Segitiga Cinta Reina

Segitiga Cinta Reina
TIDAK ROMANTIS


__ADS_3

"Sudah sehat, kan?" Tanya Aunty Audrey sekali lagi sembari meletakkan punggung tangannya di kening Reina.


"Sudah, Aunty!"


"Reina hanya kecapekan," tukas Reina beralasan.


"Antara capek dan grogi sepertinya," pendapat Mom Yumi yang juga ikut duduk bersama Reina dan Aunty Audrey. Tiga wanita itu lalu terkekeh bersama.


"Besok mau jam berapa foto prewedding-nya?" Tanya Aunty Audrey selanjutnya yang langsung membuat Reina diam beberapa saat.


"Fotonya harus berdua bersama Angga?" Tanya Reina sedikit bergumam.


"Tentu saja, Reina! Ini foto prewedding dan bukan foto KTP. Jadi harus berdua," jawab Aunty Audrey seraya tergelak.


"Reina harus bertanya pada Angga dulu kalau begitu, Aunty! Dia sibuk," ujar Reina sembari bangkit dari sofa. Saat itulah, terdengar sapaan dari pintu depan.


"Selamat malam!"


"Selamat malam, Angga! Panjang umur sekali," jawab Aunty Audrey cepat yang langsung menyambut Angga.


"Selamat malam, Mom," ucap Angga yang ganti menyapa Mom Yumi.


Sedangkan Reina yang tadi sudah bangkit berdiri, kembali duduk di samping Mom Yumi. Angga menyodorkan sebuket bunga untuk Reina yang langsung berekspresi bingung.


Bagaimana tak bingung?


Pagi tadi sikap Angga begitu ketus dan sekarang pria itu mendadak membawakan Reina bunga.


Aneh!


"Sweet sekali," puji Aunty Audrey saat melihat Angga yang membawakan Reina bunga.


"Reina suka bunga, Aunty," jelas Angga yang akhirnya ikut duduk juga di sofa.


"Baru pulang dari kantor?" Tanya Mom Yumi berbasa-basi pada Angga.


"Iya, Mom. Pekerjaan lumayan banyak," jelas Angga yang hanya membuat Mom Yumi mengangguk


"Kau bagaimana? Sudah sehat?" Angga ganti bertanya pada Reina yang langsung tergagap.


"Apa?" Reina menatap bingung pada Angga.


"Kau sudah sehat? Tadi pagi kau demam dan katanya tak enak badan." Angga mengulangi pertanyaannya dengan lebih jelas.


"Ya! Aku sudah sehat!" Jawab Reina cepat.


"Dan besok, kalian sudah bisa foto prewedding," timpal Aunty Audrey mengingatkan. Sesaat kemudian, ponsel wanita paruh baya itu berdering.


"Astaga, Kyle menelepon," bisik Aunty Audrey pada Mom Yumi, sebelum kemudian wanita itu beranjak dan sedikit menjauh untuk menjawan telepon dari sang suami.


"Besok foto prewedding-nya?" Angga kembali bertanya pada Reina.


"Ya! Kata Aunty Audrey waktunya terserah kau saja. Fotografer bisa menyesuaikan," ujar Reina tanpa sedikitpun menatap Angga.


"Aku senggang setelah makan siang. Kau?" Angga bertanya lagi pada Reina. Gadis itu langsung mengendikkan kedua bahunya.


"Aku menyesuaikan saja! Pekerjaanku tak sebanyak pekerjaanmu," jawab Reina lirih.


"Mom ke dalam dulu," pamit Mom Yumi yang tiba-tiba sudah bangkit berdiri, lalu dengan cepat meninggalkan Reina dan Angga yang masih duduk di sofa yang terpisah.

__ADS_1


"Kau akan ke kantor besok?" Tanya Angga lagi memastikan.


"Ya!" Reina mengangkat wajahnya, saat kemudian tatapannya langsung bertumbukan dengan tatapan Angga. Hanya beberapa saat, dan Reina langsung kembali menundukkan wajahnya.


"Besok aku jemput ke kantor-"


"Tidak usah!" Tolak Reina cepat.


"Kenapa tidak usah? Bukankah aku calon suamimu?" Kalimat Angga langsung sukses membuat Reina kembali mengangkat wajahnya dan membalas tatapan Angga yang sejak tadi masih tertuju ke arahnya.


"Aku calon suamimu!" Angga mengulangi lagi kalimatnya seolah sedang menegaskan statusnya pada Reina.


"Bertunangan belum tentu menikah."


"Jika memang kau merasa nyaman bersama Diftha yang perhatian, tidak masalah jika kau ingin berpaling, Rei!"


"Hatimu tidak sedang berpaling pada pria lain, kan? Karena kita akan menikah akhir pekan nanti," tukas Angga selanjutnya seraya tertawa sumbang. Sepertinya pria itu sedang menyindir Reina sekarang!


"Berpaling kemana maksudmu? Bukannya yang selama ini selalu mendua adalah kau!" Sergah Reina sembari bersedekap dan memalingkan wajahnya.


"Kau benar," gumam Angga seraya terkekeh. Pria itu lalu mengambil minuman yang tadi disajikan oleh maid dan meneguknya hingga tinggal setengah.


"Apa konsep prewedding kita besok?" Tanya Angga mengalihkan topik pembicaraan.


"Aku tidak tahu!" Jawab Reina masih bersedekap.


"Semuanya mendadak jadi aku juga tak tahu-menahu. Semuanya sudah diatur oleh Mom dan Aunty Audrey," ujar Reina lagi..


"Dan kau tidak bertanya-"


"Kau bisa menanyakannya sendiri pada Aunty Audrey!" Sergah Reina bersamaan dengan Aunty Audrey yang sudah kembali menghampiri Reina dan Angga.


"Konsep prewedding. Angga menanyakannya," jawab Reina mencoba menjaga nada bicaranya agar tak terdengar ketus.


"Oh!"


"Berhubung acaranya mendadak, jadi Alice kemarin menyarankan agar prewedding-nya memakai konsep daily activity kalian berdua saja."


"Dan, karena sebagian besar waktu kalian berdua habis di kantor, jadi nanti foto prewedding-nya ala-ala kantor begitu."


"Iel juga sudah setuju kalau prewedding-nya di kantor Halley Development saja," terang Aunty Audrey panjang lebar.


"Atau kalian mau ganti konsep?" Tawar Aunty Audrey.


"Tidak usah, Aunty!" Jawab Angga dan Reina serempak. Aunty Audrey sontak tergelak mendengar kekompakan calon pengantin tersebut.


"Kompak sekali jawabannya!"


"Tapi Aunty suka! Kalian benar-benar pasangan yang serasi," puji Aunty Audrey seraya meraih tasnya. Wanita paruh baya itu lalu bangkit dari duduknya.


"Aunty sudah mau pulang?" Tanya Reina ikut bangkit dari sofa.


"Ya! Aunty harus menemani Uncle Kyle ke acara. Sebentar lagi dijemput-"


Beep beep!


Aunty Audrey baru menyelesaikan kalimatnya, saat sudah terdengar klakson mobil Uncle Kyle dari halaman.


"Express sekali jemputannya," seloroh Angga yang hanya membuat Aunty Audrey tertawa kecil.

__ADS_1


"Besok jadinya jam berapa foto prewedding-nya?" Tanya Aunty Audrey lagi memastikan.


"Setelah makan siang, Aunty!" Jawab Angga dan Reina lagi bersamaan.


"Baiklah, setelah makan siang, ya!"


"Pasangan yang serasi dan selalu kompak!" Aunty Audrey menepuk punggung Reina dan Angga sebelum berpamitan. Kini lagi-lagi hanya tinggal Angga dan Reina saja di ruang tamu. Mom Yumi yang tadi pamit ke dalam juga sepertinya tak ada niat untuk kembali. Lalu Dad Liam dan Abang Fairel yang entah pergi kemana. Dua pria itu sama sekali belum menampakkan batang hidungnya sedari sore.


Apa pekerjaan di Halley Development juga sedang padat merayap?


"Kenapa prewedding-nya tidak di kantor Hadinata saja?" Tanya Angga membuka obrolan.


"Kenapa kau tadi tidak menanyakannya pada Aunty Audrey dan malah menanyakannya kepadaku?" Jawab Reina dengan nada malas.


"Barangkali kau tahu alasannya." Angga mengendikkan kedua bahunya.


"Aku tidak tahu," jawab Reina lirih seraya meraih bunga yang tadi dibawakan Angga, lalu menghirup aromanya sejenak. Tangan Reina juga cekatan merapikan bunga berwarna merah dan putih tersebut.


"Sebaiknya segera kau simpan di vas agar tak layu," saran Angga yang sejak tadi tak berhenti memperhatikan Reina.


"Mbak!" Panggil Reina akhirnya pada maid di kediaman Halley.


"Iya, Nona."


"Tolong taruh di vas." Reina mengangsurkan bunga tadi pada sang maid.


"Lalu taruh di kamarku," titah Reina lagi.


"Baik, Nona!" Jawab maid seraya berlalu dan membawa bunga Reina. Keheningan kembali menyergap di ruangan tersebut, seolah tak ada bahan pembicaraan di antara Reina dan Angga.


"Ehem!" Angga akhirnya berdehem ringan demi mencairkan suasana.


"Berhubung kau sudah sehat, jadi sebaiknya aku pulang sekarang!" Angga meraih gelas minumnya lagi, lalu meneguk sisa jus di gelas hingga tandas.


"Tidak mengi-" Reina tak melanjutkan kalimatnya dan Angga langsung mengernyit penuh tanya.


"Tidak jadi!" Ujar Reina kemudian sembari bersedekap.


"Jangan begadang agar tak demam lagi!" Pesan Angga hanya sambil menatap pada Reina tanpa ada gerakan spontan seperti sebelum-sebelumnya.


Gerakan spontan mengusap kepala atau mengacak rambut Reina misalnya.


"Ya," jawab Reina lirih.


"Besok aku jemput ke kantor."


"Bye!" Pamit Angga sekali lagi tetap tanpa gerakan basa-basi. Pria itu langsung keluar begitu saja ke teras depan, lalu langsung menuju ke mobilnya. Reina hanya berdiri sembari bersandar di ambang pintu, saat mobil Angga melaju meninggalkan kediaman Halley.


"Bye!"


"Dasar tidak romantis!" Gerutu Reina kesal, sebelum gadis itu masuk ke rumah dan membanting pintu depan.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


__ADS_2