
........
Aresha pun merasakan hal yang sama, tepat setelah Alvarro keluar dari kamar. Lututnya terasa begitu lemas. Tatapan Alvarro ketika mendekatinya membuat jantung Aresha berdebar begitu kencang. Seandainya Alvarro tadi menahan diri. Mungkin dirinya pun akan sulit menolak ketika dirinya di sentuh oleh Alvarro.
"Huffft...hufft..." Aresha mengatur nafasnya. Jantung nya masih berdebar tidak karuan.
"Aresha...!!! Sadarlah...!!" gumam nya sendiri sambil menepuk-nepuk pipinya.
Bisa-bisa nya tadi terlintas adegan salah satu drama barat yang dia tonton. Ketika sang pria dengan tatapan membara membuka handuk sang wanita dan menciumi setiap lekuk tubuh wanita tersebut dengan menggebu-gebu.
.
Aresha kembali menghembuskan nafas beratnya. Lagi-lagi bulu kuduk nya merinding karena pikiran kotornya tadi.
Dengan cepat dirinya masuk kembali ke dalam kamar mandi dan mengunci pintu dengan baik.
Di buka nya paper bag yang diberikan Alvarro. Di keluarkan satu per satu isi nya.
"Hmmm lumayan..." kagum Aresha melihat pilihan pakaian Alvarro.
"Oh My...! Kenapa ukuran bra ini sama dengan ukuran braku sendiri...!! Tidak mungkin kan dia bisa tahu hanya karna pernah memeluk ku dan sempat menyentuh nya tadi...?" gumam Aresha sambil mengangkat bra berwarna krem.
Aresha memakai pakaian dalam dan baju tidur yang ada di paper bag. Ada lima lembar baju tidur dengan model yang sama. Untung nya baju tidur ini memang baju tidur yang selalu Aresha kenakan di kost-an nya.
__ADS_1
Warna lilac menjadi pilihan Aresha malam ini.
Setelah selesai, Aresha pun berjalan keluar kamar dan mendapati Alvarro sedang asik di depan laptopnya.
"Maaf lama..." ujar Aresha dan berjalan mendekati Alvarro.
Glek
"Cantikkk....Mempesona..." seru Alvarro kagum melihat Aresha dengan wajah polos nya tanpa make up dan baju tidur yang begitu indah melekat di tubuhnya. Dengan rambut yang masih sedikit basah, membuat Aresha terlihat sangat seksi. Kulit putih dan mulusnya dapat dia lihat dengan jelas karena pakaian tidur yang dipakai Aresha hanya sebatas paha.
"Hmm... kemarilah..." balas Alvarro dan menepuk sofa.
Aresha pun mengikuti perkataan Alvarro dan duduk tepat di sisi Alvarro.
"Semua pakaian nya pas dan kamu suka...??" tanya Alvarro basa basi.
"He em... Makasih...Dan aku tidak tahu kalau kamu begitu ahli....!" balas Aresha dan menekan kata ahli.
Tapi Alvarro tidak mengerti maksud Aresha. Alvarro hanya senang kalau Aresha suka dengan pilihan Thalia.
"Minum ini....Dan kamu bisa masuk beristirahat..." ucap Alvarro lembut.
__ADS_1
"Ini...?" tanya Aresha menunjuk ke cangkir di depan nya.
"Earl Grey Tea....bagus untuk menghilang rasa lelah kamu setelah seharian beraktifitas..." jelas Alvarro sambil mengusap pipi Aresha.
"Ohhh... Makasih Varro.." balas Aresha dan mengambil cangkir teh di depan nya.
"Hati-hati masih panas..." sela Alvarro penuh perhatian.
"Heem..." balas Aresha dengan tersenyum malu. Dia tidak pernah melihat Bosnya yang begitu dingin dan cuek menjadi pria yang sangat perhatian dan lembut.
Alvarro kembali menyibukkan dirinya di depan laptop. Untuk kembali meredakan hasrat nya yang sudah turun kembali naik ketika melihat penampilan Aresha saat ini.
"Oh iya...Ponsel ku dimana...?" tanya Aresha yang merasa bosan. Karena sedari tadi tidak melihat ponselnya.
Alvarro melihat ke Aresha dan tersenyum berusaha tenang di depan Aresha.
"Ponsel kamu lowbat... Aku lagi charge di ruang kerja..." jawab Alvarro.
"Ohhh...Aku bosan...biasanya aku baca Noveltoon sebelum tidur..."ujar Aresha yang kini menyandarkan dirinya di sofa.
"Noveltoon..?"ulang Alvarro yang tidak tahu apa itu Noveltoon.
Bersambung....
__ADS_1
-----------------
#Ternyata Aresha pembaca NT juga >,<