Sekar Arumi

Sekar Arumi
kehilangan uang


__ADS_3

Aku hanya bisa menarik nafas ini kasar, tak habis pikir, anakku menikah dengan laki laki model begitu, tidak ada hormatnya pada orang tua, bahkan sangat suka menyalahkan anakku saat keinginannya tidak dipenuhi, Bima lebih sering menumpang hidup pada Sekar. Laki laki pemalas tapi inginnya hidup enak dan terjamin. Belum lagi gaya ibu dan kakaknya yang senang sekali merecoki anakku untuk memenuhi gaya hidupnya yang sok kaya itu. Jika sekarang Sekar memutuskan untuk bercerai dari Bima, aku sangat bersyukur, agar dia bisa hidup normal lagi dan kembali menemukan kebahagiaan tanpa harus di manfaatkan oleh Bima dan keluarganya.


Setelah kepergian mereka, aku kembali melakukan pekerjaan yang tertunda. Kulihat Rina anak kedua ku itu sedang beberes di dapur, anak keduaku itu memang sangat rajin. Meskipun dia tidak secerdas Sekar dan belum beruntung seperti Sekar. Rina nampak iklas menjalani takdirnya. Selama ini Rina minder untuk keluar rumah karena tubuhnya dipenuhi dengan benjolan benjolan kecil mirip daging tumbuh. meskipun begitu, Rina sebenarnya memiliki wajah yang cantik dan hati yang sangat baik. Bagiku dengan Rina yang mau beraktifitas dan tetap bisa tersenyum itu sudah lebih dari cukup. Apalagi Sekar juga sangat menyayangi Rina dengan segala keterbatasan adiknya itu. Anak anakku selalu rukun dan saling menyayangi satu sama lain. Alhamdulillah.


" Bu. " panggil Rina membuyarkan lamunanku.


" iya, ada apa Rin?"


" Ibu lihat uang yang ada di di atas kulkas gak?" tanyanya panik.


" uang? uang apa to Rin? ibu malah gak tau."


" kemarin Rina taruh uang hasil toko di atas kulkas, Rina lupa belum menyimpannya lagi, tapi kok sudah gak ada ya Bu, padahal belum Rina ambil." sahutnya dengan muka cemas. pikiranku jadi gak enak, jangan jangan. Ya Tuhan semoga saja pikiran ini salah, mungkin Rina hanya lupa menaruhnya saja.


" Coba kamu inget inget lagi nduk, nanti kamu lupa naruhnya. Dan coba kamu tanya ke mbak mu, barangkali dia yang sudah mindahin dan disimpannya dimana gitu."


" Iya, Rina akan coba telpon mbak Sekar. Haduh jumlahnya banyak lagi, semoga mbak Sekar yang menyimpannya ya Bu. Aamiin " Aku semakin cemas, kasihan Rina kalau uang itu benar benar hilang, pasti dia akan merasa bersalah. Karena baru beberapa bulan ini, aku mempercayakan urusan toko padanya, aku ingin dia memiliki semangat hidup dan kepercayaan diri lagi.

__ADS_1


" Gimana Rin, uangnya ada sama mbakmu?" tanyaku setelah Rina menutup telponnya dengan Sekar.


"Mbak Sekar gak tau katanya Bu. Duh gimana ini. Rina yakin uangnya Rina taruh di atas kulkas dan belum dipindah."


" Berapa Rin jumlahnya?."


"ada enam jutaan Bu, masa hilang sih, padahal kan di dalam rumah. Biasanya aman aja kok." jawab Rina yang semakin gelisah.


" Rin, jangan jangan mereka yang ambil uangnya." Rina langsung menoleh ke arahku dengan dahi yang mengernyit. "Coba kamu cek Cctv-nya, kan sejak waktu itu kita sudah pasang cctv di setiap sudut rumah ini, untuk mengawasi gerak gerik Bima tanpa sepengetahuan Sekar. Coba sekarang kamu cek Cctv-nya." Rina pun langsung mengambil laptop dan membuka cctv kejadian beberapa jam yang lalu, dan benar saja Bima yang sudah mencurinya, menantuku itu ternyata lihai juga dalam hal curi mencuri, matanya awas kalau Soal uang.


"Bu, ternyata mas Bima yang ambil uangnya. Bagaimana ini Bu?" tanya Rina sedih.


 


" Bim, kok kamu malah mengajak ibu pergi sih, kita belum dapat uangnya loh ini. Gimana ibu bayar arisan nanti." sungut Bu Patmi kesal dengan gaya sok anaknya.


" ibu tenang saja, Bima sudah dapatkan uangnya, bahkan lebih kayaknya." balas Bima bangga.

__ADS_1


" sudah dapat uangnya gimana to Bim? wong tadi Sekar maupun ibunya tidak ada yang mau kasih gitu kok."


" tadi Bima waktu mau ke kamar mandi, lihat ada uang di atas kulkas, pas Bima ambil ternyata jumlahnya lumayan. Belum Bima hitung sih, tapi kayaknya lebih dari tiga juta kok Bu. jadi ibu tenang saja, ibu bisa bayar arisan hari ini."


" Wah, ternyata anak ibu pintar juga. awas banget matamu kalau soal uang." ucap Bu Patmi bangga.


" tapi gimana kalau kamu ketahuan yang mengambil uang itu, bisa bisa kita kena masalah lagi." sambung Bu Patmi sedikit hawatir.


" Ibu tenang saja, pas Bima ambil uangnya tidak ada yang lihat kok, semua kan pada di depan."


"Bagus kalau begitu, berarti kita aman dan bisa senang senang dengan uang itu. Coba kamu hitung uangnya Bim, ibu mau tau berapa jumlahnya." Bima mulai menghitung uang yang tadi diambilnya dari rumah Sekar, enam juta delapan puluh ribu Bu,wah lumayan ini." sahut Bima senang.


" ibu minta tiga juta saja, yang tiga juta kamu pegang." Bima menyodorkan uang yang sudah dihitung pada ibunya, dan Bu Patmi langsung tersenyum lebar menerima uang dari hasil mencuri anaknya.


" ibu mau mandi dulu, mau siap siap ke arisan, semoga nanti nomor ibu yang keluar, biar nanti kita bisa pergi ke Surabaya, ke rumah mbakmu."


" Aamiin, Bima juga mau balik ke Surabaya lagi Bu, mau lamar pekerjaan di tempatnya Agus, katanya ada lowongan disana. Tidak mungkin Bima gini terus, apa lagi Sekar sepertinya benar benar ingin bercerai dari Bima."

__ADS_1


" Wah bagus itu, tumben kamu waras gini pikirannya, gitu dong biar hidup kita bisa berubah enak. Dan kamu harus bisa buktikan pada Sekar dan keluarganya kalau kamu itu bisa lebih sukses dari mereka, buat mereka tidak menghina kita lagi.


__ADS_2