
Setelah acara gagalnya lamaran Rina dengan Rafiq. Seminggu kemudian Reza datang bersama keluarganya untuk melamar Rina. Semua keluarga setuju dan pernikahan pun juga sudah ditentukan sebulan lagi. Sekar tidak ingin menunda lagi acara pernikahan adiknya, karena antara Rina maupun Reza sudah sama sama yakin juga dengan perasaan mereka dan merasa cocok satu dengan yang lain.
Berita pernikahan Rina dengan Reza sudah menyebar, Rafiq yang memang tak terima diputuskan begitu saja selalu mencari informasi tentang keluarga Rina.
Saat mendengar kabar kalau Rina akan menikah, Rafiq merasa tak terima dan memiliki niat jahat untuk membalas sakit hatinya.
Namun entah dari mana Bu Fatimah mendapatkan keyakinan jika Rina akan ada masalah, insting nya sebagai seorang ibu mengatakan kalau anaknya sedang di intai bahaya. Untuk itulah Bu Fatimah meminta Rina untuk tetap dirumah saja selama masih belum menikah, memintanya bersabar dan menyerahkan butik pada orang kepercayaan dan meminta Reza untuk selalu mengawasi.
Sekar setuju dengan ide ibunya
Apalagi Reihan sudah kembali ke Bandung, banyak pekerjaan yang harus di selesaikan. Apalagi asistennya sudah berpindah jadi asisten adik iparnya, sebelum sah menjadi suaminya.
"Lebih baik kamu tidak usah pergi ke butik, Rin! perasaan ibu tidak enak, biar butik ditunggu sama Sinta dan temennya, dan Reza bisa mengawasinya. Entahlah, perasaan ibu kok gak enak. Ibu kepikiran Rafiq atau Bima akan berbuat nekad karena sakit hatinya." Bu Fatimah mengutarakan kecemasannya dengan wajah sayu dan penuh kekhawatiran.
"Baiklah Bu, Rina akan turuti kata kata ibu. Biar Rina bantu bantu di toko saja ya kalau begitu?" sahut Rina patuh dengan senyuman hangat menatap sang ibu yang terlihat cemas.
"Iya, Rin! apa yang dikatakan ibu memang ada benarnya, kita semua tau seperti apa mas Bima dulu, dan kemungkinan Rafiq juga bisa melakukan hal yang sama. Bukannya ingin nuduh tapi kita harus waspada. Mereka itu orang orang nekad, apalagi kalau sudah menyangkut soal harta." sahut Sekar santai dan menyetujui ucapan ibunya.
"Za! kamu gak keberatan kan, sementara tinggal di butik? disana juga ada kamar dan dapurnya kok. Karena tidak mungkin kamu menginap disini, selain menghindari omongan tetangga yang tidak tidak, kamu bisa mengawasi butik. Ya gak harus disana terus sih, kamu boleh kesini dan bantu bantu di toko, gimana nyamannya ku saja. Sambil nunggu hari H nya. Gimana, kamu keberatan?" sambung Sekar menatap calon adik iparnya.
"Iya, Bu! Saya mengerti kok dan gak keberatan sama sekali." jawab Reza yang masih kaku dalam bersikap karena masih ada rasa sungkan antara atasan dan bawahan.
__ADS_1
"Jangan panggil saya, Bu, lagi donk, Za! kan kamu mau jadi suami adikku, belajar panggil mbak dari sekarang, jangan kaku kaku gitu!" sambung sekar menahan tawa dengan sikap kaku calon iparnya.
"Iya, nak! jangan kaku kaku gitu! panggil Sekar, mbak dan panggil ibu dengan ibu, biar akrab. Karena bagaimanapun nanti kamu adalah bagian dari keluarga ini. Ibu sudah anggap kamu seperti Raihan, seperti anak ibu sendiri." sahut Bu Fatimah ikut menimpali dan membuat Reza gugup juga jadi salah tingkah, melihat Reza yang gugup, Rina jadi merona sendiri, apalagi saat menatap wajah tampan yang tanpa cela yang ada di diri Reza.
Sudah tiga hari, Rafiq terus mengawasi butik dan rumah, tapi tak ada tanda tanda Rina keluar rumah. Hanya Bu Fatimah dan Reza yang terlihat Wira wiri. Sedangkan Rina dan Sekar hanya berada di rumah saja, kalau kalaupun keluar, paling sebatas di halaman depan rumah, itupun ada satpam yang berjaga.
Rafiq kesal sendiri dan akhirnya menyerah membawa kebencian nya pada keluarga Bu Fatimah.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️💓💓❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Hari pernikahan Rina dan Reza pun digelar dengan sangat meriah dan mewah, karena Sekar maupun Bu Fatimah merasa itu harus dilakukan demi memberikan kebahagiaan untuk Rina. Tamu undangan datang seolah tak ada habisnya.
Rina tersenyum di atas pelaminan yang di hias begitu mewah. Cantik dan begitu mengagumkan hingga Sekar sampai menangis haru melihat perubahan adiknya yang tak pernah disangkanya.
Berkat kerja keras Sekar dan paruhnya pada orang tua serta kasih sayangnya yang begitu luas pada keluarganya. Sekar membawa perubahan pada hidup ibu dan adiknya, hingga mereka bisa merasakan hidup nyaman dan berkecukupan.
Bu Fatimah memeluk Sekar dan menangis bahagia saat Rina sah menjadi istri dari Reza. Laki laki yang dipilihkan anak dan menantunya.
Karena hidup itu untuk diperjuangkan bukan hanya untuk diratapi.
SELESAI.
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (Tamat)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Pembalasan istri yang terhina (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
#Cinta berbalut nafsu (new)
#Negeri dongeng Alisia (new)
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
Happy ending ❤️