Sekar Arumi

Sekar Arumi
menyesal


__ADS_3

" Saya selaku RT disini, ingin sekedar memberi saran juga mencari solusi dari masalah mbak Sekar dan mas Bima, karena bagaimanapun, masalah dalam rumah tangga lebih baik diselesaikan baik baik dengan kepala dingin dan hati tenang, mbak Sekar bisa tolong jelaskan kronologi kejadiannya."


Sekar menghirup kasar udara yang masih terasa panas hingga terasa ikut membakar hatinya yang diliputi rasa amarah untuk Bima suaminya, untuk kali ini Bima memang sudah benar benar keterlaluan menurut Sekar.


"sebelumnya saya mohon maaf, saya tau jika sikap saya tidak bisa dibenarkan, tapi kali ini saya sudah benar benar tidak bisa lagi menerima sikap suami saya yang selalu berbuat semaunya tanpa mau perduli sedikitpun dengan akibat dari ulahnya itu, saya tidak rela kalau mas Bima dengan seenaknya terus mengambil uang saya pak, dan bahkan sudah terang terangan mengambil ATM saya, sedangkan ATM itu isinya hasil dari kerja keras saya selama ini, saya belum bisa iklas jika jerih payah saya diambil paksa oleh orang yang sedikitpun tidak ada haknya sama sekali hanya demi memenuhi gengsinya agar terlihat banyak uang oleh tetangganya." Sekar berapi api menjelaskan pada pak RT, Sekar tak lagi perduli dengan perasaan Bima yang pasti malu dengan apa yang terjadi, tapi jika Sekar tidak bertindak tegas, Bima pasti akan semakin berbuat seenaknya.


" aku punya hak karena aku suamimu, kamu harusnya menjaga aib suami bukan malah menyebarkan berita hoax seperti ini, ternyata aku salah memilihmu jadi istriku, menyesal aku." saut Bima emosi dan hanya disambut senyuman sinis oleh Sekar.


pak RT bingung harus mengatakan apa, karena suami istri yang ada didepannya sama sama merasa benar, sedangkan pak RT tidak tau pasti apa yang sebenarnya terjadi.


" bahkan aku lebih menyesal karena menerimamu jadi suamiku, bahkan selama kita menikah, kamu juga tidak memberiku uang nafkah, justru kamu selalu menggunakan uangku untuk memenuhi gaya hidupmu, bahkan kamu memintaku untuk memenuhi kebutuhan keluargamu, dan maaf aku menyerah, lebih baik kita pisah." sambung Sekar tak mau kalah.


" apa??"


Bima langsung shock dengan apa yang diucapkan Sekar, berpisah dengan Sekar adalah awal kesusahan bagi Bima, karena akan kehilangan tambang uang.


" kenapa mas? kan kamu juga menyesal memilihku menjadi istrimu, ya lebih baik pisah, untuk apa kita hidup bersama kalau tidak ada kecocokkan, dan lagi pula rasa ini sudah hilang karena ulahmu."


" jangan sembarangan kalau ngomong sebagai wanita, baru bertengkar sedikit saja dengan mudah kamu sudah minta pisah, apa kamu pikir enak jadi janda, harusnya kamu bersyukur punya suami kayak aku, sudah ganteng, bahkan banyak wanita yang rela antri untuk aku jadikan istri, tapi k aku lebih memilihmu." jawab Bima penuh percaya diri, mendengar adu mulut antara Bima dan Sekar membuat pak RT pusing dan bingung, akhirnya pak RT memilih pamitan pulang, agar mereka bisa leluasa menyelesaikan masalahnya.

__ADS_1


" modal ganteng doang nggak cukup kali, bagiku laki laki yang bisa menghormati wanita dan menghargai keluargaku itu jauh lebih baik dan itu tidak ada sama sekali padamu, tolong kembalikan uang dan ATM ku, aku akan mengemasi semua barang barang milikmu, pergilah aku yang akan urus surat cerainya." Sekar sudah tak ingin lagi memberi celah untuk Bima membela diri, baginya cukup sudah Bima bersikap seenaknya, sabarnya sudah dibatas kemampuannya.


" Sekar maafkan mas, mas janji tidak akan lagi meminta uang, mas akan kerja lebih giat lagi, tolong beri mas kesempatan, mas akan berubah, mas nggak mau kita pisah, ini terimalah ATM nya, kamu bisa menggunakan sesukamu, belanjalah apa yang kamu suka." Bima berlutut dihadapan Sekar, memohon agar Sekar membatalkan keputusannya untuk pisah, Bima rela merendahkan harga dirinya demi menyelamatkan nasibnya agar tidak kembali hidup kekurangan.


Sekar terpaku dengan mata membulat mendengar apa yang baru saja Bima ucapkan, katanya Sekar bisa menggunakan ATM sesukanya dan menyuruhnya belanja, ' apa aku tak salah dengar, bukankah ATM ini milikku, aku berhak menggunakannya, tapi seolah mas Bima lah yang punya ATM ini, duh makin mati rasa dengan laki laki yang masih bergelar suami bagiku, aku semakin yakin untuk berpisah dari lelaki ini.'


Sekar mengambil ATM dari tangan Bima, lantas melangkahkan kakinya menuju kamar untuk mengemasi barang milik Bima, melihat Sekar mengambil ATM dan pergi begitu saja, Bima tersenyum senang, dia pikir Sekar sudah kembali memafkannya, tanpa Bima sadari saat ini adalah hari terakhirnya dia tinggal dirumah ini, karena Sekar sudah bulat dengan keputusan nya berpisah dari sosok Bima.


dengan langkah riang Bima menyusul Sekar ke kamarnya sambil bersiul, melihat tingkah kakak iparnya, Rina hanya bisa menggelengkan kepalanya, Rina memang sosok pendiam, lebih suka dengan rak mau terlalu ikut campur dengan masalah orang lain.


Tak ingin mencampuri, Rina memilih pergi kembali ke kamarnya, dan Rina juga tau jika ibunya kini tengah berada di balik pintu kamarnya, mengintip adu mulut antara anak dan menantunya.


------------------


" Sekar buka pintunya sayang, mas mau masuk." Bima menggedor gedor pintu kamar yang dikunci dari dalam, namun sama sekali tak di indahkan oleh Sekar, justru Sekar sedang fokus mengumpulkan barang barang Bima untuk dimasukkan dalam koper, setelah selesai mengemasi barang barang milik suaminya, Sekar mengamankan aset aset berharganya di brankas yang Sekar taruh di tempat tersembunyi dan hanya Sekar saja yang tahu.


setelah dirasa cukup aman, Sekar menyeret koper besar milik Bima keluar.


mendengar pintu terbuka membuat Bima tersenyum senang, tapi senyumannya tak bertahan lama, saat matanya menatap koper yang ada di samping Sekar.

__ADS_1


" kenapa kamu bawa bawa koper sayang?


aah mas tau, kamu mau ajak suamimu yang ganteng ini liburan kan?


yuuk, dengan senang hati mas akan menemani istri mas yang cantik ini." Bima berusaha bersikap bodoh di hadapan Sekar agar tidak diusir.


" tidak perlu banyak bada basi mas, aku sudah masukkan semua barang barang milikmu ke dalam koper ini, kamu datang hanya membawa baju kan, dan kamu pergi juga akan sama seperti itu." balas Sekar sinis.


"ayolah sayang, maafin mas, mas janji tidak akan lagi membuatmu kesal, mas akan berubah." Bima masih berusaha meyakinkan Sekar agar percaya padanya lagi.


" aku capek mas, capek menghadapi sikapmu itu, kamu harusnya mengerti jika keluargaku bukanlah tanggung jawabku, jika memberi itu hanyalah karena aku menghargai keluargamu, tapi tidak untuk terus dimanfaatkan oleh kalian."


" iya, mas salah, mas janji tidak akan mengulanginya lagi, mas akan lebih bekerja keras lagi, beri mas kesempatan sekali lagi, mas akan buktikan padamu jika mas akan merubah sikap mas jadi lebih baik dan bertanggung jawab."


" baiklah mas, aku akan memberimu kesempatan sekali lagi, tapi kalau kamu masih belum bisa merubah sikapmu, maaf aku tidak akan memaafkanmu lagi."


" terima kasih sayang, mas janji akan berubah."


Sekar hanya diam, meskipun hatinya ragu, namun tidak ada salahnya memberi kesempatan s kali lagi pada Bima, siapa tau dia akan benar benar berubah, dan Sekar pun sudah mengamankan aset asetnya jadi aman, untuk masalah uang, Sekar akan lebih hati hati lagi, agar Bima tidak mengambil sesukanya seperti selama ini.

__ADS_1


__ADS_2