SECRET WIFE (Cintai Aku Sekali Lagi)

SECRET WIFE (Cintai Aku Sekali Lagi)
#Bukan Istri tapi, Assisten


__ADS_3

Jam tujuh malam Aksa dan Nuha sampai rumah besar milik keluarga Sadler.


"Assalamualaikum." ucap Nuha saat menginjakkan kakinya di depan pintu rumah besar milik mertuanya.


" Wa'alaikumsalam, menantu dan anak mama sudah pulang,kenapa kalian buru-buru sih?" ucap Mama Mala menyambut kedatangan putranya juga menantunya.


Nuha menyalami kedua orang mertuanya.Hanya dengan senyum tipis Nuha membalas ucapan mertuanya.


" Aksa kan sudah bilang mah,kita mau persiapan buat pindah. Minggu depan pun Aksa sudah mulai sibuk fashion show sama syuting buat iklan baru.".jawab Aksa duduk di sofa samping Nuha.


"Halahhh, kamu ini kerjaan kayak gitu saja kamu pertahankan.Sudahlah Aksa, mendingan kamu bantu-bantu papa kamu di perusahaan.Kamu pun juga sibuk buat sekolah penerbangan dulu buat apa,nggak pernah kamu pakai lagi setelah enam tahun ini." ucap Mama Mala


" Mama kamu benar Aksa ,kamu sudah punya tanggung jawab.Setidaknya kamu harus bisa bekerja di perusahaan papa.Karena akhirnya pun kamu yang akan menghandle nya." ucap sang papa


" Mama sama papa nggak usah khawatir,aku bekerja seperti ini malah bisa lebih sering sama-sama istri Aksa Mah,pah,secara dia kan asisten aku juga.Jadi,aku nggak akan kesepian juga kalau lagi ada kerjaan di luar kota." ungkap Aksa melirik sekilas istrinya.


" Kamu, mama minta sama kamu jangan seperti biasanya,walaupun Nuha masih tetap jadi asisten kamu,harus bedain lah, jangan semua apa-apa dia,kasihan kan ," ucap mama Mala menatap menantunya.


" Mama nggak usah khawatir,semuanya sudah di pastikan aku nggak papa mah,sebagai asisten merangkap jadi istri kan malah lebih banyak pahala mah." ucap Nuha.


" Yang penting kamu jangan paksakan kalau kamu capek Nuha." ucap Papa William


" Iya pah.." jawab Nuha singkat.


.


.


Di kamar Aksa kini Nuha dan Aksa berada.Nuha menyiapkan segala sesuatunya keperluan Aksa tanpa terkecuali.


"Aku harap kamu jangan terlalu banyak berharap dengan pernikahan ini." ucap Aksa tiba-tiba saat dia selesai mandi.

__ADS_1


" Maksudnya?" tanya Nuha dengan menatap suaminya yang di depan cermin.


Aksa membalikkannya tubuhnya dan melangkah menuju dimana Nuha berada.Balkon kini mereka berada.


" Aku tahu kamu berharap lebih dari pernikahan ini.Tapi perlu kamu ingat,aku nggak akan berpaling dari Catrine sedikitpun.Catrine adalah wanita yang paling aku cintai." ucap Aksa dengan tanpa perasaan mengatakan hal itu pada Nuha.


" Apa aku nggak ada kesempatan untuk berharap bisa menjalankan pernikahan kita seperti pernikahan orang lain, pernikahan bukan hal yang main-main mas,aku sedang mencoba mencintai kamu.Aku harap kamu pun begitu." ucap Nuha langsung melangkah masuk dalam kamar.


Namun,langkahnya terhenti saat Aksa mengatakan sesuatu padanya ."Aku akan tetap pada pendirian ku.Jika kamu akan bersikap selayaknya istri itu nggak masalah buat aku.Tapi,jangan pernah gunakan topeng kamu itu di hadapan aku." ucap Aksa sinis.


Nuha berbalik dan memandang punggung suaminya yang sedang bersandar di pagar pembatas balkon kamar nya.


" Terserah kamu mau bilang apa,yang jelas aku nggak ada kepura-puraan di depan siapa pun.Perlu kamu tahu aku nggak pernah menjebakmu dulu atau sekarang bahkan waktu yang akan datang.Disini juga aku korban.Sejauh apapun dan sedalam apapun kamu mencintai Catrine kamu tetap suamiku dan aku istrimu,aku yang halal untukmu.Jangan pernah berfikir jika kamu akan seenaknya sekarang untuk berbuat sesuatu dengan Catrine,aku yang berhak atasan dirimu.Jadi,aku pastikan akan tetap disamping kamu.Jangan buat aku lelah menunggu, jika itu terjadi dan semua fakta terbuka tentang sebenarnya,kamu akan menyesal dengan semua yang sudah kamu lakukan.Aku maafkan saat di Bali,aku anggap kamu yang sedang bermain dengan ku,kalaupun kamu ingin hak mu bisa bilang dengan baik-baik." ungkap Nuha dengan percaya diri mengungkapkan semuanya kalau pun dia harus di tolak dia akan berjuang mulai saat ini.


" Jangan terlalu banyak bermimpi,aku takut saat kamu bangun maka kamu akan kecewa." ujar Aksa.


" Mungkin itulah resikonya,aku akan tanggung dan jika aku tak sanggup lagi,maka aku akan pergi tanpa kamu susah-susah mengusir ku." ucap Nuha dan masuk kedalam kamar nya.


.


.


.


Tiga hari kemudian Aksa dan Nuha sudah menempati rumah baru Aksa.Rumah yang terlihat minimalis tak sebesar mansion Sadler.Namun,itu tak masalah bagi Nuha.. mengingat dirinya pun bukan dari kalangan berada.


"Lusa ada pemotretan untuk BA yang baru,dan itu akan mengambil lokasi di Bandung setelah nya akan ada fashion show dua hari berikutnya dan dari Bandung kita akan kembali ke Jakarta buat GR di veniew ." ucap Nuha dengan menghidangkan makanan untuk Aksa.


"Hemm, kamu pastikan semuanya oke.Aku nggak mau ada yang tertinggal.Kapan kita berangkat ke Bandung?" tanya Aksa


" Besok siang,agar kamu bisa rest juga." ucap Nuha mendudukkan bokongnya di kursi depan Aksa.

__ADS_1


" Aku harap kamu bersikap biasa jangan sampai ada pihak yang curiga dengan status kita."ucap Aksa melirik sekilas sang istri.


" Aku tahu batasannya,jangan khawatir.aku juga sudah pesan dua kamar di Hotel Bandung jadi nggak ada masalah kan?" ucap Nuha dengan santai.


" Hemm.." jawab Aksa


" Kenapa aku nggak rela banget dia ngomong gitu sih, entahlah..apa mungkin karena sudah terbiasa sekamar dengan dia." batin Aksa


Dirumah baru Aksa memang ada empat kamar namun,Aksa dan Nuha tetap tinggal satu kamar tidak seperti pengantin yang terlihat terpaksa menikah.Itu karena takut sewaktu-waktu orang tua Aksa khusus nya akan tiba-tiba datang dan mereka tak bisa mengelak lagi dengan kebohongan yang mereka ciptakan.Walaupun mereka satu kamar Nuha tidur di kursi lantai yang dia beli dan dia pun tidur di ruang kostum Aksa.


.


.


Besoknya Aksa dan Nuha ke Bandung dengan para crew yang biasa menemani Aksa kemana pun dia ada kerjaan,Nuha cuma sebagai assisten untuk menyiapkan barang pribadi Aksa dan kalau team make upaya dan wadrop dan dokumentasi management ada orang lain.


Nuha melihat biasa tanpa menunjukkan jika dia adalah istri Aksa.Namun, yang dirasakan Aksa memang berbeda karena hampir dua minggu dia bersama Nuha semua nya diurus oleh Nuha pastinya Aksa merasa sedikit risih jika ada yang memegang tubuhnya kalau bukan Nuha atau Catrine.


"Nuha, kamu mau kemana?" tanya Aksa saat melihat Nuha beranjak dari kursi duduknya saat di lobby hotel .


"Aku mau ke resepsionis mau ambil kunci kamar aku." ucap Nuha.


" Sekalian kunci kamar ku." ucap Aksa.


" Iya." jawab Nuha singkat.


Nuha melangkah mendekati meja resepsionis namun, tiba-tiba ada seseorang yang tanpa sengaja bertabrakan dengannya.


Brakk...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2