Sekar Arumi

Sekar Arumi
rasa tak nyaman


__ADS_3

selama di perjalanan, aku hanya diam saja melihat ke arah jendela, entahlah ada rasa cemas dan tak nyaman yang memenuhi hati dan otakku, yaa aku tau, harusnya aku tak perlu hawatir, karena aku akan pergi dan ikut dengan keluarga sendiri, tapi entahlah, perasaan tak enak dan tidak nyaman terus menghantui pikiran ini.


sesampainya di rumah budhe, budhe adalah kakak kandung ibuku, dan om Huda adalah menantunya, suami dari anak perempuan budhe, om huda bekerja sebagai PNS, beliau menjabat sebagai kepala sekolah di salah satu SMA di kotanya.


saat aku turun dari mobil, budhe sudah menyambutku dengan ramah dan senyum hangatnya, aku dipersilahkan masuk dan dibawanya ke salah satu kamar yang ada dirumahnya, budhe memintaku untuk istirahat dulu, tapi entahlah, kenapa perasaan ini semakin tidak enak, aku merasa akan ada hal buruk yang akan menimpaku, Yaaa Tuhan, semoga prasangkaku tidaklah benar.


karena merasa sungkan dan tak enak hati, aku memilih keluar dari kamar, dan menemui budhe di ruang belakang, aku lihat budhe sedang duduk santai sambil nonton tivi.

__ADS_1


melihatku keluar, budhe mengernyit dan menanyakan kenapa aku tidak istirahat, akupun hanya menjawab jika aku tidak terbiasa tidur di siang hari.


akhirnya, aku banyak ngobrol dengan budhe, bicara kesana kemari, tentang apapun itu perihal masa lalu budhe bersama adik adiknya, termasuk ada cerita ibukku disana.


tak terasa waktu sangat cepat berlalu, mengobrol ternyata tak ingat waktu, karena asyiknya ngobrol tak sadar jika waktu sudah merangkak sore, padahal belum terdengar adzan ashar, tapi nampak jam di dinding sudah menunjukkan pukul empat sore, dengan terburu aku pamit ke budhe untuk melaksanakan kewajiban lima waktuku terlebih dahulu, setelah itu aku berniat untuk membantu membersihkan halaman rumah, aku sadar, disini aku hanya menumpang, jadi tak pantas, jika aku bermalas malasan.


setelah mengerjakan kewajibanku kepada sang pemilik semesta, aku bergegas mengambil sapu, dan mulai menyapu semua halaman rumah yang sangat luas, iya rumah budhe memang sangat besar dan bagus, nampak kalau mereka orang yang sangat berkecukupan.

__ADS_1


rumah berlantai dua yang cukup besar, dan itu aku hanya sendirian membersihkannya, lelah sudah pasti, tapi saat aku mengingat tujuanku kesini adalah melanjutkan sekolah dan demi bisa membantu ibuku mengurangi bebannya, aku berusaha tetap berfikir positif agar jiwaku tetap waras.


setelah selesai menyapu, mengepel dan menyiram tanaman, aku memutuskan untuk mandi, terlebih sebentar lagi sudah mau masuk waktu magrib, saat aku beranjak ingin ke kamar mandi, ada suara dari Mbak irma yang membuatku menghentikan langkah.


mbak Irma adalah istri dari om Huda, lebih tepatnya anak perempuan budheku, jam segini mbak Irma baru muncul, tak mungkin ia baru bangun tidur, karena dari penampilannya yang rapi, bisa jadi, ia barusan pulang dari bepergian.


mbak Irma menanyakan kapan aku datang, ia juga cukup ramah dalam menyambutku, dan nampak terlihat perutnya juga membuncit, "apa dia sedang hamil"? aku bertanya dalam hati.

__ADS_1


gaya hidup orang kaya memang berbeda dengan kami kaum bawah, yang waktunya hanya berjibaku dengan bagaimana berjuang untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup, jangankan jalan jalan, istirahat saja seolah sudah jadi impian kami.


Nb : disini tokoh om Budi berganti nama dengan om huda , karena ada pertimbangan untuk mengganti nama tokoh dan tentunya untuk menjaga privasi tokoh yang sebenarnya, trimakasih 🙏


__ADS_2