
Catrine sebisa mungkin untuk bersikap seperti biasa,terlihat manja dan tentunya penuh dengan senyuman dan tawa dengan wajah yang terlihat bahagia bersama Aksa.
"Terimakasih atas kejutannya sayang," ucap Catrine dengan suara yang terdengar begitu lembut dan juga sexy.
"Tidak masalah sayang,apapun yang terjadi aku akan selalu bersamamu." ucap Aksa.
Catrine berdiri dari kursi nya dan dia duduk di pangkuan Aksa.
"Thanks sayang, muachhh." ucap Catrine dengan mencium pipi kekasihnya.
"Kau tidak merindukan ku?" goda Catrine dengan memainkan jemarinya di dada bidang Aksa.
" Sayang,aku sangat merindukanmu.." ungkap Aksa dan langsung merangkum bibir Catrine.Keduanya sama-sama terpancing gair*h dengan saling membelit dan ******* sampai saat Aksa mulai menyentuh dua semangka Catrine yang sangat menantang.Namun, tiba-tiba seseorang menghentikan kegiatan kedua sejoli itu.
PRANGGG..💥💥💢
"Shitttt..." umpat seseorang yang langsung pergi dari tempat itu dengan wajah yang terlihat marah.
Kedua orang yang sempat sedang beradegan hot itu pun menghentikan aksinya.Keduanya langsung melihat kearah sumber suara yang sempat mengejutkan mereka bahkan mengganggu kegiatan yang sangat panas itu.
Tak lama terdengar notifikasi pesan dari ponsel Catrine berbunyi.
" Buat alasan apapun yang buat kamu pergi dari sana sekarang juga dari kekasih bod*h mu itu.Aku menginginkan mu saat ini,kamu harus aku hukum sesegera mungkin ."
Pesan yang tertera di ponsel itu membuat Catrine merinding.Apalagi ada kata"Hukum" apa lagi kesalahan yang dia lakukan sampai harus di hukum.
" Baiklah tunggu aku sayang,aku dengan senang hati menerima hukuman darimu."
Balasan pesan itu segera Catrine kirim pada nomer ponsel yang tak lain dan tak bukan adalah ponsel Bondan.
"Ada apa sayang, sepertinya ada hal penting?" tanya Aksa pada kekasihnya.
" Aku harus segera kembali ketempat lokasi pemotretan tadi.Karena barusan ada kabar soal ada sedikit perubahan schedule." ucap Catrine memberikan alasan.
" Maksudnya kamu akan kerja selarut ini?" tanya Aksa tak suka dengan ucapan kekasihnya itu.
" Aksa..kamu tahu sendiri kan, pekerjaan kamu dan juga aku tak jauh berbeda.Penggantian schedule tentu hal yang lumrah bukan?" tanya Catrine dengan nada yang masih terdengar tenang.
"Lalu gimana denganku,aku sudah berusaha susah payah untuk menemui kamu.Tapi,apa yang aku dapat..kamu malah pergi demi pekerjaan." ucap Aksa dengan wajah yang terlihat sedikit kecewa.
" Aksa aku kan sudah bilang, kenapa kamu nggak ngasih tahu aku kalau kamu nyusul aku kemari dengan dalih honeymoon.Jadi, yang perlu kamu lakukan sekarang tetap bersama istri sementara kamu dan itu yang akan buat kita aman." ungkap Catrine.
__ADS_1
"Mana bisa begitu yang,aku kesini hanya demi kamu.Aku berharap jika kita disini kita bisa memanfaatkan waktu untuk bersama." ungkap Aksa.
" Aku akan kabari kamu nanti jadi,sekarang aku harus cepat-cepat pergi." ucap Catrine ingin cepat-cepat dia pergi dari hadapan Aksa.
"Permisi.." ucap seseorang yang berpakaian pelayan hotel tersebut.
" Ada apa ?" tanya Aksa memandang tajam pada suka.
" Maaf,apa benar ini nomer meja nona Catrine?" tanya pelayan itu sopan.
" Iya ,saya sendiri Catrine.Ada apa yah?" tanya Catrine dengan wajah penasaran.
" Di lobby sudah ada seseorang yang menunggu anda dan dia bilang ingin menjemput anda untuk segera ke bandara." ucap pelayan itu
" Bandara,kamu mau kemana sayang?" tanya Aksa dengan wajah kecewanya
" Sorry Aksa ini kerjaan dari agensiku yang tiba-tiba menyetujui permintaan aku jadi BA di salah satu produk yang ada di Singapura." ujar Catrine bohong.
Catrine tahu jika ini adalah akal-akalan Bondan untuk menjauhkannya dari Aksa.Saat ini Bondan merasa Aksa mulai agresif pada Catrine.Bondan melihat sikap Aksa tak seperti sebelumnya,biasanya Aksa akan menolak jika Catrine memancing dirinya untuk melakukan hal yang lebih jauh dari sekedar cium dan peluk.
Entah apa yang direncanakan Aksa namun,Bondan perlu waspada terhadap Aksa.
"Hahh..istri keduanya,yang benar saja,tapi .. bukannya itu akan lebih mudah menghancurkan keluarga Sadler,aku harus bahas ini dengan Bondan secepatnya." batin Catrine.
"Kamu yakin ,dengan apa yang kamu bilang barusan,lalu istri kamu gimana ?"pancing Catrine
" Nuha pasti nggak akan masalah,karena aku sama dia tidak ada hubungan apapun kecuali hubungan suami istri hanya diatas kertas." ungkap Aksa dengan tanpa ragu.
" Kita bahas lagi nanti gimana, setelah aku selesaikan pekerjaan yang ada di Singapura dan juga Bangkok.Kita akan bahas soal ini lebih jauh, oke baby?!" rayu Catrine
" Baiklah, berarti kamu akan ikut mobil jemputan kamu?" tanya Aksa dengan lirih.
" Ayolah, aku sama kamu itu sama-sama bekerja di dunia hiburan dan pastinya kamu tahu apa yang aku lakukan ini demi karierku juga " bujuk Catrine.
" Baiklah,ayo kita keluar bersama." ajak Aksa meraih tangan Catrine dan menggandeng nya keluar dari hotel.
Mau tak mau Catrine menurut apa yang di bilang Aksa.Karena memang dia ingin cepat bertemu kekasihnya.
Akhirnya Aksa mengantar Catrine sampai di lobby hotel dan masuk kedalam sebuah mobil dan mobil itupun pergi membawa Catrine.Setelah Catrine pergi Aksa pun kembali ke resort tempat dia dan Nuha menginap.
Di tempat Nuha berada ,setelah makan malam Nuha ingin jalan-jalan di pinggir pantai dan kedua orang kepercayaan Tuan William yaitu Blih Ageng dan Ratna menyetujuinya. Kedua orang itu tahu jika istri tuan mudanya itu , ingin menyegarkan otaknya. Karena memang mereka pun saat ini sudah tahu hubungan sebenarnya suami istri pengantin baru itu.
__ADS_1
Saat Nuha berjalan di tepi pantai,dia memandang jauh ke arah laut dan menikmati suara deburan ombaknya.
"Kalau sedih jangan terlalu sedih,kalaupun engkau senang jangan terlalu senang,kita harus tetap terbiasa dengan hidup kita yang kadang pahit dan kadang manis." ucap seseorang yang sudah berdiri di samping Nuha dengan jarak yang tak jauh.
" Kamu?!!" seru Nuha saat dia menoleh pada sumber suara dan melihat seseorang yang baru saja membuat masalah denganya.
" Sorry,are you okey?" tanya lelaki itu memandang wajah Nuha yang juga memandang pria itu.
" Bukan urusan kamu,lagian kita nggak saling kenal." ucap Nuha dengan judesnya.
" Jangan jutek gitu dong,tak kenal maka tak sayang lho..," ujar lelaki itu.
" Mau kamu apa,kalau hanya untuk menggangu ku mendingan kamu pergi dari sini,aku nggak butuh siapapun sekarang." ucap Nuha dengan dingin
"Aku Mario Fernandez, kalau kamu?" ucap lelaki itu mengenalkan namanya dan bertanya siapa gadis yang sudah mencuri perhatiannya.
Bukannya menjawab malah Nuha meninggalkan Mario yang sudah mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Nuha.
"Heiii..nona,baiklah aku akan panggil kamu Sayang.Semoga Tuhan membuat kita bertemu lagi..!!!" teriak Mario tanpa respon Nuha sama sekali.
Sedangkan Nuha yang mendengar perkataan Konyol Mario hanya bisa menggerutu kesal dengan sikap Mario yang dia anggap konyol .
"Sayang ,sayang, pala Lo peyang, seenaknya saja dia.Genit pula,mendingan aku pulang." gumam Nuha.
"Non Nuha kenapa?"tanya Ratna saat melihat Nuha yang terlihat ngedumel.
" Nggak papa kak,kita pulang yaa," ujar Nuha dan diiyakan oleh pasutri itu.
Ketiganya masuk kedalam mobil dan meluncur ke arah resort dengan cepat.
Tak butuh waktu lama hanya lima belas menit mereka sampai di resort.Saat Nuha masuk ke dalam resort betapa terkejutnya dia melihat Aksa yang sudah berdiri di ruang tamu dengan wajah garang nya.
" Dari mana kamu?!" tanya Aksa dengan nada tinggi dan wajah terlihat menahan emosi.
"Aku...
"Darimana ?!!" bentak Aksa mencengkram lengan Nuha dengan kencang.
Nuha terperanjat ketika mendengar bentakan Aksa,karena bagaimana pun dia merasa takut dengan kemarahan Aksa.
Bersambung
__ADS_1