SEKRETARIS VS CEO

SEKRETARIS VS CEO
Memberikan Obat


__ADS_3

...........


Ayo masuk..." ujar Alvarro sambil membuka pintu Apartment nya.


Aresha pun mengikut Alvarro untuk masuk.


Mata Aresha tertuju ke foto yang kemarin membuat nya kesal tidak beralasan kepada Varro.


Varro yang melihat Aresha ikut tersenyum dan berjalan ke arah foto yang Aresha lihat.


"Foto ini di ambil tiga tahun lalu, sebelum Thalia berangkat ke Swiss..." ucap Alvarro sambil membawa foto tersebut ke Aresha.


"Ohhh...." jawab Aresha sambil membuang wajahnya.


"Tunggu...!!! Jangan bilang karena foto ini....?!!" seru Alvarro seketika sadar dengan kejadian beberapa hari lalu.


"Mana kotak P3K nya ...?!" sela Aresha yang mengacuhkan Alvarro lalu meletakkan kembali foto tersebut di tempat nya dan tersenyum kecil.


Alvarro pun tertawa kecil melihat Aresha menjadi salah tingkah.


"Ini..." ujar Alvarro sambil memberikan kotak P3K ke Aresha.


Aresha pun menepuk sofa, agar Alvarro duduk di sisi nya. ALvarro pun dengan patuh duduk di sisi Aresha sambil menunggu Aresha membuka kotak P3K nya.


"Hadap sini..." ujar Aresha yang masih sungkan memanggil nama Alvarro dengan santai.

__ADS_1


Perlahan Aresha memberikan obat luka di tangan Alvarro yang memar dan berdarah. Di usap nya dengan pelan cotton bud di setiap luka lecet di punggung tangan Alvarro.


Alvarro sedikit meringis karena rasa perih akibat obat yang terkena langsung di luka yang terbuka.


"hufft..huftt..hufft..." Aresha meniup tangan Alvarro dengan lembut membuat Alvarro semakin iseng dengan meringis kesakitan.


"Auhh...auh..uhh..." gumam Alvarro sambil melihat Aresha yang terus meniup tangan nya.


Setelah selesai mengobati luka di punggung tangan Alvarro. Aresha berlutut di atas sofa agar posisi nya lebih tinggi dari Alvarro. Sedangkan Alvarro sudah duduk sambil menyilangkan kaki nya berhadapan dengan Aresha.


"Di tahan ya... pasti akan perih..." ujar Aresha.


"Hmm..."gumam Alvarro.


Aresha pun mulai memberikan obat merah di cotton bud. Dengan hati-hati Aresha mengoleskan obat merah di sudut bibir Alvarro. Jarak mereka begitu dekat. Hembusan mereka begitu terasa satu sama lain.


"Aochh..." seru Alvarro kesakitan.


"Sorry..." ucap Aresha lembut dan kembali meniup kecil di sudut bibir Alvarro. Gerakan Aresha yang tanpa dia sadari sudah membuat telinga Alvarro begitu memerah.


Deru nafas nya semakin berat. Di tatap nya wajah Aresha dengan begitu dalam. Matanya, hidung nya, dan turun ke bibir nya. Alvarro tanpa sadar mengeuk sali va nya. Bibir yang begitu dia rindukan.


"Masih sakit..." tanya Aresha lembut.


"Hmm.. masih..." jawab Alvarro singkat.

__ADS_1


"Tunggu aku ambil salep nya dulu..." ujar Aresha dan hendak berbalik. Namun...


"Aaaa..." Aresha terjatuh dan langsung di tangkap oleh Alvarro masuk ke dalam dekapan nya.


Detak jantung mereka saling bersahutan satu sama lain. Tatapan mata mereka pun bertemu.


"Varro---Umppht..." Alvarro ynag sudah bisa mengendalikan perasaan nya langsung menarik tengkuk leher Aresha dan men ciu mi bibir Aresha.


Aresha tercengang, matanya membulat, tangan nya hanya melayang ke atas. Dirinya serasa membeku mendapatkan ci uman tiba-tiba dari Alvarro.


Namun ciu man Alvarro semakin dalam, dan begitu hangat terus menye sap bibir Aresha. Aresha yang hanya diam dan tidak membalas ciuman nya membuat Alvarro berbisik lembut. "Maaf..." dan menjauhkan wajah nya.


Alvarro pun meregangkan pelukan nya dari pinggang Aresha, namun Aresha menahan tangan Alvarro dengan cepat. Dan hanya menatap dalam manik mata Alvarro.


Aresha yang tersadar dengan gerakan di bawah alam sadar nya pun langsung melepaskan tangan Alvarro.


"Maaf Varro...--"


Bersambung...


⭐⭐⭐⭐


Mohon untuk Support dengan Like, Komentar, Vote, Kirim Hadiah dan Tentu saja jangan sampai lupa Klik Tombol Favorit ❤


I Love You Bestie 😘😘😘

__ADS_1


Jangan Lupa Dukung Alvarro dan Aresha biar bisa masuk di 10 Besar di kategori Karya Baru 😍😍 Semuanya bisa terjadi hanya dengan dukungan dari kalian teman-teman 😘🥰


__ADS_2