
"Password-nya apa?" Tanya Angga saat ia dan Reina sudah tiba di depan unit apartemen milik Angga yang sudah cukup lama tak Angga sambangi.
Ya, beberapa bulan lalu Angga memang menghindari berkunjung ke tempat ini bersama Reina karena ujung-ujungnya mereka hampir melakukan hal terlarang yang melanggar norma.
Namun malam ini sepertinya akan lain cerita karena Angga dan Reina sudah sah menjadi suami istri. Jadi tak ada lagi hal yang melanggar norma, selama mereka melakukannya di dalam apartemen dan bukan di tempat sembarangan!
"Kau lupa password apartemenmu?" Tanya Reina heran sembari tangannya lincah mengetikkan password yang Reina hafal di luar kepala.
Ya, Reina yang dulu mengganti password apartemen Angga ini, jadi tentu saja dirinya hafal di luar kepala!
"Aku biasa masuk pakai kartu akses," ujar Angga beralasan bersamaan dengan pintu yang sudah terbuka. Suasana di dalam gelap. Segera Reina meraba-raba dinding samping untuk mencari saklar lampu. Sementara Angga langsung menutup pintu depan dan menguncinya.
"Sudah lumayan lama tidak kesini!" Ucap Reina sembari merentangkan kedua tangannya ke samping. Reina seolah sedang menghirup aroma khas di dalam apartemen Angga.
"Memang selama ini kemana saja?" Tanya Angga yang sudah dengan cepat mendekap Reina dari belakang.
"Berkelana...."
"Ke hatimu," jawab Reina asal sembari ganti mengangkat tangannya ke atas, saat Angga mulai menanggalkan hoodie yang dikenakan oleh Reina. Namun entah sengaja entah tidak, saat melepaskan hoodie Reina, Angga turut menarik lepas kaus yang dikenakan oleh Reina. Jadilah sekarang hanya tertinggal bra yang menutupi bagian atas tubuh Reina serta celana jeans panjang yang menutupi tubuh Reina bagian bawah.
"Kau sengaja?" Sergah Reina yang langsung menyilangkan kedua lengannya di depan dada. Wanita itu juga sudah berbalikdan menatap tajam pada Angga.
"Iya! Lalu kau mau apa? Melapor pada Mom dan Dad?" Jawab Angga panjang lebar. Angga lalu menyingkirkan perlahan kedua lengan Reina yang menyilang di depan dada. Wajah Reina seketika langsung memerah.
"Jangan disini!" Ujar Reina seraya berbalik, lalu berlari ke arah kamar. Namun Angga rupanya sudah ikut bergerak dengan cepat, lalu pria itu menangkap tubuh Reina sebelum istrinya itu sampai di kamar.
"Angga!" Pekik Reina saat Angga sudah mengangkat tubuhnya, lalu mendaratkan di atas kasur. Angga juga langsung menindih tubuh Reina, dan mengunci kedua tangan Reina ke atas kepala.
"Kacamata," bisik Reina mengingatkan Angga yang masih mengenakan kacamatanya.
"Hem." Angga melepaskan kacamatanya, lalu meletakkan benda itu sekenanya ke atas nakas, sebelum lanjut menyatukan bibirnya dengan bibir Reina.
"Emmmhhhh!" Reina melenguh sambil sedikit menggeliat, saat Angga terus menghujani bibirnya dengan kecupan bertubi-tubi.
Sepertinya Angga memang sudah ahli!
Masih sambil mencecap bibir Reina, tabgab Angga bergeralincah dan menyusup ke bawah bra Reina, lalu menangkup satu dari sua gubdukan kenyal milik Reina. Tubuh Reina seketika langsung menggelinjang, hingga wanita itu melengkungkan punggungnya.
__ADS_1
"Emmmhhhhh!" Lenguhan Reina langsung berubah menjadi des*han tertahan, saat tangan Angga sudah dengan cekatan menyibak bra Reina ke atas. Kini kedua bongkahan kenyal milik Reina sudah terpampang dengan nyata, dan Angga langsung melahap keduanya secara bergantian.
Reina mendes*h sekali lagi sembari tangannya menjambak rambut Angga. Wanita itu juga kembali menggeliat karena merasakan lidah Angga yang sekarang menari-nari di ujung dadanya.
"Angga-" Reina menjambak kuat rambut Angga, saat kemudian Angga mendongakkan wajahnya dan menatap ke arah wajah Reina yang sudah dipenuhi oleh kabut gairah.
Angga meninggalkan sejenak gundukan kenyal milik Reina, lalu beralih ke bibir Reina lagi, dan mencecap bibir merekah tersebut dengan begitu dalam.
Bagi Angga, rasanya begitu luar biasa!
Tangan Reina yang sudah lepas dari cekalan Angga, bergerak perlahan untuk mencari ujung kaus pria tersebut. Reina lalu menarik lepas kaus Angga melewati kepala, hingga akhirnya mereka berdua sudah sama-sama setengah naked sekarang.
"Sudah bisa? Atau perlu aku ajari?" Tanya Angga yang sudah melepaskan pagutannya pada Reina.
"Kau sepertinya ahli sekali," komentar Reina yang langsung membuat Angga terkekeh.
"Semua pria dewasa pasti ahli melakukannya," bisik Angga seraya menyatukan keningnya dengan kening Reina.
"Dan sejujurnya...."
"Kau mau bermain-main sampai kapan?" Sergah Reina yang tiba-tiba sudah mendorong tubuh Angga dari atas tubuhnya. Reina menatap sejenak pada Angga yang kini setengah berbaring, sebelum kemudian fokus Reina terhenti di pangkal paha Angga.
"Gantian!" Ucap Reina serata melepaskan kancing celana Angga. Tangan Reina begitu cekatan, saat wanita itu menarik turun celana jeans yang menutupi bagian bawah tubuh Angga. Milik Angga seketika langsung menyembul keluar, begitu Reina selesai melucuti underwear terakhir yang menutupi tubuh Angga.
"Wow!" Gumam Reina seraya tertawa kecil. Tangan Reina langsung menggenggam milik Angga dengan mantap dan mengurutnya sebentar.
"Sudah pengalaman?" Goda Angga seraya tersenyum nakal pada Reina.
"Kau yang mengajari!" Decak Reina sebelum kemudian wanita itu melahap milik Angga seperti sebuah lolipop.
"Arrggghh!" Angga langsung mengerang karena merasakan miliknya yang sudah tenggelam setengah ke dalam mulut Reina yang hangat.
Reina mendongakkan wajahnya dan menatap ke kedua netra Angga, sembari mulutnya bergerak maju mundur untuk mengul*m milik Angga yang semakin keras dan tegang.
Ya!
Reina menyukainya.
__ADS_1
"Ouuuh!" Angga melenguh sekali lagi dan tentu saja hal itu membuat Reina semakin bersemangat.
"Reina-" Angga menangkup wajah Reina, yang mulutnya masih tersumpal oleh milik Angga. Pipi istri Angga itu bahkan sudah menggembung dengan lucu sekarang.
"Ada apa? Kau mau keluar?" Tanya Reina setelah wanita itu melepaskan kul*mannya pada milik Angga.
"Tentu saja belum!" Jawab Angga dengan nada sombong. Angga lalu mencecap bibir Reina dengan penuh gairah, sembari tangannya bergerak cepat untuk melepaskan celana Reina. Kini dua tubuh itu sudah sama-sama naked dan keduanya masih larut dalam pagutan panas yang penuh gairah.
"Kau sudah siap?" Tanya Angga dengan nafas terengah. Jemari Angga sudah bergerak perlahan ke pangkal paha Reina dan mengusap milik Reina yang tertutup oleh rambut tipis.
"Ya," jawab Reina seraya mengalungkan kedua lengannya ke leher Angga,lalu wanita itu juga menyusupkan kepalanya di dada Angga. Reina melenguh beberapa kali, saat tangan Angga terus mengusap miliknya di bawah sana yang mulai terasa basah.
"Angga!" Reina mencengkeram punggung Angga, saat satu jari Angga melesak masuk ke dalam milik Reina.
"Emmmhhh!" Reina ganti meracau dan menggeliat gelisah saat jari Angga bergerak keluar dan masuk di dalam miliknya. Kuku-kuku di jari Reina bahkan sudah mencengkeram punggung Angga dengan semakin kuat.
"Angga, aku menginginkannya!" Reina kembali meracau dan setengah berteriak. Angga akhirnya tak menunggu lagi dan pria itu segera mengarahkan miliknya ke dalam milik Reina. Hanya satu sentakan dan Angga sudah berhasil melesakkan miliknya untuk pertama kali ke dalam milik Reina.
Reina mengerang sekaligus meringis, saat rasa perih namun nikmat itu menjalari setiap sarafnya. Wanita itu lalu menatap ke dalam wajah Angga yang masih diam.
"I love you, Angga!" Ucap Reina mesra, sembari mengusap wajah Angga.
"I love you too, Reinaku," balas Angga sembari tersenyum, sebelum kemudian pria itu mel*mat bibir Reina dan memulai pergerakannya.
Erangan serta lenguhan terus terdengar bersahut-sahutan di dalam kamar yang suasananya semakin memanas tersebut. Reina dan Angga benar-benar larut dalam percintaan yang panas. Hingga menjelang pagi, keduanya baru terlelap dengan tubuh yang sama-sama dipenuhi peluh dan tetap saling mendekap.
.
.
.
Udah lupa kapan terakhir bikin adegan nganu 🤣
Maaf kalo absurd.
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1