SEKRETARIS VS CEO

SEKRETARIS VS CEO
Bibir Ini Selalu Memanggilku


__ADS_3

#Kita terus lanjut beb.. Yang Marathon, Jangan lupa nge-rem dulu untuk Like dan Komentar ya ^^


 


"Hmm,, aplikasi untuk baca novel online gratis di ponsel..." jelas Aresha semangat. Karena karena dia jadi banyak teman-teman kantor yang ikut instal aplikasi noveltoon.


"Ohh...." jawab Alvarro sekena nya yang tidak fokus mendengar penjelasan Aresha. Bagaimana tidak, karena Aresha bersandar di sofa, pakaian nya yang pendek itu ikut naik ke atas dan membuat paha putih nya semakin terlihat.


"Ckkk... laki-laki mana ngerti..!" kesal Aresha melihat tanggapan Alvarro yang biasa saja.


"Mungkin sudah full ya...?!" tanya Aresha lagi dan berdiri.


"Mau ke mana...?!"


"Ruang kerja kamu di mana..?" tanya Aresha.


Alvarro menutup laptop nya dan menyimpan di atas meja.


"Di mana Varro...?" tanya Aresha ulang karena Varro hanya menatap nya.


"Untuk apa ..?" tanya Alvarro.


"Ambil ponsel...!" jawab Aresha cepat.

__ADS_1


"Ohh.. di sana..." tunjuk Alvarro.


"Okee...!!" balas Aresha dan berbalik. Belum sempat Aresha melangkah kan kaki nya. Alvarro menarik pinggang Aresha dengan ke dua tangan nya hingga Aresha kini berada di pangkuan Alvarro.


"Var--roo...!!" kaget Aresha karena mengira diri nya bakal terjatuh.


"Kalau kamu bosan, biar aku yang temanin kamu...hmmm..??" ucap Alvarro tepat di belakang telinga Aresha.


Alvarro menaruh dagunya di atas bahu Aresha dan menghirup aroma sabun yang melekat di tubuh Aresha.


Dirinya pun tersenyum, karena aroma tubuh Aresha sama dengan aroma tubuh milik nya. Tapi karena Aresha yang memakainya menjadikan aroma sabun menjadi begitu wangi.


"Hmmm..kamu wangi banget sayang..."gumam Alvarro yang memeluk erat pinggang Aresha.


"Biarkan aku memeluk mu seperti ini.....Hmmm...."ujar Alvarro. Yang tambah mendekap tubuh Aresha ke dalam pelukan nya.


Deg deg deg


Deg deg deg


Detak jantung mereka saling bersahutan karena sama-sama merasakan moment yang begitu mendebarkan bagi mereka berdua.


Aresha hanya diam tidak menjawab pertanyaan Alvarro, dirinya terlalu gugup dan malu untuk mengatakan iya atau boleh ke Alvarro.

__ADS_1


"Apa aku membuat mu tidak nyaman..?"selidik Alvarro dan hendak melepaskan pelukan nya di perut Aresha.


Namun, dengan cepat Aresha menahan tangan Alvarro dan ikut menaruh tangan nya di atas tangan Alvarro. Membuat Alvarro tersenyum bahagia. Dan meraih dagu Aresha dan memutar nya sedikit mengarah ke dirinya.


Dapat Alvarro lihat betapa merah nya pipi Aresha karena begitu kontras dengan karna kulit nya yang begitu putih.


Alvarro mendekatkan wajah nya dan berkata..."Bibir ini memanggilku..." kemudian melesatkan ciuman di bi bir Aresha.


"Hummpp Varro.."gumam Aresha yang membalas ci uman Alvarro. Entah sudah berapa kali malam ini Alvarro menciu mi nya. Membuat Aresha yakin dengan perasaan nya sendiri. Perasaan nya kepada Alvarro sangat berbeda ketika dirinya berpacaran dengan Erza.


"Iya sayang...?" balas Varro di sela ciuman nya dan tangan yang satunya sudah berada di belakang leher Aresha.


"Sepertinya...Aku juga mencintaimu...." balas Aresha pelan.


Tapi membuat Alvarro menghentikan ciuman nya. Di lihat nya wajah Aresha dengan seksama yang sangat merah itu. Menandakan dirinya kalau tidak salah dengar.


"Terima kasih sayang..." ucap Alvarro dan kembali me lu mat bibir Aresha dengan begitu menggebu. Membuat Aresha kelabakan. Ketika ciuman Alvarro mulai turun ke lehernya.


"Varro...Ah..."


Bersambung....


*************

__ADS_1


#Omo omo... Varro...>,<


__ADS_2