SEKRETARIS VS CEO

SEKRETARIS VS CEO
Perhatian kecil bermakna besar


__ADS_3

.............


Trinngg tringg tringgg


...


Bunyi notifikasi ponsel Aresha berbunyi tiada henti nya menunggu giliran untuk Aresha buka satu persatu.


Dan yang pasti adalah semuanya dari Luna sahabatnya.


'Aresha kamu di mana..?'


'Aresha..!!!!'


'Apa maksud video yang ada di ytup...!?'


'Hei...kenapa ponsel mu tidak aktif...!!'


'Aresha...!! Jangan buat aku panik...'


'Awas kau Aresha...!!'


'Jelaskan Video apa yang aku lihat saat ini...!!'


'Lupakan..aku hanya salah lihat...hehhee...sorry...'


Pesan yang masuk dari Luna membuat Aresha mengangkat alisnya.


"Video..?" gumam Aresha yang bisa di dengar Alvarro.


"Ada apa sayang..?" tanya Alvarro pura-pura tidak mengerti.

__ADS_1


"Hmmm... Ada pesan dari Luna, dia bilang ada video yang harus aku jelasin ke dia....." jawab Aresha apa ada nya.


"Video..?" tanya Alvarro lagi.


"Iya..."jawab Aresha sambil membaca ulang semua pesan dari Luna. Seperti ada hal yang sangat mendesak membuat Luna begitu panik.


"Dari pada menebak-nebak, coba kamu telpon Luna. Dan tanyain langsung..." ujar Alvarro sambil mengusap lembut pipi Aresha yang begitu putih dan kenyal di tambah dengan paparan sinar matahari pagi membuat nya merona.


Alvarro dengan sigap menurunkan penghalang matahari untuk menutupi wajah Aresha.


"Thank you..."ucap Aresha sambil tersenyum melihat setiap tindakan kecil yang di lakukan ALvarro terhadapnya.


"Youre welcome sayang...."ucap Alvarro dan kembali fokus menyetir.


"Kalau gitu aku telpon Luna dulu ya..?" izin Aresha ke Alvarro. Dan Alvarro mengangguk tanda setuju.


Tuut...tuuutt


Aresha kembali menghubungi Luna.


Tuutt... tuuutt...tuttt


'Halo...' suara serak Luna khas orang baru bangun tidur.


'Baru bangun Lun..?' cibir Aresha yang merasa kecewa, ternyata sahabtnya itu sedang terlelap. Sangat bertolak belakang dengan pesan singkat yang dia kirimkan.


'Iya lah...masa baru selesai bo---ker..!!' ketus Luna yang merasa jam tidur nya di ganggu oleh sahabatnya yang sedang di landa asmara.


'Apa maksud video yang kamu bilang..?' selidik Aresha.


'Ohhhhhhhh....Itu aku cuma salah lihat kok....!' kilah Luna yang sudah sepakat tidak akan membahas masalah Video kepada Aresha.

__ADS_1


'Salah lihat gimanaa..?' cerca Aresha, merasa alasan Luna sedikit tidak masuk akal.


'Ya salah lihat...makanya muka tuh jangan terlalu pasaran...' tukas Luna yang sengaja membuat Aresha kesal dan berhenti bertanya.


'Asemmm lu...!!! Wajah Limited Edition gini di bilang pasaran...!!!' kesal Aresha. Dan di sambut tawa oleh Luna.


Alvarro pun ikut tertawa mendengar celutuk Aresha. Dan itu terdengar oleh Luna. Membuat Luna tersenyum, Setidaknya ada Alvarro saat ini yang menghibur Aresha. Tapi kalau berani Alvarro juga menyakiti Aresha. Dia tidak akan tinggal diam.


Karena rencananya dia hari ini ingin pergi ke rumah sakit tempat Erza di rawat.


'Sudah sudah...gangguin aja...byeeee...' seru Luna mengakhiri pembicaraan mereka.


"Ihhhh Lunaaaa..." kesal Aresha karena Luna memutuskan sambungan telpon nya.


"Jangan cemberut ih..." goda Alvarro yang juga merasa tenang.


"Kenapa.. Jadi jelek..??" kesal Aresha.


"Bukan... Jadi gak tahan untuk ini...!" seru Alvarro dan menepikan mobil nya yang teryata sudah tiba di Villa pribadinya.


"Gak tahan untuk apa..?" tanya Aresha dengan polos nya.


Grepp


"Untuk ini...!!" bisik Alvarro dan langsung mendaratkan ciu man dengan begitu lembut dan hangat di bibir ra num milik Aresha seperti buah segar yang membuat Alvarro ingin terus merasakan manisnya.


❤⭐⭐⭐❤


Teman-teman Mohon Untuk tidak Lupa untuk Like, Komentar, dan Jika berkenan kirim Bunga atau Kopi, biar Alvarro dan Aresha banyak di kenal di dunia per-Noveltoon-an.....Hehhee.....


Ingat Klik tombol Vote dan Favorit buat yang belum ya ❤❤

__ADS_1


__ADS_2