Segitiga Cinta Reina

Segitiga Cinta Reina
REINA KENAPA?


__ADS_3

Tak sampai lima belas menit, taksi yang ditumpangi Reina sudah tiba di Jalan Seroja.


"Apa ada toko kue di jalan ini, Pak?" Tanya Reina pada sopir taksi, sembari gadis itu mengedarkan pandangannya ke kanan dan ke kiri untuk mencari toko kue Beth.


Reina benar-benar butuh jawaban dan penjelasan tentang hubungan Beth dan Angga!


Tapi nanti setelah Reina bertemu Beth, Reina mau apa?


Langsung melabrak gadis itu atau tanya baik-baik dulu tentang hubungannya dengan Angga?


Ah, tapi mana ada wanita perebut pacar orang yang mau mengaku kalau dia merebut pacar orang lain? Kebanyakan dari mereka pasti akan mengaku sebagai korban.


Korban kebohongan dan ketidaktahuan.


Bullsh*t!


"Non! Nama toko kuenya apa?" Pertanyaan dari supir taksi sontak membuyarkan lamunan Reina.


"Hah? Kenapa, Pak?" Tanya Reina yang rupanya tak terlalu jelas mendengar pertanyaan dari supir taksi.


"Toko kue yang Nona cari, namanya apa?" Supir taksi mengulangi pertanyaannya.


"By Beth!" Jawab Reina seraya meringis. Reina lupa dengan nama toko kue Beth karena yang Reina ingat hanya tulisan By Beth di bagian bawah.


Payah!


"Memang ada berapa toko kue di Jalan Seroja, Pak?" Tanya Reina sembari mengingat-ingat nama toko kue Bethany. Tapi bagaimana Reina bisa ingat jika ia saja tak membacanya.


"Ada dua kalau tidak salah, Nona!"


"Dan yang nona sebutkan tadi sepertinya tidak ada," ujar supir taksi yang hanya membuat Reina mendengus.


"Kita datangi satu persatu saja kalau begitu, Pak!" Cetus Reina akhirnya meskipun ia sebenarnya juga sedikit ragu.


Reina merasa yang ia lakukan ini berlebihan dan tidak benar. Kenapa Reina tak tanya langsung ke Angga saja perihal hubungan pria itu dan Beth?


"Baik, Non!" Ucap supir taksi seraya melajukan kembali taksi, setelah lampu lalu lintas berubah menjadi hijau. Taksi berbelok ke satu jalan yang kanan kirinya terdapat ruko-ruko yang berjejer rapi lengkap dengan trotoar jalan yang lumayan lapang.


"Ini yang pertama, Non! Tokonya yang ini?" Tanya supir taksi seraya menghentikan taksi di depan sebuah toko kue bernuansa eropa klasik. Reina membaca dengan cermat tulisan di plang di depan toko kue tersebut.


"Bukan, Pak!" Ujar Reina cepat saat tidak mendapati nama Beth di bawah toko kue. Taksi akhirnya melaju ke toko kue selanjutnya.


"Ini yang kedua, Non!"


"Bukan juga, Pak!" Jawab Reina cepat karena yang kedua ini adalah franchais dari toko kue yang lumayan terkenal. Mustahil pemiliknya adalah Beth, kan?


"Baiklah! Yang ketiga tokonya ada di ujung, Non!" Ujar sopir taksi sembari terus melajukan taksi menuju ke ujung jalan seroja.


"Pak, Pak! Berhenti!" Seru Reina saat ia tak sengaja melihat Aunty Sita dan juga Rossie yang baru keluar dari mobil, lalu masuk ke sebuah ruko kecil yang sedikit tersembunyi di deretan ruko-ruko di sekitarnya.

__ADS_1


"Ada apa, Non?" Tanya supir taksi bingung.


"Reina tak menjawab dan gadis itu langsung mengambil uang sekenanya dari tas, lalu mengangsurkan ke supir taksi.


"Terima kasih, Pak! Saya turun disini!" Ucap Rrina sembari membuka pintu taksi.


"Kembalian-"


"Ambil saja!" Ucap Reina buru-buru. Gadis itu bergegas menyeberang jalan, lalu segera menuju ke ruko yang tadi dimasuki oleh Aunty Sita dan Rossie.


Reina membaca plang berwarna oranye di depan toko.


"Sweety Cake by Beth."


"Ini dia!" Gumam Reina sedikit geregetan. Reina langsung masuk ke dalam toko yang tak terlalu luas tersebut dan pemandangan pertama yang Reina lihat adalah Aunty Sita dan juga Rossie yang tengah tertawa bersama seorang gadis yang memakai celemek bertuliskan Sweety Cake.


"Selamat datang!" Ucap gadis asing yang Reina tebak adalah Beth tersebut.


Benar kata Abang Fairel. Dia memang manis!


"Reina! Mau beli kue?" Tanya Rossie yang langsung membuat Reina salah tingkah.


Ya ampun!


Sepertinya Reina salah langkah.


Bodoh!


"Mmmmmm, iya!" Jawab Reina sembari menghampiri Rossie dan Aunty Sita.


"Aunty sedang memesan kue untuk pertunanganmu dan Angga nanti. Sekalian mau mengambil kue untuk acara Rossie malam ini," ujar Aunty Sita sembari mengusap rambut Reina.


"Oh, jadi ini calon tunangan Angga, Aunty?" Tanya gadis ber-celemek yang manis tadi.


"Iya, Beth! Ini Reina calon tunangan Angga." Bukan Aunty Sita, melainkan Rossie yang menjawab pertanyaan Beth sekaligus memperkenalkan Reina pada Beth.


"Aunty sering beli kue disini?" Tanya Reina berbasa-basi pada Aunty Sita.


"Langganan. Beth ini kan anak dari sahabat Aunty," ujar Aunty Sita menjelaskan.


"Trus nggak ada rencana menjodohkan Beth dengan Angga, begitu?" Celetuk Reina to the point yang langsung membuat Aunty Sita, Rossie, dan Beth menganga.


"Hah? Kamu ngomong apa, Rei? Abang Angga kan calon tunangan kamu!" Rossie yang akhirnya buka suara dan raut wajah gadis itu tampak terheran-heran. Pun dengan Aunty Sita yang ikut menatap heran pada Reina.


"Maaf, Aunty! Tapi mungkin sebaiknya pertunangan Reina dan Angga diundur saja."


"Reina permisi!" ujar Reina kemudian sembari berbalik dan berjalan cepat ke arah pintu toko.


"Reina!" Panggil Aunty Sita yang merasa tak mengerti dengan sikap aneh Reina.

__ADS_1


"Reina kenapa, Ma?" Tanya Rossie bingung.


"Mama juga tidak tahu."


"Apa Reina sedang cemburu, Aunty?" Tanya Beth tiba-tiba yang langsung membuat Aunty Sita dan Rossie saling bertukar pandang


"Maksudnya cemburu pada?" Tanya Rossie tak paham.


"Iya mungkin Reina salah paham dan mengira kalau aku dan Angga ada sesuatu." Beth mengendikkan kedua bahunya.


"Rasanya berlebihan," gumam Rossie merasa aneh. Berbeda dengan Aunty Sita yang hanya terdiam.


"Ma, apa benar yang dikatakan Beth?" Rossie akhirnya bertanya pada sang mana yang sejak tadi hanya diam.


"Mama juga tidak tahu, Rossie."


"Sebaiknya kita pulang sekarang karena masih banyak yang harus kita siapkan," pungkas Aunty Sita akhirnya seraya mengeluarkan dompet untuk membayar pesanan kue.


****


"Rei! Sudah pulang?" Sapa Mom Yumi saat melihat sang putri yang pulang dengan wajah sedikit kusut serupa orang yang tengah frustasi


"Rei!" Panggil Mom Yumi lagi karena Reina tak menjawab sapaan sang Mom dan gadis itu malah langsung berlari naik tangga menuju ke kamarnya.


"Kenapa lagi anak itu?" Gumam Mom Yumi penuh tanya yang merasa tak paham dengan sikap Reina yang belakangan ini sering uring-uringan.


"Sedang bicara pada siapa, Mom?" Tanya Fairel yang sontak membuat Mom Yumi kaget.


"Iel! Mengagetkan Mom saja!" Gerutu Mom Yumi yang malah membuat Fairel terkekeh.


"Habisnya, Mom bicara sendiri tadi. Ada apa, sih?" Tanya Fairel kepo.


"Reina. Pulang dari kantor wajahnya ditekuk, tidak menjawab sapaan Mom dan malah langsung lari naik tangga," jawab Mom Yumi tak mengerti.


"Oh, Reina sudah pulang juga, ya!"


"Baguslah, bisa bantuin Iel cari hadiah untuk Rossie berarti," gumam Fairel seraya berjalan ke arah tangga.


"Iel, kau tahu Reina kenapa?" Tanya Mom Yumi yang langsung membuat Fairel menghentikan langkahnya sejenak.


"Mungkin kangen pada Angga, Mom! Angga kan sedang di luar kota!" Jelas Fairel sebelum pria itu melanjutkan langkahnya, lalu naik tangga dan menuju ke kamar Reina.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


__ADS_2