Segitiga Cinta Reina

Segitiga Cinta Reina
ASISTEN BARU


__ADS_3

"Diftha!" Sapa Angga cepat, saat akhirnya Diftha mengangkat telepon darinya.


"Selamat pagi, Pak Angga! Anda sudah menerima surat pengunduran diri saya?"


"Iya, sudah!"


"Kenapa mendadak, Diftha?" Tanya Angga tak mengerti. Pria itu juga memijit pelipisnya berulang kali.


"Saya sebenarnya sudah menyampaikan pada Pak Robert beberapa hari sebelumnya, Pak Angga. Maaf kalau terkesan mendadak."


Angga menghela nafas dengan berat sekali lagi.


"Aku tahu kalau ini masih ada hubungannya dengan Rei-"


"Saya yakin Reina sudah bahagia menjadi istri anda sekarang, Pak Angga! Tapi tak bisa dipungkiri kalau saya juga butuh ruang untuk bangkit dari semuanya."


"Maaf atas sikap lancang saya ini, Pak Angga! Tapi saya juga hanya manusia biasa yang bisa patah hati."


Terdengar kekehan Diftha dari ujung telepon.


"Dan jika saya masih bertahan di sana, sama artinya seperti saya menyakiti diri saya sendiri. Tapi saya berjanji dan bersumpah kalau saya akan secepatnya membuang dan menghilangakn perasaan saya pada Reina, Pak Angga!"


"Saya berjanji."


"Aku mengerti, Diftha!" Angga mengangguk-angguk.


"Semoga kau juga lekas bertemu jodohmu di kota yang baru."


"Kau hanya pindah ke kantor cabang, kan?" Tanya Angga memastikan. Tadi Angga memang langsung menghubungi bagian SDM perihal resign-nya Diftha. Dan ternyata Diftha tak sepenuhnya resign karena pria itu hanya pindah ke kantor cabang di kota lain.


"Iya, Pak!"


"Pak Robert tidak mengizinkan saya keluar dari perusahaan Hadinata dan malah memberikan saya posisi yang luar biasa di sini."


"Kau pantas mendapatkannya, Diftha! Pekerjaanmu selalu memuaskan dan tak pernah mengecewakan," ujar Angga memuji.


"Oh, ya. Ngomong-ngomong, saya juga sudah mencarikan sekretaris baru untuk Pak Angga. Ada dua kandidat yang bisa Pak Angga pilih nantinya."


"Dua-duanya akan aku pekerjakan," putus Angga cepat.

__ADS_1


"Tadi dari bagian SDM sudah memberitahuku," ujar Angga lagi.


"Keputusan yang bagus dan bijak, Pak Angga!"


"Sesuai saranmu tempo hari, kan?" Timpal Angga sembari tertawa kecil. Diftha ikut tertawa di ujung telepon.


"Saya ada meeting sebentar lagi, Pak Angga! Jadi saya tutup dulu teleponnya."


"Iya!"


"Titip salam untuk Gizta, ya! Semoga kalian betah di rumah dan kota yang baru. Dan semoga Gizta juga lekas punya kakak ipar," ucap Angga menyampaikan semua harapan baiknya.


"Aamiin!"


Telepon terputus. Angga menghela nafas dengan berat sekali lagi saat pintu ruangannya tiba-tiba menjeblak terbuka. Ada Papa Robert dan Reina yang langsung masuk ke ruangan Angga.


"Sedang pusing karena ditinggal Diftha resign?" Tebak Reina yang langsung menghampiri Angga dan menyodorkan minuman pada suaminya tersebut.


"Kau sudah tahu?" Angga menatap pada Reina sebelum menerima minuman yang diangsurkan oleh Reina.


"Baru saja! Papa yang memberitahu," jawab Reina sembari mengendikkan kedua bahunya.


"Iya, Pa! Angga sudah bertemu dua sekretaris baru Angga tadi. Tapi mereka baru mulai masuk besok pagi."


"Dan hari ini, Angga harus mengerjakan semua hal sendiri, termasuk pergi ke ruang meeting," ujar Angga mengeluh.


"Kata siapa sendiri? Kau juga punya asisten pribadi mulai hari ini yang akan mendampingimu kemana-mana dan menyiapkan semua keperluanmu," tukas Papa Robert yang langsung membuat Angga mengernyit bingung.


"Asisten pribadi?"


"Reina akan jadi asisten pribadimu mulai hari ini dan mengikutimu bertemu klien atau kemana saja," jelas Papa Robert kemudian diiringi tawa kecil Reina.


"Lalu yang akan menjadi kepala keuangan?" Tanya Angga lagi masih bingung.


"Ada Rossie yang perlu menerapkan ilmunya! Jadi kepala keuangan akan dipegang oleh Rossie ke depannya," jelas Papa Robert lagi.


"Papa tahu kalau kemarin hubunganmu bersama Reina sedikit bermasalah karena kurang komunikasi dan kau terlalu sibuk. Jadi setelah ini Papa tak mau lagi mendengar ribut-ribut di antara kau dan Reina karena sekarang kalian akan selalu bersama kemana-mana!"


"Istrimu adalah asistenmu! Kau tidak bisa macam-macam sekarang!" Papa Robert berbisik-bisik sembari memperingatkan Angga.

__ADS_1


"Angga tidak pernah macam-macam, Pa!" Kilah Angga cepat.


"Bagus!" Pungkas Papa Robert seraya berlalu dan keluar dari ruang kerja Angga.


"Jadi asisten pribadimu dan juga asisten ranjangmu!" Bisik Reina yang tiba-tiba sudah memeluk Angga dari belakang.


"Ya! Semoga setelah ini aku tak punya keinginan untuk meletakkan kasur di ruang kerjaku," gumam Angga yang sukses membuat Reina tergelak.


"Masih ada sofa sebagai alternatif. Atau kalau mau yang lebih menantang, kita bisa memakai meja kerjamu!" Bisik Reina nakal. Pikiran Angga seketika langsung berkelana liar, membayangkan dirinya dan Reina bercinta di atas meja kerja.


"Aku kunci pintu dulu," putus Angga kemudian seraya berjalan ke arah pintu.


"Langsung mau praktek, hah?" Goda Reina yang malah tertawa terbahak-bahak.


Angga mengunci pintu dengan cepat, lalu segera menarik Reina ke sofa. Pasangan itu berpagutan cukup lama, lalu saling berpandangan dan tersenyum bersama.


"Kau ada kunjungan ke Aussie lusa," ujar Reina memberitahu jadwal Angga.


"Aku tebak, kau pasti akan ikut nanti"


"Nanti kita sekalian honeymoon, ya!" Pinta Reina yang sudah naik ke pangkuan Angga dan bergelayut pada suaminya tersebut.


"Ya!" Angga langsung mengiyakan.


"Yeaayy!" Reina bersorak senang, sebelum kemudian bibirnya kembali diraup oleh Angga. Suasana di dalam ruang kerja Angga sesaat langsung hening karena Angga dan Reina sudah larit dalam pagutan panas yang penuh gairah.


**********TAMAT*********


Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua reader budiman yang sudah mengikuti cerita Reina dan Angga sampai tamat.


Terima kasih juga untuk yang sudah memberikan like, komen, vote, hadiah, serta dukungan yang tak terhingga banyaknya.


Cerita Reina dan Angga aku akhiri sampai disini. Mohon maaf jika masih banyak typo maupun kata-kata yang kurang berkenan.


Sebentar aku kasih extra part sedikit tentang Diftha, ya! Karena rencananya cerita Diftha dan jodoh barunya akan aku rilis di judul yang baru.


Jangan lupa mampir juga di karya othor yang baru "Pilihan Hati Rossie"


Sampai jumpa lagi di karya baru.

__ADS_1


Bye 💜💜


__ADS_2