Sekar Arumi

Sekar Arumi
kedatangan keluarga calon suami Rina


__ADS_3

"Rin, kata ibu kamu sudah ada yang mau melamar, orang mana?" aku membuka obrolan tentang Rina, dan adikku itu langsung menoleh menatapku dengan senyum malu malu.


"Orang Kediri juga mbak, tapi daerah selatan, dekatnya sambi." sahut Rina dengan senyuman mengembang dari bibirnya.


"Oh dekat. Kamu sudah kenal dia berapa lama? sudah tau gimana sifatnya, dan juga sudah pernah ketemu sama keluarganya belum?"


Aku sengaja menodong banyak pertanyaan pada adikku itu, karena aku tidak mau dia mengalami nasib sama seperti pernikahanku yang pertama, cukup semua itu untuk dijadikan pelajaran, agar tidak terulang kembali.


"Aku mengenalnya baru jalan lima bulan ini. Dan sudah pernah bertemu sama ayah juga ibunya saja. Dia anak tunggal mbk." sahut Rina menjelaskan sambil terus mengerjakan pekerjaan nya memasak.


"Kamu sudah yakin dengan pilihan kamu ini Rin?


Maksudnya mbak, ya itu, kamu sudah mantap dengan keputusan kamu menikah dengan laki laki itu, Dan soal keluarga nya, kamu sudah benar benar tau seperti apa?


Mbak hanya gak mau, kamu mengalami nasib yang sama kayak mbk waktu sama mas Bima." balas Sekar mengutarakan apa yang dipikirkannya.


"Insyaallah, mbak! Doakan ya!" sahut Rina singkat, entah kenapa tiba-tiba hatinya merasakan sesuatu yang mengganjal dengan penuturan kakaknya. Memang Rina belum begitu lama mengenal calon suaminya, karena sikapnya yang penyabar dan terkesan baik, itulah kenapa Rina memutuskan untuk menerima Rafiq sebagai suaminya.


"Semoga! Mbak selalu mendoakan yang terbaik buat kamu. Tapi ku harus bisa berkaca dari rumah tangga mbak waktu dengan Mas Bima. Jangan beri kemudahan dulu pada calon suami kamu, meskipun nanti dia jadi suami kamu, juga jangan mudah memberikan uang. Kenali dan selami dulu kepribadiannya, sikapnya seperti apa dan apakah dia tulus cinta sama kamu apa nggak?


Jangan bercerita soal apapun tentang isi tabungan kamu dan apa yang kamu miliki. Bilang saja kamu belum punya apa apa dan semua yang kamu kelola bukan milikmu. Lihat, seperti apa reaksinya.


Kamu paham kan dengan yang mbak maksud?" Jelas Sekar panjang lebar, karena Sekar tidak ingin adiknya akan mengulangi kisahnya bersama Yudha yang menikahinya karena tujuan harta semata.


"Iya, Mbak! Rina paham, dan mas Rafiq juga belum banyak tanya sama Rina soal harta, semoga dia berbeda dengan Mas Yudha, Aamiin." sahut Rina tersenyum, bersyukur karena kakaknya begitu perduli padanya. Dan apa yang dikatakan kakaknya benar adanya, harus hati hati dan tetap waspada.


"Padahal mbak itu punya calon untuk kamu, tapi kamu nya udah punya calon sendiri, yasudah, mbak bisa apa?" balas Sekar sambil memainkan matanya ke arah ibunya yang langsung mengerutkan wajahnya penasaran melihat ke arah Sekar yang justru senyum senyum.


"Ibu pasti penasaran tuh, iya kan?" sambung Sekar tertawa.

__ADS_1


"Iya! emang siapa calon dari kamu itu?" tanya Bu Fatimah yang langsung ikut duduk di kursi depannya Sekar.


"Reza! Dia laki laki yang baik, cerdas, pemahaman agamanya pun baik dan yang pasti, dia itu gak pernah neko neko. Tapi mau gimana, Rina sudah ada calonnya, kecewa dia. Kasihan, patah hati sepertinya!" sahut Sekar santai dan membuat Bu Fatimah dan Rina saling pandang dengan wajah menyiratkan ketidak percayaan.


"Kamu yakin dengan ucapan kamu, nduk?" tanya Bu Fatimah memastikan.


"Sangat yakin, Reza suka sama Rina sudah lama, tapi tidak punya keberanian untuk mengungkapkan karena berada tidak pantas. Padahal kalau dia mau jujur dari dulu soal perasaannya itu, aku yang akan memaksa Rina untuk menerimanya. Sayang kan, paket lengkap gitu kok ditolak." balas Sekar masih dengan wajah santainya, sedangkan Rina semakin merasa dilema, karena tidak pernah menduga jika laki laki yang pernah mencuri hatinya, juga menyimpan perasaan yang sama.


"Mungkin bukan jodoh." sahut Rina pada akhirnya, namun dengan mimik wajah yang terlihat sendu. Dan membuat Sekar dan Bu Fatimah menatap dalam ke arah Rina yang langsung menunduk dalam.


"Acara lamarannya jam berapa nanti?" Sekar kembali berucap dan mengalihkan obrolan.


"Habis magrib!


Untuk makanan dan kue, ibu sudah pesan di catering nya mbak Ayu, biar kita gak ribet. Ibu ingin banyak ngobrol sama kamu dan menikmati waktu bersama dengan cucu ibu." sahut Bu Fatimah tegas dengan senyum tipis terukir di bibirnya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Pukul tujuh lewat sepuluh menit, keluarga dari pihak laki laki tiba, ada dua mobil yang hadir di rumah Bu Fatimah dalam acara lamaran Rina.


Rafiq muncul dengan senyuman yang mengembang bersama kedua orang tuanya, dan di ikuti beberapa orang saudaranya yang lain.


Bu Fatimah sekeluarga menyambut kedatangan keluarga calon besannya dengan ramah dan hangat pun dengan Sekar dan juga Reihan


yang juga ikut menyambut kedatangan mereka.


"Tak menyangka ya, kalau takdir mempertemukan kita kembali, mungkin kita ini jodoh." tiba tiba suara seseorang yang begitu familiar di telinga Sekar terdengar dan terlihat Bima tengah berdiri dengan angkuhnya di hadapan Sekar.


"Mas Bima!" lirih Sekar kaget, saat tau kalau mantan suaminya juga berada di dalam rombongan keluarga calon suami adiknya.

__ADS_1


Reihan yang melihat Bima ada di hadapan Sekar, langsung memeluk pinggang istrinya dan menatap tajam laki laki yang tengah tersenyum sinis melihatnya.


"Gak nyangka kan?


Kalau kita akhirnya juga akan kembali menjadi satu keluarga, meskipun melalui keponakanku." sambung Bima jumawa dan begitu menyebalkan.


Sekar tak ingin banyak bicara ataupun menanggapi ucapan Bima, dengan langkah buru buru, Sekar langsung menemui Rina yang masih ada di dalam kamarnya.


"Rina! apa kamu tau siapa Rafiq itu sebenarnya?


Diluar ada mas Bima, dan dia mengaku kalau Rafiq itu keponakannya. Apa kamu masih yakin meneruskan acara lamaran ini?" tiba tiba Sekar muncul dan langsung mengutarakan apa yang barusan dia dengar dari Bima.


"Apa?


Mas Bima masih ada hubungan saudara dengan Rafiq? mbak yakin?" tanya Rina yang langsung mendadak cemas. Karena Rina begitu membenci Bima dan keluarganya.


"Iya, barusan mbak ketemu Bima diluar dan dia mengatakan kalau Rafiq keponakannya." balas Sekar serius.


Rina menghirup udara sebanyak banyaknya dan menjadi ragu dengan pilihannya, rasa takut dan cemas langsung menghantui, jika Rafiq bisa saja tak beda jauh dari Bima.


"Kita lihat nanti saja,sekiranya keluarga inti dari Rafiq mengajukan permintaan yang aneh aneh, lebih baik batalkan. Masih ada Reza yang jauh lebih baik. Untuk kali ini dengarkan ucapan mbak, demi kebaikan kita bersama!" sahut Sekar tegas dan tak ingin di bantah. Rina pun menyetujui dan pasrah dengan keputusan kakaknya.


Bu Fatimah yang langsung shock dengan kehadiran Bima. Memilih diam dan langsung duduk di kursi berdekatan dengan Raihan. Dadanya bergemuruh menahan kesal kala melihat Bima dan ibunya yang bahkan bersikap sok jadi pemilik rumah.


Acara lamaran dimulai, Sekar dan Rina duduk berdampingan di dekat Bu Fatimah dan Reihan.


Acara perkenalan dan pembahasan pun berlangsung.


Dan benar saja, keluarga Rafiq mengajukan permintaan yang membuat Sekar meradang dan Rina menjadi tak ingin meneruskan hubungannya bersama Rafiq.

__ADS_1


__ADS_2