu sudah bosan,tolong kembalikan dia pada kami dengan baik-baik.Jangan pernah kamu main tangan pada Nuha, karena kakek tidak akan rela untuk hal yang satu itu,hidup Nuha dari kecil sudah menderita dan kakek harap kamu bisa membahagiakan nya. Maaf kakek juga yang lain harus kembali lagi karena ada urusan lain." ungkap Kakek Nuha dengan memeluk Aksa dengan erat.
__ADS_1
Ada rasa sesak di hati Aksa karena bagaimana pun pernikahan mereka di lakukan dengan terpaksa dan tak ada yang namanya cinta di dalamnya.Bagaimana akan bahagia kalau mereka berdua tidak saling mencintai.
Bersambung