SEKRETARIS VS CEO

SEKRETARIS VS CEO
Hanya Milik Saya


__ADS_3

.....


Alvarro yang sadar dengan kebingungan Aresha hanya bisa mengatakan. "Fokus..!! Dan ada Aku di sini...!"


Deg


"Pakk..?" gumam Aresha namun langsung berhenti karena klien mereka sudah berada tepat di depan mereka.


Alvarro berdiri menyambut kliennya dengan ramah dan di susul Aresha yang turut memberi salam.


Pria yang berada tepat di depan Aresha terus menatap dirinya. Namun dia tidak dapat berbuat apa-apa karena sedang bersama atasannya.


Setelah selesai membicarakan masalah pekerjaan. Alvarro menyajikan hidangan siang untuk klien nya dan mulai berbicara santai.


"Hahaha terima kasih Pak.. Sekretaris saya memang sangat luar biasa.." jawab Alvarro dengan bangga memamerkan sekretarisnya. Karena kepiawaian Aresha memimpin rapat dan menjelaskan dengan detail masalah produk baru yang akan launching.


Aresha hanya tersenyum tipis mendengar pujian dari Bos nya dan dari Direktur perusahaan lain.


Melihat ada celah Erza mencoba berbicara dengan Aresha.


"Aresha, bisakah kita berbicara setelah meeting..?" bisik Erza. Dirinya sangat senang karena mengetahui kekasihnya itu masih bekerja di Perusahaan FF Foods.


"Maaf Pak Erza, saya masih harus bekerja.." jawab Aresha dingin.


"Aresha..." seru Erza, namun langsung di potong oleh Alvarro.


"Ada apa Pak Erza..?? Kalau ada yang kurang di pahami. Kami akan mengirimkan filenya dengan lengkap untuk Tim Pemasaran" ucap Alvarro dengan tenang, sebenarnya Alvarro sangat terganggu melihat Erza yang terus berusaha mendekati Aresha.


"Baik Pak..Tapi bolehkan saya meminjam Sekretaris Bapak sebentar..?" ujar Erza dengan kepercayaan diri tingkat tinggi. Dirinya merasa Alvarro pasti sama bejatnya dengan pengusaha muda yang dia kenal selama ini.


"Sekretaris saya, hanya milik saya..Tidak ada seorang pun yang berhak atas dirinya...!!" ucap Alvarro dingin kemudian berdiri.


Erza membatu mendengar ucapan Alvarro yang begitu mengintimidasi. "Maaf atas kelancangan saya Pak.." ujar Erza sambil menundukkan kepalanya meminta maaf ke Alvarro.


"Baiklah Pak Brian, sepertinya meeting pagi ini, kita sudah sampai di sini.." seru Alvarro ke Klien nya.


Brian pun berdiri menyambut tangan Alvarro.


Aresha hanya melongo dan jantung nya berdebar tidak karuan mendengar ucapan Bosnya.


"Ayo Nona Aresha.." ucap Alvarro ke Aresha.


"Baik Pak..." jawab Aresha yang ikut berdiri. Tidak lupa berpamitan ke tamunya.


Alvarro dan Aresha berjalan dalam diam. Aresha mengikuti langkah Alvarro yang selalu saja mensejajarkan langkah mereka. Padahal Aresha berusaha agar selalu berada di belakang Alvarro dengan berjalan lambat. Namun Alvarro pun memperlambat langkahnya.


Kini mereka berdua sudah berada di dalam perusahaan FF Foods, tiba-tiba ponsel Alvarro berbunyi.


Alvarro membuka pesan singkat dari orang kepercayaan nya. Raut wajah Alvarro berubah menjadi begitu geram setelah selesai membaca laporan tentang Erza.


Alvarro menoleh melihat Aresha ketika mereka menunggu pintu lift.


Ting

__ADS_1


Aresha masuk duluan ke dalam lift dan di susul oleh Alvarro.


"Apa kamu mengenal pria tadi..??" tanya Alvarro.


Aresha yang paham arah pembicaraan pun langsung menjawab. "Iya Pak, Pak Ezra itu kekasih saya.." jawab Aresha yang merasa tidak perlu menutupi hal ini ke Alvarro.


"Hmm..." gumam Alvarro tidak ingin melanjutkan pembicaraannya.


Tingg


Tidak terasa mereka sudah tiba di lantai delapan belas. Lantai yang hanya berisi mereka berdua.


Alvarro jalan duluan meninggalkan Aresha dan masuk ke dalam ruangan nya.


"Bosss Sableng..!!!" gumam Aresha kesal melihat perawakan Bosnya.


Tiba-tiba baik dan begitu perhatian, tiba-tiba bersikap dingin dan cuek. "Dasar Bipolar...!!" seru Aresha mendengus sebal dan duduk di kursi nya untuk melanjutkan pekerjaan nya.


"Akun memang harus cepat-cepat mengundurkan diri dari sini..!!!" gumam Aresha.


Sedangkan Alvarro merasa uring-uringan mendengar pengakuan langsung dari mulut Aresha. Bahwa pria tadi adalah kekasih Aresha.


"Apa mungkin pria itu yang menyuruh Aresha berhenti..?? Ahh.. tidak mungkin...! Di sini tertulis kalau pria itu selalu memanfaat wanita yang dia kencani..."


"Kenapa Aresha bisa bertemu dengan pria berengsek seperti ini..!!" maki Alvarro. Karena saat ini Alvarro melihat foto-foto Ezra dengan beberapa wanita selain Aresha.


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Aresha yang sudah terbiasa pulang tidak tepat waktu pun melanjutkan pekerjaan nya.


Ceklek


"Kenapa belum pulang Nona Aresha..?" seru Alvarro dengan wajah datarnya.


"Karena Bapak juga belum pulang.." jawab Aresha santai.


"Jadi kamu menungguku..?" ucap Alvarro senang mendengar jawaban Aresha.


"Tentu saja..! Karena tidak mungkin sekretaris meninggalkan Bosnya untuk lembur sendirian.." jawab Aresha cuek sambil merapikan mejanya.


Jleb


Yang tadi nya perasaan Alvarro bersorak senang langsung saja menjadi suram karena mendengar alasan Aresha.


"Mau aku antar pulang..?" tawar Alvarro.


"Tidak perlu Pak..Kebetulan saya ingin pergi dengan teman saya.." jawab Aresha.


"Panggil Varro, sekarang sudah jam pulang kantor.." balas Alvarro.


"Ok Varro...kalau gitu aku duluan..!!" seru Aresha santai. Dan dirinya pun sudah bertekad untuk segera menyerahkan surat pengunduran dirinya ke bagian HRD.


"Aresha tunggu...!" seru Alvarro sambil menahan lift yang hampir tertutup.


Aresha sedikit bergeser agar Alvarro bisa masuk ke dalam lift.

__ADS_1


"Kamu mau ke mana ??" tanya Alvarro memecahkan keheningan.


"Sejak kapan kamu menjadi ingin tahu semua urusan ku Varro..?" jawav Aresha berusaha tenang. Dia berharap dengan begini. Bosnya itu akan dengan sendirinya memecat dirinya.


"Sejak kita berdua berteman..!" jawab Alvarro santai.


"Hahh..??" pekik Aresha kaget mendengar jawaban Alvarro.


"Sejak kapan kita berdua menjadi teman..??" gumam Aresha pelan yang masih bisa di dengar Alvarro.


"Sejak kamu memanggil nama kecil ku..!" balas Alvarro sambil tersenyum.


Deg


"Oh astagaa senyuman Lucknut yang sangat berbahaya untuk kesehatan jantungku..!!" batin Aresha.


"Mau aku antar ke tempat teman mu..?" tawar Alvarro lagi.


"Tidak perlu Varro,..." tolak Aresha halus. Kemudian bergegas keluar dari lift ketika pintunya terbuka.


"Huftttt...!!" kesal Alvarro sambil menatap punggung Aresha yang semakin menjauh.


....


"Lunaaaa...." teriak Aresha ke sahabatnya yang sedang asik memanggang daging.


"Oiii.. berisik..!!" jawab Luna.


"Hiksss.... Bos gw tambah gak waras Lun...!!" seru Aresha sambil menidurkan kepalanya di meja.


"Ada apa dengan Bos kamu yang menyebalkan itu..!!" seru Luna yang ikut penasaran. Akhirnya Aresha menceritakan perubahan sikap Alvarro yang menjadi perhatian dan bersikap sok akrab dengan dirinya. Dan bagaimana dia mengklaim dirinya pada saat meeting bersama perusahaan lain.


"Fix banget Si Alvarro itu tidak mau melepaskan kamu Sha..!!!" ujar Luna setelah mendengar cerita Aresha.


"Lalu bagaimana dengan Erza..??" tanya Luna lagi. Dia berharap sahabatnya ini bisa menyelesaikan masalahnya dengan pacar nya yang matre itu.


"Aku mau ke Apartment dia sehabis ini.." jawab Aresha santai.


"Hmm ok..."


Tanpa Aresha sadari ternyata ada seseorang yang mengintai dirinya dari jauh. Kemudian pria yang mengintai Aresha mengetik sesuatu di ponselnya.


"Tuan, Nona akan pergi ke apartment pria itu"


Bersambung...


☘☘☘☘


#siapa ya kira-kira yang mengintai Aresha ?? 🧐🧐


Mohon untuk Support dengan Like, Komentar, Vote, Kirim Hadiah dan Tentu saja jangan sampai lupa Klik Tombol Favorit ❤


Bantu Karya Baru Mama agar bisa masuk rekomendasi ya 🥰

__ADS_1


Lope u from MamaZan ~~ 🥰😘


__ADS_2