Segitiga Cinta Reina

Segitiga Cinta Reina
MENYELIDIKI


__ADS_3

Reina melihat arloji di tangannya untuk memastikan sekarang jam berapa.


"Makan siang sebentar lagi," gumam Reina sebelum gadis itu kembali memeriksa pekerjaannya.


"Sudah beres, sudah beres..." Reina bermonolog sendiri sembari tangannya cekatan memeriksa beberapa laporan.


"Sepertinya aku bisa ke toko kue Beth nanti setelah makan siang."


"Aku harus menyelidiki hubungan sebenarnya Beth dan Angga!" tekad Reina sembari merapikan beberapa kertas di mejanya. Gadis itu baru beranjak dari kursinya, saat tiba-tiba pintu ruangannya dibuka oleh seseorang dari luar.


Diftha!


"Ups! Maaf, aku tak mengetuk." Diftha menutup kembali pintu ruang kerja Reina, lalu tak berselang lama terdengar ketukan dari luar.


Astaga!


Konyol sekali, Diftha!


Reina akhirnya lanjut beranjak, lalu membuka pintu ruang kerjanya, dan langsung terlihat Diftha beserta senyum lebarnya sedang berdiri di depan ruang kerja Reina.


"Siang, Bu Reina!" Sapa Diftha sedikit lebay.


"Siang!" Jawab Reina sembari meninju pundak Diftha.


"Mau makan siang?" Tanya Diftha lagi yang langsung membuat Reina bersedekap pada teman masa SMA-nya tersebut.


"Mau sarapan!" Jawab Reina akhirnya sedikit berseloroh. Namun sukses membuat Diftha tergelak.


"Ayo!" Ajak Reina selanjutnya seraya menarik tangan Diftha yang masih saja tergelak.


"Mau makan siang dimana?" Tanya Diftha sok menawarkan.


"Rainer's Resto," jawab Reina to the point.


"Dan aku yang traktir!" Lanjut Reina lagi yang langsung membuat mimik wajah Diftha berubah.


"Bayar masing-masing-"


"Tidak!" Sergah Reina memotong.


"Pokoknya aku yang traktir, karena kemarin sore kau sudah mentraktirku," ujar Reina keras kepala.


"Kemarin sore?" Diftha terlihat mengingat-ingat.

__ADS_1


"Sudahlah!"


"Ayo!" Reina menarik tangan Diftha lagi dan keduanya langsung berjalan kaki ke Rainer's Resto yang hanya berjarak beberapa blok.


Reina dan Diftha sudah duduk di dalam Rainer's Resto dan kini Reina sedang sibuk memilih-milih menu.


"Kau mau pesan apa?" Tanya Reina pada Diftha yang sejak tadi hanya diam dan tak membuka buku menu.


"Yang paling murah apa?" Diftha malah balik bertanya dan Reina sontak mengernyit.


"Baiklah!" Gumam Reina yang akhirnya menyamakan pesanan Diftha dengan menu yang ia pesan. Semoga nanti Diftha suka.


"Rei!" Suara seorang gadis yang menyapa Reina, membuat Reina menoleh lalu tersenyum.


"Hai! Aku senang kita ketemu disini!" Reina segera bercipika-cipiki dengan gadis tadi.


"Kau membaca pesanku kemarin, kan?" Tanya Reina lagi pada gadis yang entah siapa tersebut.


"Iya, aku membacanya." Jawab gadis tersebut.


"Butuhnya buru-buru?" Tanya gadis itu lagi.


"Buru-buru tidak, Dift?" Reina malah ganti bertanya pada Diftha alih-alih menjawab pertanyaan gadis tadi.


"Perawat untuk Gizta," jelas Reina yang langsung membuat Diftha membulatkan bibirnya.


"Oh, jadi temanmu yang ini yang butuh perawat?" Tanya gadis di samping Reina tadi sembari menunjuk pada Diftha.


"Iya! Kenalkan, dia Diftha!" Ujar Reina memperkenalkan Diftha pada gadis asing tadi.


"Dan Diftha, kenalkan ini Sava, sepupuku yang aku ceritakan kemarin," ujar Reina lagi yang ganti memperkenalkan sepupunya yang ternyata bernama Sava itu pada Diftha.


Diftha dan Sava langsung berjabat tangan sembari menyebutkan nama masing-masing.


"Tadinya aku pikir, Diftha itu perempuan," kekeh Sava yang langsung membuat Diftha ikut terkekeh juga.


"Banyak yang salah sangka juga sebelum kau," sahut Diftha di sela-sela tawanya.


"Aku tidak termasuk!" Celetuk Reina pamer. Tiga orang itu kembali tertawa bersama.


"Jadi, kau belum punya rekomendasi perawat untuk adiknya Diftha?" Tanya Reina kembali ke pembahasan awal.


"Aku akan tanya ke beberapa temanku dulu apa ada yang free dan mau."

__ADS_1


"Apa ada kriteria khusus, Diftha?" Tanya Sava pada Diftha yang langsung menggeleng.


"Yang penting sabar dan telaten saja karena Gizta tidak bisa banyak bergerak." Jawab Diftha.


"Baiklah! Nanti aku carikan secepatnya, ya!" Janji Sava pada Diftha.


Tak berselang lama, makanan yang dipesan Reina akhirnya datang. Segera Diftha dan Reina menikmati makan siang mereka. Sementara Sava langsung berpamitan karena ada urusan lain.


****


"Terima kasih traktiran makan siangnya, Rei!" Ucap Diftha, setelah ia dan Reina meninggalkan Rainer's Resto.


"Sama-sama!" Reina tersenyum sejenak pada Diftha, lalu fokus ke ponselnya lagi.


"Sebenarnya aku ada urusan-" Kalimat Reina terhenti sejenak saat Diftha tiba-tiba menahan langkah serta tubuh Reina.


"Perhatikan depan saat berjalan, Rei!" Nasehat Diftha yang langsung membuat Reina meringis.


"Terima kasih!" Ucap Reina tulus, sebelum ia dan Diftha melanjutkan langkah mereka ke arah kantor.


"Kau tadi mau bicara apa? Kau ada urusan?" Diftha menanyakan kalimat Reina yang belum selesai tadi.


"Iya! Aku ada urusan penting dan harus pergi." Reina kembali menghentikan langkah, lalu gadis itu melambaikan tangan ke arah taksi yang melintas.


"Baiklah, hati-hati!" Ucap Diftha sebelum Reina masuk ke dalam taksi.


"Nanti pulang kita bareng lagi, ya! Aku mau bertemu Gizta!" Pesan Reina yang langsung membuat Diftha mengangguk.


"Nanti aku jemput ke ruanganmu," janji Diftha sembari menutup pintu taksi. Tak berselang lama, taksi yang membawa Reina sudah melaju pergi.


"Ke Jalan Seroja, Pak!" Ucap Reina pada sopir taksi yang langsung mengangguk.


"Siap, Nona!"


.


.


.


Sava siapa kok bisa sepupuan sama Reina?


Savannah dan Sebastian adalah anak dari Ben-Ayunda (Beauty & Berondong)

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


__ADS_2