SECRET WIFE (Cintai Aku Sekali Lagi)

SECRET WIFE (Cintai Aku Sekali Lagi)
#Annisa


__ADS_3

"Keren nggak Om?"


Bukannya menjawab pertanyaan si bocah kedua pria itu malah di buat ngakak dengan tingkah lucu Rafa.


"Ya ampun nak,kamu itu lucu banget sih..tapi, kacamatanya kok nggak nyangkut di hidung kamu, hidung kamu kekecilan sih.."


Aksa meledek Rafa yang memasang kacamata milik Ikhsan namun,karena hidung Rafa yang minimalis tentu membuat kacamatanya melorot terus.


"Ini hidung minimalis yah,kayaknya tipe 21 nih..."


Timpal Ikhsan melihat kelucuan Rafa yang tidak pernah mereka sangka bertemu bocah menggemaskan itu.


"Ihhh...om nih nggak asik,masa hidung aku di bilang ke kecil ini hidung imut Om."


Rafa dengan melipat kedua tangannya di depan dadanya dengan mode galaknya malah membuat kedua pria itu terpingkal pingkal di buatnya.


Melihat dua orang dewasa menertawakannya Rafa malah dia ikut tertawa.Keakraban yang terjadi sekejap membuat kedua pria itu senang dan bahagia bertemu dengan bocil bernama Rafa.


"Aksa, Ikhsan !!" seru dua orang pria yang terlihat sangat fashionable masuk dalam resort sementara ada empat bodyguard yang masuk membawa dua koper dan dua wanita cantik dan sexy yang mereka bawa.


"Woiii broo !!!"


Seru Ikhsan dan mereka saling berpelukan begitupun dengan Aksa.Kedua orang itu adalah Brian dan Regan.Mereja mengenalkan dua gadis yang mereka bawa yaitu Nada dan Felicia.


Mereka sibuk dengan perbincangan melepas rindu satu sama lain.


"Om,Rafa sudah kenyang !!" seru si bocil dengan mulut yang sudah belepotan dan tangannya juga sudah kotor karena kena kecap.


"Astaghfirullah Rafa,sorry Om lupa sama Rafa.Sini Om bersihin mulut kamu,kok sampe belepotan gini sih,tangannya juga kenapa kotor gini,Rafa kan tadi sudah di kasih sendok, kok nggak di pake,"


Interaksi kedua orang yang berbeda usia itu pun tak luput dari pandangan semua orang yang ada di dalam resort itu.Ketiga sahabat Aksa saling pandang dan seperti ayu pemikiran.


"Om si lupa sama Rafa,baru juga liat cewek bening dikit udah lupa sama aku."


Omelan Rafa membuat Aksa melebarkan matanya,omongan dari mana tuh anak bisa omongannya ngena sampe ke ulu hati.


"Astaga bocil mulutnya bener-bener ajaib nih bocah,anak Lo,"


Ucapan terakhir Brian membuat Aksa memandang Brian dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Gue nggak kayak Lo yang seenaknya nanem saham,bukan lah..katanya anak yang ngelola resort,tadi gue ketemu di taman dekat resort dia jatoh terus pengen ikut gue makanya gue ajak kemari, sebentar lagi juga susternya kemari buat jemput."ucap Aksa panjang lebar.


"Tapi,ada yang aneh sih...


"Aneh apaan,sudahlah itu temen kalian sama bodyguard kalian suruh istirahat di kamar.Kalau kalian mau ngamar tolong di kamar jangan di sembarang tempat takutnya Rafa bakal kesini tiap hari selama kita disini."


Ucapan panjang lebar Aksa membuat ketiga sahabatnya bengong,sejak kapan Aksa suka anak kecil.Apalagi anak kecil yang tak punya hubungan darah dengannya.Padahal sepupunya banyak yang sudah punya anak dan anak mereka tak pernah Aksa ajak main.


"Kenapa nih bocah bakal kemari,"


"Karena gue yang mau.."


Jawaban enteng Aksa membuat ketiga nya pun geleng-geleng kepala.


Rafa yang sedari tadi terlihat anteng dalam pangkuan Aksa ternyata dia sudah nyenyak tidur.Aksa memandang wajah si bocil dengan tatapan mata yang menyipit.Entah kenapa wajah bocah yang ada dalam pangkuannya begitu adem dia tak pernah bosan memandang wajah tanpa dosa yang bersandar di dadanya."


"Assalamualaikum.." terdengar suara orang di depan pintu masuk resort.


Dua orang bodyguard pun menghentikan langkah seorang wanita dengan seragam baby sitter.


"Wa'alaikumsalam,San..tolong liat apa itu susternya Rafa bukan,".


"Saya cuma mau ambil anak majikan saya saja kok,kenapa kalian menghalangi saya,"


Wanita itu tak terima dengan sikap bodyguard itu karena memang pengamanan yang Brian dan Regan lakukan sangat ketat.


"Ada apa ini?" tanya Ikhsan mendekati tiga orang yang sedang adu mulut.


"Bos,ini ada wanita yang memaksa masuk."


jawab salah satu bodyguard itu.


"Saya cuma mau jemput anak majikan saya kok,mas Aksa yang bilang suruh langsung masuk saja tadi,kenapa sekarang saya di larang masuk,"


"Maaf ya mba,apa mbak susternya Rafa?" tanya Ikhsan dengan memandang wajah ayu wanita yang ada di hadapannya.


"Iya mas,soalnya tadi mas Aksa nyuruh saya jemput Rafa kesini,saya Bisa susternya Rafa."ucap Nisa dengan memperkenalkan namanya.


"Ayo masuk,maaf soal barusan..soalnya ada dua orang ribet disini." ucap Ikhsan sedikit berbisik.

__ADS_1


Nisa pun mengangguk mengiyakan ucapan Ikhsan dan mengulas senyuman manisnya.


"Masyaallah,senyumnya manis banget."gumam Ikhsan melihat senyuman Bisa serasa adem.


"Hahh,masnya ngomong sesuatu?" tanya Nisa dengan wajah bingung


"Ah..ng_ nggak,ayo..!!" ucap Ikhsan sedikit terbata.


Mereka berdua masuk dalam resort dan melihat Rafa yang masih terlelap dalam dekapan Aksa.


"Ya ampun Rafa,malah bobo.Maaf mas Aksa jadi ngerepotin.Saya harus bawa Rafa pulang sebelum bundanya pulang."ucap Nisa yang ingin mengambil Rafa dari pangkuan Aksa.


"Oh iya..dia sudah makan tadi, terus dia tadi coba makan brokoli dan tadi dia mau,coba nanti kamu kasih lagi..jangan biarin dia nggak makan sayur.Nggak papa sedikit demi sedikit yang penting rutin kasih saja," ujar Aksa panjang lebar memberikan arahan pada Nisa.


"Baik mas, terimakasih .Maaf kalau Rafa sudah ngerepotin."ucap Nisa dan mengalihkan tubuh Rafa dalam dekapannya


"Perlu di antar Nisa?" tawar Ikhsan tiba-tiba.


"Tidak usah mas,saya bisa kok..lagian tempat nya nggak jauh cuma di sebelah resort ini."ujar Nisa menolaknya dengan cepat.


Akhirnya Bisa membawa Rafa pergi dari resort yang Aksa dan teman-temannya tempati.


.


.


Nisa sampai di resort milik Nuha pun akhirnya meletakkan Rafa di ranjangnya.Dia menatap wajah Rafa dan. berpikir sesuatu yang membuat pikiran di pusing.Namun,dia yang sedang larut dalam lamunannya tiba-tiba di kagetkan dengan tepukan dari Mira.


"Nisa kamu kenapa,ada masalah ?"


"Astaghfirullah..bu Mira buat Nisa kaget saja."


Mira terkekeh dengan wajah kaget Nisa karena ulah dia,Mira duduk di samping Nisa yang sedang mengelus dadanya yang merasakan kaget karena kelakuan Mira.


"Kamu kenapa,lagi patah hati?" tanya Mira lagi menatap Nisa dengan heran.


"Bu Mira,papanya Rafa itu orangnya kayak apa yah,apa dia ganteng ,"


Pertanyaan aneh Nisa membuat Mira heran ,kenapa tiba-tiba Nisa menanyakan soal papanya Rafa.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2