SEKRETARIS VS CEO

SEKRETARIS VS CEO
I Love you from my first sight


__ADS_3

#Lanjut Kita Besie >,<


Yang kena Revisi, mohon maaf ya, Tiap bab ada tambahan beberapa kata dan adegan baru dari Bab 21,


 *****


Sedangkan di rumah Luna, Vincent yang masuk bertamu karena ajakan Luna yang tadi awalnya sekedar basa basi. Ternyata di iyakan oleh Vincent.


Rumah minimalis yang cukup nyaman dan sangat rapi.


"Ck !! Kenapa malah dia ikut masuk ke dalam !" gumam Luna yang mengintip Vincent dari dapur.


Vincent baru saja menghubungi Deon dan Alvarro, hanya duduk sambil memainkan ponsel nya. Mencari berita mengenai Alvarro dan Aresha.


Memastikan kalau berita itu sudah hilang dari semua sosial media dan platform manapun.


Luna menghembuskan nafas lalu menarik nya lagi, dan di hembuskan lagi. Di lakukan nya berkali-kali untuk menghilangkan groginya.


Masih terbayang dengan jelas aksi panas nya bersama Vincent di atas mobil, kembali membuat bulu kuduknya merinding.


"Waras Luna !!" gumamnya sendiri.


Lalu di ambil nya baki minuman dan cemilan dan keluar dari dapur.


Tap tap tap


Mendengar suara langkah mendekat, Vincent mengangkat kepalanya melihat Luna yang sudah mengganti pakaiannya dengan celana hotpants dan baju kaos yang oversize. Sehingga hotpants nya hanya terlihat sedikit.


"Sekkssi !!" gumam Vincent tanpa suara.


Mendapatkan tatapan intens dari Vincent, membuat jantung Luna berdebar kencang dan salah tingkah.


"Kenapa dia liatin aku kayak gitu !!" pikir Luna. Dan semakin dekat dengan Vincent.


Dan tepat pada saat itu.


"Aoohhh !!" tulang kering Luna menubruk meja.


Byurr....

__ADS_1


Tepat saat Luna berteriak, tumpah pula gelas tinggi yang berisikan minuman dingin di baju Vincent dan tepat di bagian celananya.


Bukannya peduli dengan tumpahan di bajunya, Vincent dengan cepat berdiri membantu Luna yang merintih kesakitan.


"Heyy !! Dasar ceroboh !!" ketus Vincent kemudian berlutut dan melihat kaki Luna.


"Siapa yang ceroboh !!" balas Luna dengan ketus. "Aohh aohh...!" seru Luna kembali ketika berusaha berjalan. Dan tatapan teralihkan di baju Vincent yang basah.


"Ehh ..!!! Baju kamu Vincent !!" kejut Luna tidak menyangka kalau minuman tadi tumpah mengenai Vincent.


Dengan cepat Luna mengambil tissue yang ada di meja dan ikut berlutut lalu membersihkan baju Vincent dengan panik sampai melupakan rasa sakit di kakinya.


"Luna.. it's ok !" seru Vincent menahan nafasnya karena posisi begitu dekat dengan Luna.


Luna terus saja melanjutkan membersihkan kemeja Vincent dan tanpa sadar Luna turut membersihkan celana Vincent.


"Luna..." tegur Vincent yang semakin menahan nafasnya.


Deru nafas Vincent semakin menjadi, Tangan Luna terus mengusap di bagian tubuh tengah nya.


"Lu-naa !!" suara berat Vincent.


"Luna !" Seru Vincent dan menahan tangan Luna.


"Eh kenapa ?" tanya Luna dengan wajah innoncent nya melihat Vincent.


"Sh*it..!"" maki Vincent tidak dapat menahan hasrat nya yang membuncah, melambung terlalu tinggi.


Di tarik nya tangan Luna masuk ke dalam pelukannya.


Deg deg deg


Di tatapnya bibir ranum kemerahan yang begitu menggoda.


"Vin--umphhh" kembali tidak dapat Luna lanjutkan ucapannya.


Di lu matnya bibir Luna dengan begitu panas dan menuntut.


"Kau terlalu menggoda Luna !!" bisik Vincent di sela ciumannya.

__ADS_1


Di tekan nya tengkuk leher Luna, dan tangan satunya terus mengusap lembut telinga Luna.


"Uhmm" gumam Luna yang ikut masuk dalam permainan panas Vincent. Kedua tangannya mengalung di belakang leher Vincent.


Vincent merebahkan tubuh Luna di atas karpet tebal. Tanpa melepaskan pagu tan basah mereka. Li dah Vincent dan li dah Luna saling melilit dan terus menari saling memberikan sali va mereka.


Ga*irah yang sama-sama membuncah tidak dapat lagi di tahan. Vincent menatap dalam manik mata Luna, tanpa melepaskan ciuman nya.


Bibir Vincent kian turun ke ce ruk leher Luna, tangan nya mulai menyesap masuk di balik kaos oversize Luna.


"Ahhh...Uhmm" des sah Luna mendapatkan sentu han tangan Vincent yang membelai perut nya. Sedangkan kecupan demi kecupan Vincent kian panas di leher Luna.


"Vin..." gumam Luna yang merasakan suhu tubuhnya naik sangat tinggi. Diremasnya punggung Vincent yang keras.


"Kamar mu ?" ucap Vincent yang langsung mengangkat Luna ala bridal.


Luna hanya menoleh ke arah pintu kamar nya. Dan Vincent langsung saja berjalan dan kembali melu mat bibir Luna.


Ceklek


Degg


Jantung Luna berdetak kencang.


Vincent menutup rapat kamar Luna, dan kembali me lu mat bibir Luna kembali, membuat Luna tidak dapat berkata-kata.


Tap


Tubuh Luna sudah berada di tengah ranjangnya. Seprei yang berwarna pink muda seolah-olah tahu perasaan kedua pasangan ini.


Vincent tepat di atas tubuh Luna dan mengukung tubuh Luna. Di belainya dengan lembut pipi Luna.


"I think i love you from my first sight...(Aku rasa aku mencintaimu sejak pandangan pertamaku..)" ucap Vincent lembut.


❤❤❤❤❤❤


Jangan Lupa tinggalkan Like dan Komentarnya ya ~~


Next Bab mengandung keringat dingin 😋🔥

__ADS_1


__ADS_2