SECRET WIFE (Cintai Aku Sekali Lagi)

SECRET WIFE (Cintai Aku Sekali Lagi)
#Dua Kesayangan Nuha


__ADS_3

"Aksaaaaa..!!" jerit sang mama.


"Apaan sih mah,biasa aja nggak usah jerit-jerit."tegur Aksa pada sang mama.


"Assalamualaikum mah..."ucap Nuha dengan perasaan yang tak enak hati.


"Wa'alaikumsalam sayag,ya Allah nak..kamu kemana saja....hiks hiks.."ucap mama Mala melihat mantan menantunya yang dia rindukan.


"Maafin Nuha mah,maaf kalau Nuha banyak salah.Nuha sudah ngecewain papa sama mama."ucap Nuha tak kalah sedihnya.


Nuha mengingat betul sikap mertuanya yang sangat baik padanya.


"Kalian di Jepang bareng?"tanya mama Mala


"Nggak sengaja ketemu di pesawat mah,"jawab Aksa.


"Kapan kesini sayang,mama kangen sama kamu.Papa pasti seneng lihat kamu nak."ucap mama Mala dengan menghapus air matanya yang menetes.


"Kalau lihat dia seneng nggak mah,ayo sayang kenalin nama kamu sama Oma.."ucap Aksa


"Assalamualaikum Oma,aku Rafa anak ayah Aksa sama bunda Nuha."ucap Rafa dengan polosnya dan dengan ekspresi wajah yang menggemaskan.


"Wa Wa'alaikumsalam...Nuha,Aksa ,apa bener ini yang mama denger..mama di panggil Oma ,bocah itu anak kalian?" tanya mama Mala tak percaya.


"Iya mah,Rafa anak Aksa sama Nuha.."ucap Aksa dengan santai dan Nuha pun mengangguk mengiyakan ucapan Aksa.


"Ya Allah..Aksaa,pokoknya kamu bawa pulang anak kamu sama Nuha kesini, Papaaaaaaa !!"


Mama Mala berteriak kencang saat melihat suaminya keluar dari ruang kerjanya.


Aksa dan Nuha hanya bisa geleng-geleng dengan kelakuan mamanya , sementara Rafa santai saja mendengar Omanya teriak _teriak yang di pikirannya hanya menikmati susu di tangannya.


"Apa sih mah,bikin jantungan saja.."protes papa William melihat tingkah istrinya yang kembali bar-bar.


"Kita punya cucu pah,aku jadi Oma kamu jadi Opaaaa!!"jerit mama Mala


"Astaghfirullahal'adzim maaa, istighfar.."kata papa William pada istrinya.


"Astaghfirullahal'adzim.. Astaghfirullahal'adzim.." mama Mala pun ber_ Istighfar bebrapa kali.


"Mama tadi ngomong apa,kayak orang kesetanan saja."ujar papa William

__ADS_1


"Ah iya ini,Aksaaaa...kamu masih disana !!" teriak mama Mala karena background yang ada di ponsel sang mama hanya ada hamparan bunga sakura yang sedang mekar.


"Iya mah,sudahan jadi Tarzannya...?" ledek Aksa pada sang mama.


"Anak nakal,mana cucu mama Saa..."ucap mama Mala.


Camera ponsel Aksa pun diarahkan ke arah Rafa yang sedang asik minum susunya


"Say hello sama Oma juga opa nak.."ucap Nuha di belakang camera.


"Hallo Opa ,Oma,Rafa lagi minum susu.Rafa ngantuk ,ayah sama bunda ngajak jalan-jalan nya pagi banget jadi Rafa ngantuk deh..."adu Rafa pada kakek dan neneknya.


"Aksa,apa bener itu anak kamu.Dari tampang dan tengilnya sih..papa yakin itu anak kamu.Apa Nuha sudah...


"Papa,maafin Nuha..maafin Nuha pah..."ucap Nuha dengan menampilkan dirinya di frame kamera.


"Masyaallah, Alhamdulillah mah..Nuha papa mau kamu pulang nanti kesini yaaa...bawa cucu papa,papa mau ajak dia berenang."ucap papa William dengan antusias.Tanpa sadar orang tua itu meneteskan airnya.


"Insyaallah pah,maafin Nuha baru kasih tahu kalian.Banyak yang terjadi dan banyak yang harus Nuha benahi dan pastinya tidak mudah untuk Nuha jalani selama ini."ujar Nuha dengan mata yang sudah basah karena air mata.


"Aksa ,kamu beruntung masih bisa bertemu anak kamu,Nuha pun pasti sudah payah untuk bisa bertemu lagi dengan mu.Jangan macam-macam kamu..!!" ucap papa William.


"Oke pah, tapi...besok aku harus flight pagi ke Eropa selama sebulan full aku keliling dan mungkin setelah itu aku akan bantu papa di kantor."ucap Aksa pada sang papa.


William merasa lega akhirnya sang putra sudah mau melepaskan profesi nya yang kini di lakoninya karena memang Aksa menjadi pilot memang sudah punya keahlian dan jam terbang layak dan juga dia mempunyai misi menemukan Nuha.Saat ini dia sudah bertemu dengan Nuha ditambah Rafa bersamanya.


Setelah panggilan berakhir ,ketiga orang yang layaknya seperti keluarga kecil bahagia berkeliling kota Jepang.Menyenangkan sang buah hati.



Bidikan kamera yang diambil candid oleh Nuha dia simpan di galeri ponselnya.Dua orang yang ada di hatinya.Rasa benci bukan arti sebenarnya.Dia benci akan keadaannya dulu.Menjadi istri pemua* nafsu bejad Aksa.Walaupun bagaimana pun dia dulu suaminya.Cunta yang terlajur hadir dalam hatinya.Walaupun beberapa tahun cinta itu berselimut kata benci.Sampau dia harus mengalami depresi dan berdampak pada Rafa juga dengan dia mengalami baby blues yang membuat dirinya cenderung merasa Rafa takut disakiti takut di hina orang.


Nuha tersenyum melihat hasil bidikannya.Entah kenapa dia rasa ingin sekali mengabadikan gambar gambar ayah dan anak itu.Apalagi sebulan kedepan Aksa harus Flight Eropa pasti sang putra rindu.Walupun mereka bisa Video Call tapi,untuk menjadi obat rindu kala sang ayah terbang dan sewaktu-waktu tak bisa di hubungi saat tugas.


"Kenapa senyum-senyum?"tanya Aksa yang tiba-tiba sudah ada di depan Nuha.


"Eh,ng_ngak kok... sudahan mainnya?"tanya Nuha.


"Sudah sih,emmm...dek..nggak apa kan kita balik ke hotel jam segini,aku mau siapin. semuanya,sama istirahat sebentar."ujar Aksa.


"Ya nggak apa,kamu besok kan harus mulai flight juga.Ya udah nggak masalah..tapi, nanti kamu harus pamit sama Rafa biar dia nggak nyaiin kamu besok."ucap Nuha.

__ADS_1


"Iyaaa.." jawab Aksa dan mereka mulai melangkah beriringan meninggalkan taman tersebut.


"Nuha,aku mau minta sesuatu ke kamu ,boleh?"


"Boleh sih,tapi..bukan duit kan,soalnya kalau duit aku nggak punya... hehehe.."ucap Nuha dengan diselingi tawa.


"Dasar,nggak lah ..aku cuma minta kamu buat nunggu aku."ujar Aksa.


"Nunggu,nunggu buat apa..?" tanya Nuha dengan mengernyitkan dahinya.


"Nunggu,kalau setelah penerbangan terakhir ku ini,aku akan menghalalkan mu..bukan karena hanya sebuah tanggung jawab aku sama Rafa tapi, aku tidak bisa melepaskan kamu lagi kalau hati ini sudah ada nama kamu sejak lama dan tanpa aku sadari."ucap Aksa dengan begitu lancarnya.


Nuha menghentikan langkahnya mendengar ucapan Aksa dan menatap Aksa dalam.


"Kamu nggak perlu menjawab ku dengan buru-buru,kamu selami hati kamu untuk bersamaku lagi dan mendidik Rafa dengan baik."ucap Aksa dan menggandeng tangan Nuha . Sementara Nuha hanya bisa menurut apa yang di lakukan Aksa.


.


.


.


Semalaman Nuha berpikir keras bagaimana jawaban yang akan dia berikan pada Aksa ,namun...Aksa minta tolong Nuha menjawab nya nanti setelah dia selesai tugas.


Saat ini Nuha dan Rafa di temani Mira dan Mario mengantar Aksa ke bandara.Dia menggendong Rafa dan saat akan bergabung dengan teman-teman nya terlihat Aksa mengatakan sesuatu pada Rafa, entahlah apa yang dia bicarakan dengan anak kecil itu.Yang Nuha tahu Rafa mengangguk beberapa kali.Setelah itu Aksa menyuruh Rafa ke kembali ke rombongan sang bunda dan Rafa pun manut saja.


Rasa hampa kembali menerpa sebagian hidup Nuha.Kehadiran Aksa beberapa hari ini terasa sangat membuat dia dan Rafa terkesan.Apalagi sekarang Aksa menjadi pribadi yang begitu lembut pada Nuha walau pun di luar bersama teman temanya di menjadi pribadi yang dingin.


Nuha dan Rafa tertidur dengan nyenyak sampai suara ponsel Nuha berbunyi.


"Mama Mala.."gumam Nuha sang mantan ibu mertua tiba-tiba menelponnya tengah malam.


"Assalamualaikum mah,ada apa?"


"........................"


"A_apa mah,mamah ,mah nggak mungkin mah,mamah dapet kabar dari mana?"


"....


"Iya mah,besok kami kembali kita ketemu di bandara..."..

__ADS_1


Setelah selesai melakukan panggilan,Nuha pun masuk kamar mandi dan menyala kan shower menangis sejadi-jadinya di tengah malam.


Bersambung


__ADS_2