Sekar Arumi

Sekar Arumi
Tamu tak diundang


__ADS_3

"Itu bukan pilihan tepat, Sekar. Kamu itu tanggung jawab kami, anggap om ini Saudara, keluarga kamu. Kalau ada Raihan yang sudah bantu, dia masih laki laki asing, kalian belum halal, ada batasan yang harus di jaga di antara kalian, om kira kamu paham semua itu. Kita tunggu Mas Huda, setelah itu kita temui Bima, om kok sudah gak sabar memberinya pelajaran. Laki laki banci yang cuma berani dengan perempuan, Memalukan!" geram Akhir yang sudah terlanjur emosi jika ingat dengan seorang Bima.


Sekar terdiam, hatinya menghangat, ternyata dia masih begitu dicintai sama keluarga dari ibunya. Hingga Om Akhir rela datang jauh-jauh demi untuk membelanya, pun dengan om Huda.


Hening, semua saling diam, masuk dalam pikiran masing masing. Sekar terlihat tak enak dengan omnya, bukan tak ingin memberitahu, tapi tak mau merepotkan dan juga tidak kepikiran, karena pikirannya sudah kacau dulu dengan ulah Bima mantan suaminya.


Tak berselang lama terdengar suara mobil memasuki halaman. Pasti om Huda yang datang. Pikir Sekar maupun Rina dalam hatinya.


"Asalamualaikum." terdengar suara yang tak asing di telinga keluarga ini, Om Huda datang bersama istrinya, dan ada Raihan yang mengikuti dari belakang.


"Waalaikumsallm." Sekar dan semua yang ada diruang tamu membalas salam berbarengan.


Huda maupun Reihan mengambil duduk satu kursi dengan Akhir yang sudah lebih dulu datang.


Rina pergi ke dapur untuk membuatkan minuman.


"Kita harus menemui Bima, memberinya peringatan bahkan pelajaran, agar dia tidak lagi berbuat melebihi batas, karena dia tipe orang yang nekad, akan melakukan apapun asal bisa mencapai ambisinya." Akhir membuka obrolan setelah saling membisu dengan pikiran masing masing.


'Kalau harus menemui Bima, lebih baik kita segera berangkat, agar sampai sana tidak terlalu sore." Huda menimpali dengan nada tegas.


"Tapi bagaimana kalau dia mengelak dari tuduhan kita?" Raihan menimpali, karena apa yang dilakukan Bima pada Sekar tidak ada buktinya. Seperti Bima mengirimkan guna-guna, dan melakukan aksi perampokan.


"Tenang saja, kita cukup memberi dia peringatan, karena bukan hanya merampok dan mengirimkan guna guna pada Sekar yang dilakukan Bima. tapi banyak, contohnya, dia nyuri uang dan perhiasan, dan juga mengancam akan menuntut harta Gono gini, itu bisa jadi alasan untuk kita menekan dia." Sahut Akhir tenang dengan wajah dinginnya.

__ADS_1


Rina menyuguhkan dua cangkir kopi untuk Huda dan Raihan. Sedangkan Bu Fatimah, hanya diam menyimak.


Setelah beberapa saat istirahat, akhirnya Huda, Raihan dan Akhir berangkat ke Blitar untuk menemui Bima dan segera ingin memberi pelajaran laki laki itu.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan dilain tempat, tepatnya dirumah Bima. Sedang masak besar, mau bikin acara syukuran.


Banyak ibu ibu yang datang membantu memasak. Suasana dapur di rumah Bu Patmi terlihat ramai, di isi oleh ibu ibu tetangganya, istilah jawanya 'Rewang.'


Saling melempar guyonan dan memuji kesuksesan Bima.


Sambal goreng kentang sama ati, bumbu Bali telor, tahu dan ayam. mie goreng, kerupuk udang dan ayam bakar, jadi pilihan Bu Patmi untuk mengisi kotak yang nanti akan dibagikan pada tetangga tetangganya.


Bu Patmi sumringah dan bangga, dalam hati Bu Patmi merasa kalau hidupnya akan berubah jadi orang kaya, setelah Bima anaknya memilih pekerjaan menjadi perampok. Dengan begitu, Bu Patmi akan mendapatkan uang banyak dari anak lelakinya, tak perduli dari mana uang tersebut.


pukul dua siang, Bima pulang kerumah dan langsung menuju kamarnya, untuk mengistirahatkan tubuhnya yang seharian ini sudah lelah bekerja mondar mandir mencari informasi target nya untuk jadi sasaran perampokan dengan timnya. Belum lagi bersenang senang merayakan keberhasilannya menyakiti Sekar dengan cara mengirimi guna guna dengan jasanya dukun sesat di desa itu, Mbah Parto.


Bima langsung tertidur pulas setelah memasuki kamar, tak perduli dengan suara gaduh yang dibuat ibu ibu di dapur rumahnya. Rasa lelah dan puasnya telah membuat Bima ingin tidur dengan nyenyak.


"Itu sepertinya ada mobil yang berhenti di depan. Bu Patmi ada tamu tuh, sepertinya orang kaya, mobilnya bagus, mobil mahal." Celetuk salah satu ibu ibu, dan membuat Bu Patmi melongokkan kepalanya dari luar jendela dapur, dan terlihat mobil Pajero warna hitam sudah terlanjur di depan terasnya, tapi tidak kelihatan siapa yang datang bertamu.


Dengan gaya pongah juga bangga, Bu Patmi berpamitan pada ibu ibu yang membantunya di dapur untuk menemui tamunya.

__ADS_1


"Aku tak nggak sebentar ya Bu, ibu. Gak enak tamunya nanti nunggu lama, kan gak sopan."


Bu Patmi dengan bangga berjalan menuju ruangan depan untuk melihat siapa yang datang bertamu kerumahnya.


"Wah, hebat ya Bu Patmi sekarang, sudah anaknya sukses, kenalan nya juga orang orang kaya, buktinya saja yang bertamu mobilnya mewah, jelas orang penting itu." salah satu ibu ibu berkomentar dan membuat Bu Patmi semakin bangga.


Saat sudah sampai di depan, langkah Bu Patmi tiba tiba berhenti, mulutnya menganga, menatap tak percaya ke arah orang orang yang berkunjung kerumahnya.


"Kenapa kalian datang kemari? rumahku sedang ada acara, jantan buat ulah!" Sambut Bu Patmi tak suka, dan memasang wajah masamnya.


Kedatangan tiga laki laki yang Bu Patmi benci membuat moodnya Seketika menghilang dan berganti emosi.


"Tenang Bu, tidak perlu panik begitu, kami cuma mau bertemu sama Bima, itu saja kok. Jadi tenang saja tak perlu marah marah dan panik begitu." sahut Akhir tenang dan menatap tajam ke arah Bu Patmi yang langsung salah tingkah.


"Rudi sedang istirahat, pulang kerja dia masih capek, lebih baik kalian kembali saja, kamu tidak ada waktu menanggapi kalian, lagian sudah tidak ada lagi urusan antara kita kan? kira sudah bukan lagi keluarga, sudah tidak ada hubungan apapun anakku dengan adik kalian itu." sungut Bu Patmi tak suka dengan nada kesal dan penuh kebencian.


Tanpa dipersilahkan masuk, Huda dengan santai masuk kedalam rumah dan langsung duduk di kursi ruang tamu, lalu di ikuti dengan Akhir dan Raihan, mereka dengan santainya memasuki rumah meskipun pemiliknya belum mempersilahkan.ungkinngsknsopan, tapi mau gimana lagi, karena menunggu dipersilahkan juga tidak akan mungkin.


"Eh eh eh, apa apaan ini. Dasar tidak sopan!


siapa yang suruh kalian masuk?" Bu Patmi tidak terima dan bicara lantang para Akhir CS. Tapi hanya ditanggapi senyuman sinis oleh Huda dan tatapan dingin Raihan.


"Lebih baik, ibu panggilkan Bima untuk menemui kami, simpan tenaga ibu, tidak perlu marah marah, nanti aja kalau sudah di kantor polisi, silahkan teriak dan marah marah gak ada yang melarang."

__ADS_1


Sahut Amir sedikit menggertak. Dan mampu membuat Bu Patmi terdiam dan terlihat gugup.


__ADS_2