
#Lanjut, Jangan Lupa Vote nya ya teman-teman 😍😘
---------------
"Apa aku harus play victim..?" ide yang terlintas di kepala Lucy dan tersenyum smirk.
Lucy mengatur nafas untuk bersiap-sap melakukan acting luar biasa di depan Deon. Agar Deon bersimpatik kepadanya.
Dengan langkah yang tidak mengetahui apa-apa, Lucy mendekat.
"Kak Erza...!! Kamu kena--paa ?" ujar Lucy tercekat dengan wajah shock melihat Erza seperti itu.
"Lucy ?!" seru Erza dengan senyum di wajahnya melihat Lucy. Dia berharap Lucy akan menjadi pembelanya nanti di kantor kepolisian. Dan bisa memberikannya jaminan agar dia bisa bebas.
Bukannya menghampiri Erza, Lucy mendekat ke arah Deon.
"Pak Deon, sebenarnya ada apa..?" tanya Lucy dengan wajah polosnya. Di buat seimut mungkin.
""Kamu bisa tanyakan kepada kekasih mu itu.." sarkas Deon yang malas meladeni wanita licik seperti Lucy.
"Kekasih ?!" tanya Lucy dengan wajah tidak mengerti maksud Deon.
Tidak mendapat tanggapan dari Deon, Lucy memilih bertanya dan menjawab serta menjelaskan sendiri.
"Maksud Pak Deon, Kak Erza kekasih saya ?!" ujar Lucy sambil menunjuk ke dirinya sendiri dengan ekspresi terkejut.
Deon hanya mengangkat bahunya.
"Sepertinya Pak Deon sudah salah paham, Kak Erza itu hanya saya anggap seperti Kakak saja, karena dia adalah pacar sahabat saya. Tapi Kak Erza salah paham menganggap semua kebaikan dan keramahan saya," jelas Lucy yang tidak Deon peduli.
"Fu*ck !!" maki Erza mendengar ucapan Erza.
"Dasar wanita ja-lang !!" murka Erza memicingkan matanya.
Lucy tertunduk ketakutan melihat Erza. "Kak tolong jangan kasar, dan memaksa Lucy lagi !! Lucy takut dengan Kak Erza !" isak Lucy dan mnitikkan air mata.
"Sh*itt !! Gw terjebak drama ikan terbang!!" gumam Deon memijit kepalanya yang tidak sakit.
"Pak, silahkan !!" sela Erza kepada petugas kepolisian, di antara perdebatan yang tidak penting baginya.
"Baik, Pak Deon !" jawab Petugas kepolisian dan membawa Erza ke mobil.
"Kak Deon...?!"
Deon menoleh dan melihat Thalia sedang berjalan mendekatinya.
"Cantik.." batin Deon menatap Thalia penuh kekagumam.
Lucy yang melihat tatapan Deon menjadi kesal dan tiba-tiba...
__ADS_1
"Aduhhh Pak Deon..." rintih Lucy pura-pura terjatuh dan memeluk Deon sebagai tumpuannya.
Spontan Deon menahan tubuh Lucy yang hampir terjatuh.
Lucy langsung memeluk leher Deon dan tersenyum sinis.
"Maaf Pak, kepala saya tiba-tiba sakit..." gumam Lucy yang belum melepaskan pelukannya dari Deon.
Thalia yang melihat kejadian itu langsung terlihat sangat kesal tapi berusaha tenang.
"Kak Deon, ayo balik..!" ketus Thalia ke Deon. Tanpa memedulikan Lucy.
Deon menjadi bingung sendiri, "Hmm.. ok..!" balas Deon gugup. Takut Thalia salah paham.
"Suster...!" seru Deon memanggil seorang perawat yang lewat dan menyerahkan Lucy tanpa sepatah kata.
Suster pun bingung, "Ini ada apa Tuan..?" tanya suster.
"Saya kurang tahu, silahkan langsung tanya saja Sus..." jawab Deon santai dan menarik tangan Thalia.
Deg deg deg
Thalia tersenyum senang, namun masih sedikit kesal.
"Sialan...!!!!" maki Lucy yang merasa ditinggalkan begitu saja.
"Nona, anda mau diperiksa ??" tanya Suster dengan ramah.
"Kamu parkir di mana ?" tanya Deon setelah mereka tiba di parkiran.
"Di sana.." balas Thalia ketus.
"Kunci ?" balas Deon dengan senyuman manisnya.
"Ck... gimana orang mau kesal kalau lihat senyuman manis melebihi manisnya madu asli !!!" pikir Thalia yang lagi-lagi terpesona dengan senyuman manis Deon dilengkapi lesung yang indah.
Thalia hanya menyerahkan kuncinya tanpa suara. Dan mengikuti Deon yang terus menggandeng tangannya.
"IHhh.. nyesal parkir dekat gini, kalau tahu aku parkir di ujung jalan aja sekalian..!!" sesal Thalia begitu tiba di mobilnya.
Deon membukakan pintu mobil penumpang untuk Thalia. Dan dia juga masuk ke bagian pengemudi.
"Sudah makan siang?" tanya Deon lembut sebelum menstater mobilnya.
"Belum !" balas Thalia singkat.
"Mau makan apa ?"
"Terserah...!"
__ADS_1
Deon hanya tersenyum melihat tingkah imut Thalia yang sedang mengerucutkan bibirnya.
"Ok... kita cari menu terserah..." jawab Deon menahan tawa.
"Issshh Kak Deon !!!"
"Jadi mau makan apa ?" tanya Deon lagi.
"MAU MAKAN KAK DEON !!!" Jawab Thalia spontan saking kesal nya.
Deg
Mereka sama-sama terdiam. Salah tingkah. Dua kata yang dapat tergambarkan dari reaksi Deon dan Thalia saat ini.
"Hmm,, mau makan pecel lele aja kak..." sambung Thalia.
"Ehmm,, iya.. tapi jam segini pasti ramai banget..."balas Deon dan menyalakan mesin mobil.
"He em, gak apa-apa... kangen makan di situ !" ucap Thalia yang mengingat pertama kali Deon mengajaknya makan pecel lele.
"Yakin? Gak bakal loncat pas lihat ikan lelenya di piring ??" goda Deon menahan tawanya.
"Kak Deon..!" malu Thalia mengingat kejadian yang membuatnya menjadi tontonan di warung pecel lele kala itu.
*Flashback On*
Kala itu, Thalia yang tidak tahu menahu apa itu pecel lele. Selalu merasa penasaran ketika Alvarro, Vincent dan Deon bercerita mengenai enak nya makan pecel lele.
Akhirnya Deon lah yang mengantar Thalia, karena kedua kakaknya itu sangat sibuk. Vincent saat itu menjadi Juri di Grand Chef, dan Alvarro sedang ada kunjungan keluar negeri.
Dan ketika mereka tiba, Thalia dengan percaya diri memesan pecel lele. Lama menunggu akhirnya pecel lele tersebut tersaji tepat di hadapannya.
"Yakkkkk....!!!" teriak Thalia melihat ikan yang sangat aneh dan panjang tergelatak di atas meja.
Seketika dirinya melompat di pangkuan Deon dan menarik perhatian semua pengunjung.
Dengan tenang Deon menenangkan Thalia, dan menyuapi Thalia untuk mencicipi pecel lele, hingga berakhir Thalia menambah satu porsi lagi.
#Flashback Off#
"Hahahha....tapi jangan pesan Deon di sana, pasti gak ada ..!" celutuk Deon menggoda Thalia.
Thalia melototkan matanya melihat Deon, dan mencubit pinggang Deon karena kesal.
"Aduuhhh duh...." rintih Deon pura-pura kesakitan dan menahan tangan Thalia.
Cup
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1
Like dan Komentar Jangan sampai ketinggalan ya ❤❤