
"Darimana?"
Pertanyaan tajam dari Mom Yumi langsung menyergap saat Reina baru tiba di kediaman Halley. Pihak vendor sudah selesai memasang dekorasi untuk acara nanti malam dan halaman rumah Halley juga sudah berubah menjadi begitu cantik dan mewah karena ada hiasan bunga dimana-mana. Acara pertunangan Reina dan Angga akan berlangsung dengan sangat megah malam ini!
"Hanya jalan-jalan, Mom!"
"Reina mau ke kamar dan....."
"Berendam," Reina tak teelalu menggubris tatapan tajam Mom Yumi dan gadus itu memilih untuk segera berlalu saja, naik tangga, lalu menuju ke kamarnya di lantai dua.
"Jangan bilang kau dari apartemen Angga?" Celetuk Abang Fairel yangvabru turun dari lantai dua. Entah kapan abang Reina itu pulang, tapi satu hal yang pasti Reina hanya ingin memeluknya sekarang.
"Abang kapan pulang-"
"Aku sedang tidak mau dipeluk!" Kelit Fairel yang langsung menghindar saat Reina hendak memeluknya.
"Aku sedang badmood!" Ucap Fairel lagi berapi-api, sebelum kemudian pria itu berlari menuruni tangga dan meninggalkan Reina.
"Ck! Aku juga sedang badmood, Bang!" Cicit Reina sebelum ia lanjut naik ke lantai dua dan masuk ke kamarnya.
Reina menutup pintu, lalu tatapannya langsung tertumbuk pada gaun warna broken white yang terpajang apik di sudut kamar.
Ya, itulah gaun yang akan Reina kenakan malam ini meskipun Reina mendadak ingin acara pertunangan malam ini batal saja!
Tapi hal itu sangat mustahil!
Reina hanya bisa pasrah sekarang!
Reina melempar tasnya serampangan, lalu gadis itu langsung masuk ke kamar mandi sembari melucuti satu per satu bajunya.
Reina yang sudah naked, langsung masuk ke dalam bathtube sembari menyalakan air yang perlahan memenuhi bathtube dan menenggelamkan tubuh Reina.
Ya, ini lebih baik!
****
"Rei, kau masih berendam?" Suara Alice yang kini berdiri di ambang pintu kamar mandi membuat Reina tersentak.
Reina tidak tahu sekarang jam berapa dan berapa lama Reina tadi tertidur sambil berendam.
Astaga!
"Alice?" Gumam Reina tergagap.
"Aku mengantar MUA yang akan meriasmu sebentar lagi," ujar Alice menjelaskan pada Reina. Putri dari Aunty Audrey itu masih berdiri di ambang pintu kamar mandi.
"Sekarang jam berapa?" Tanta Reina sembari meraih handuk di atas kepalanya.
__ADS_1
"Jam enam, Rei!"
"Kau berendam berapa lama?" Alice balik bertanya dan menyelidik.
"Reina sudah siap, Alice?"
Reina belum menjawab pertanyaan Alice, saat sudah terdengar suara Mom Yumi.
Ya ampun!
"Reina masih berendam, Aunty!" Jawab Reina sembari meninggalkan Reiba yang bergegas keluar dari bathtube dan membungkus tubuhnya dengan bathrobe. Kulit Reiba sudah pucat dan keriput sekarang.
"Masih berendam?" Mom Yumi langsung menyusul ke kamar mandi dan nyaris menubruk Reina yang baru keluar.
"Lihat tanganmu!" Mom Yumi meraih tangan Reina dan langsung berdecak.
"Reina ketiduran, Mom," cicit Reina beralasan.
"Ketiduran saat berendam?" Mom Yumi menatap tak percaya pada sang putri.
Sementara Aunty Audrey dan Alice juga sudah ikut memeriksa Reina.
"Bagaimana ini, Audrey?" Tanya Mom Yumi khawatir.
"Tidak apa! Biar Reina dirias dulu. Nanti perlahan juga hilang dan normal lagi," ujar Aunty Audrey menenangkan Mom Yumi.
"Ayo duduk, Reina!" Titah Aunty Audrey selanjutnya seraya membimbing Reina agar duduk di depan meja rias. MUA kemudian mulai merias wajah Reina.
****
"Kopi itu untuk siapa, Diftha?"
"Untuk karyawan di divisi keuangan, Pak!"
"Kau dan Diftha tadi makan dimana?"
"Di warteg langganan Diftha."
"Kau yakin tidak mau menemaniku ke acara reuni, Angga?"
"Kau bisa pergi bersama Diftha, Rei! Aku tidak bisa menemanimu."
"Tapi aku lebih suka pergi bersamamu. Kita bisa sekalian mengundang teman-temanku untuk datang ke acara pertunangan kita nanti."
Angga diam sejenak saat mengingat obrolan terakhirnya bersama Reina, sesaat sebelum gadis itu pergi ke reuni bersama Diftha.
Apa karena itu, Reina berpaling dari Angga dan mulai dekat dengan Diftha?
__ADS_1
Apa karena Angga yang selalu menomorsatukan pekerjaan hingga Reina mencari kenyamanan pada pria lain?
Diftha juga sepertinya begitu perhatian pada Reina dan bisa saja hal itu yang akhir menumbuhkan sebuah perasaan di hati Reina.
"Bang! Sudah siap belum? Kita harus berangkat sekarang!" Suara Rossie yang kini berdiri di ambang pintu kamar Angga, langsung menyentak lamunan pria dua puluh delapan tahun tersebut.
Rossie masuk ke kamar Angga, lalu membantu membenarkan dasj Angga.
"Abang tampan malam ini. Kak Reina pasti akan langsung terperangah saat melihat Abang Angga," kikik Rossie selyang tak terlalu digubris oleh Angga.
Angga sedang sibuk berperang dengan dirinya sendiri dan menerka-nerka alasan apa yang membuat Reina akhirnya merasa nyaman pada Diftha. Sepertinya semua ini memang kesalahan Angga sendiri yang terlalu workaholic, terlalu acuh dan tak peka, serta terlalu percaya pada Reina hingga memberikan kesempatan pada kekasihnya itu untuk pergi bersama pria yang ternyata diam-diam menyimpan perasaan pada Reina.
Ya!
Anggalah yang sudah memberi celah untuk Reina bisa akrab dengan Diftha!
Andai Angga peka sejak awal....
"Kau tidak cemburu aku pergi bersama Diftha?"
Angga memejamkan matanya, lalu pria itu merutuki dirinya sendiri. Merutuki dirinya yang terlalu datar dan kurang perhatian pada Reina.
Mungkin Angga memang tak pantas untuk Reina dan Reina sangat berhak mendapatkan pria yang lebih baik seperti Diftha yang bisa memberikan perhatian yang selalu diidam-idamkan oleh Reina....
Hhhhh!
Pertunangan Reina dan Angga akan berlangsung beberapa saat lagi dan mustahil jika dibatalkan.
"Mungkin setelah bertunangan nanti sebaiknya kita instropeksi diri masing-masing serta kembali mempertimbangkan apakah kita akan lanjut ke jenjang pernikahan atau mengakhiri semuanya."
"Mengakhiri semuanya...."
"Bang!" Sentakan Rossie membuyarkan aunan Angga.
"Abang kenapa malah melamun? Diajak ngobrol juga!" Sungut Rossie kesal.
"Iya, maaf!"
"Aku hanya grogi," kilah Angga beralasan.
"Yaudah, ayo berangkat! Mama dan papa sudah menunggu di bawah," ajak Rossie akhirnya yang langsung diiyakan oleh Angga. Kakak beradik itupun lalu turun ke lantai bawah dan segera berangkat menuju ke kediaman Halley.
"Aku harus bertemu Diftha dan menyelesaikan semua ini," gumam Angga dalam hati, sesaat sebelum mobil yang ia tumpangi berbelok ke dalam kediaman Halley.
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih yang sudah mampir.