
Langkah kaki semakin mendekat.
"LUNA...?! ARESHA ?!!"
Suara wanita paru baya yang mengisi ruangan melihat dua anak gadisnya.
"Mama..."
"Tante..."
Seru Luna dan Aresha bersamaan.
"Jeng Astrid..?" seru Talitha melihat seseorang yang dia kenali.
"Eh...? Jeng Talitha..? Ada apa ini..?" bingung Astrid.
"Ayo, duduk dulu tante..." sopan Vincent mempersilahkan Astrid untuk duduk.
"Mommy kenal dengan mamanya Luna ..?" tanya Vincent penasaran.
"Iya... Jeng Astrid ini,.. teman arisan mama..." jelas Talitha sambil cium pipi kiri dan kanan .
"Jadi, sebenarnya ada apa aku sampai di jemput oleh Nak Vincent..?" seru Astrid.
Vincent kembali berdiri, "Saya mau melamar Luna di depan tante dan kedua orang tua saya. Bukti kalau saya serius dengan Luna..."
Semua orang tersenyum melihat Vincent. Luna tanpa sadar menitikkan air matanya.
Aresha yang berada di sisi nya merangkul sahabatnya. "Selamat ya bebku..." bisiknya.
"Kamu jugaa...." isak Luna membalas sahabatnya.
Astrid melihat wajah putrinya yang kini sedang menatap pria tampan tu dengan tatapan penuh kasih sayang.
"Selama Luna bahagia.. Tante pasti akan menerima kamu.." senyum Astrid.
"Terima kasih tante..." balas Vincent penuh senyuman.
__ADS_1
"Dad..Mom..?" gumam Vincent.
Raid dan Talitha pun melemparkan senyum hangat dan mengangguk setuju.
"Larry..." seru Vincent memberi kode.
"Baik Tuan.." balas Larry sambil mengambil dokumen.
"Apa ini Vin..?" tanya Alvarro.
Vincent hanya tersenyum dan menggoda sepupunya.
Alvarro hanya bisa geleng kecil kepalanya melihat adik sepupunya yang selalu seenaknya itu dan mengusap lembut punggung tangan Aresha.
Aresha tersenyum hangat kepada kekasih hatinya. Dua hari ini seperti roller coaster dalam kehidupannya.
Vincent mengeluarkan cincin pernikahan. Bertahta berlian dan bersamaan dengan dokumen pernikahan mereka.
"Kamu serius Vin, kenapa tidak sekalian saja resepsi pernikahan kamu,,,? Apa kamu yakin kamu tidak melakukan sesuatu ke Luna..!! serius Raid melihat putranya.
"Aku serius Dad," tegas Vincent, mendekati Raid dan menyerahkan dokumen yang sudah dia persiapkan.
"Apa Luna dan Mamanya juga bersedia seperti ini..?" Seru Raid.
Glek
Vincent pun menoleh ke Astrid dan Luna bergantian.
Astrid menghembuskan nafas kecil.
"Tante ikut apa yang kamu mau Vin, selama Luna baik-baik saja. Ingat jangan pernah sakiti putri tante...!!" ucap Astrid bijaksana.
Talitha merangkul temannya, "Terima kasih jeng..." ucapnya tulus.
Setelah melalui persetujuan dan pengurusan berkas-berkas.
__ADS_1
Tepat hari ini, Vincent dan Luna sudah resmi menjadi suami istri.
Pernikahan yang tidak pernah di duga oleh Luna.
"Selamat Lun..." isak tangis Aresha memeluk sahabatnya.
Luna pun ikut menangis memeluk erat sahabatnya, kemudian mereka berdua tertawa kecil.
Menertawakan kisah percintaan mereka berdua.
"Karena semua untuk Vincent sudah selesai...!! Bagaiman kamu Varro...?" sela Raid membuat ruangan kembali hening dan mengalihkan perhatian mereka ke Aresha dan Alvarro.
"Alvarro sudah melamar Aresha, Uncle...Untuk pernikahan..Varro mau secepatnya..Tapi masih ada yang harus Varro selesaikan terlebih dahulu..." tegas Varro.
"Hmm, baiklah..Uncle percaya padamu.." ujar Raid.
Alvarro juga sebenarnya bisa seperti Vincent, tapi dia adalah seorang CEO. Dia tidak ingin Aresha mendapatkan citra buruk di mata orang dengan video yang tersebar kemarin.
"Apa ada masalah..?" bisik Aresha.
"Tidak ada sayang..." balas Alvarro cepat.
Setelah semua lebih santai, Talith dan Astrid membahas masalah resepsi pernikahan Vincent dan Luna.
"Malam...." suara imut Thalia menyapa semua orang.
"Eh...Kok rame banget...?" serunya melihat seluruh keluarganya ada di sini.
"Tuh, Vincent sudah nikah tadi...!" celutuk Varro.
"WHATTT !!! Kakak tega banget gak ngabarin aku !!!!" kesal Thalia.
"Hahhahaha...Habis kamu lama banget pergi nge-datenya...!!" celutuk Vincent.
Yang membuat wajah Deon dan Thalia memerah.
__ADS_1