
..........
Deg deg deg
Lama Aresha terdiam. Dia tahu hati nya pun sudah berlabuh kepada Bos nya. Tapi masih sulit untuk mengatakan kalau dia menyukai pria di depan nya saat ini. Dia tidak ingin di anggap terlalu cepat berpindah hati. Dan dia takut perasaan nya kepada Alvarro hanya sebagai pelampiasan.
"Maaf..." ucap Alvarro..
"Ya...?" bingung Aresha seharusnya dia yang mengatakan kata maaf.
"Maaf sudah membuatmu bingung saat ini Aresha..." ucap Alvarro.
"Tapi biarkan aku melakukan ini sekali lagi, sebelum besok kamu berubah pikiran...!" seru Alvarro.
"Apa itu---ummphhh...Varro..." ucap Aresha yang kembali berubah menjadi des sahan lembut dari mulut Aresha.
Alvarro kembali me lu mat bibir Aresha dan menekan kepala belakang nya. Membuat ciuman mereka begitu dalam dan semakin dalam. Aresha pun kembali membalas ciu man Alvarro yang begitu panas. Seakan tidak ada hari esok. Ciu man yang begitu menggebu-gebu tetapi tetap sangat lembut dapat di rasakan oleh Aresha.
"huft huft huftt...."hembusan nafas mereka saling berhembus ketika Alvarro melepaskan ci uman nya. Namun bibir Alvarro masih berada di atas bibir Aresha.
Cup
"Bibir ini membuatku begitu candu...!" gumam Alvarro dan mengecup sesaat bibir Aresha dengan begitu dalam hingga bibir nya tertarik karna hi sa pan Alvarro.
"Tunggu di sini... Biar Aku yang masak...Hmmm..?!" ucap Alvarro lembut sambil mengecup pipi Aresha.
__ADS_1
Aresha hanya bisa mengangguk kecil. Begitu malu melihat wajah Alvarro.
Setelah Alvarro berbalik menuju dapar. Aresha langsung menutupi wajah nya dengan bantal sofa.
"Astagaaa....!!! Apa yang sudah aku lakukan...!!!" gumam kecil Aresha sambil menendang-nendang kakinya.
Wajahnya terasa begitu panas. Aresha memegang bibir nya. Baru kali ini dia melakukan ciu man yang begitu intens dengan seorang pria. Alvarro begitu ahli membawanya untuk ikut bersama nya terhanyut dalam ciu man panas mereka.
Alvarro yang melihat tingkah Aresha hanya tertawa kecil dan melanjutkan masakan nya.
"Hmmm... harum banget..." gumam Aresha yang mencium aroma masakan Alvarro.
Dirinya pun bangun dan berjalan menuju dapur sambil mengikat rambutnya ke atas.
Aresha menghampiri Alvarro yang saat ini sedang menumis daging dengan jamur. Terlihat begitu mengunggah selera.
"Hmm..? Hanya tumis daging dan sayur kale, lalu di tambahkan jamur yang banyak...sesuai selera Nona Aresha....Cup..." ucap Alvarro dan mengecup pipi Aresha yang ada di samping nya.
"Varro...!!!" seru Aresha yang sudah sangat malu dengan sikap Alvarro yang terus saja menciuminya.
Alvarro hanya tersenyum dan melanjutkan masak memasak nya.
Aresha memilih duduk di kursi bar yang berhadapan dengan dapur dan menatap punggung Alvarro yang terlihat begitu ahli.
Tanpa sadar Aresha mengembangkan senyuman nya.
__ADS_1
Seharusnya hari ini adalah hari di mana dia harusnya bersedih. Mersakan pengkhianatan sang mantan dan sahabat nya. Tapi karena kehadiran Varro di sisinya. Aresha hanya merasakan lebih kuat dan tenang.
"Thank you Varro...." gumam Aresha.
"Hmm...? For...?" tanya Alvarro yang kini berbalik ke arah Aresha sambil menaruh wajan masakan nya di atas serbet tebal. Tepat di hadapan Aresha.
"Hmmm...wangi bangett...!!" gumam Aresha sambil mengendus makanan di depan nya. Alvarro hanya tersenyum dan menggeleng kepala nya.
"Untuk hari ini dan waktu itu..." jawab Aresha pelan.
Alvarro mengambil piring dan mengambil nasi serta mengambil lauk di atas piring dan menaruh nya tepat di hadapan Aresha. Dan untuk dirinya.
"Waktu itu... ??" tanya Alvarro bingung dan duduk dikursi. Berhadapan dengan Aresha.
"Waktu di bukit..." jawab Aresha pelan.
"Ohhh.... yang waktu kamu mencuri ciuman ku untuk kedua kali nya ...!" goda Alvarro.
"Ehhh...maksud kamu...?!"
⭐⭐❤
Teman-teman Mohon Untuk tidak Lupa untuk Like, Komentar, dan Jika berkenan kirim Bunga atau Kopi, biar Alvarro dan Aresha banyak di kenal di dunia per-Noveltoon-an.....Hehhee.....
__ADS_1
Ingat Klik tombol Vote dan Favorit buat yang belum ya ❤❤