
........
"Hoamhhhh...." seru Aresha terbangun dari tidur nyenyak nya.
"Ughhh pegal banget..!!" gumam nya dan duduk melihat ponselnya yang kehabisan batrei.
Aresha mengambil charger dan mengisi daya ponselnya. Kemudian memulai rutinitas paginya sebelum berangkat ke kantor.
"Hmm... Aku harus cepat menyelesaikan semua pekerjaan yang tertunda. Biar bisa cepat ngasih surat resign ke bagian personalia...!" gumam Aresha sambil berjalan.
Aresha hari ini memilih menggunakan blazer berwarna baby blue dengan motif kotak-kotak dan dipadukan celana Jeans berwarna putih tulang. Tidak lupa sebagai pemanis, Aresha memakai bandana yang bercorak senada dengan blazernya.
Aresha menyalakan ponselnya, dan seketika begitu banyak notifikasi yang masuk.
Aresha melihat-lihat isi ponselnya. Ada pesan singkat dari Alvarro, dari Luna dan dari Ezra.
Aresha membuka chat dari Luna dan membalas nya. lalu membuka chat dari Ezra dengan malas dan hanya menghembuskan nafas kasar nya ketika membaca isi chat Ezra ang hanya meminta uang kepadanya dengan alasan ingin memperluas jaringan investasinya. Dan pada saat dirinya membuka pesan dari Alvarro.
"Astaga...!" seru Aresha ketika melihat panggilan tidak terjawab dengan nama Mister Coolkas plesetan dari penggabungan kata dingin dan kulkas hasil ciptaan dari kejeniusan Aresha.
"Lima belas panggilan tidak terjawab dari mister coolkas,,?? Dan apa ini...??!!" seru Aresha panik ketika melihat dari semua gambar telpon merah ada satu yang berwarna hijau dari Mister Coolkas.
Aresha menekan history panggilan tersebut dan kembali membuat dirinya membulatkan matanya.
__ADS_1
"Kenapa aku bisa telponan selama tiga jam dua puluh empat menit dengan Pak Alvarro..?!!!" gumam Aresha tidak percaya yang membuat langkahnya berhenti.
"Tidak Mungkin...!!!" seru Aresha.
"Apanya yang tidak mungkin..?!!" suara pria yang sangat Aresha kenali.
Aresha pun berbalik dan melihat Alvarro sudah berdiri tepat di belakangnya.
"Pakk..?!" gumam Aresha.
Mata Alvarro tertuju ke layar ponsel Aresha. "Mister Coolkas..??!" ujar Alvarro melihat nama kontak nya di ponsel Aresha.
Dengan cepat Aresha menutup layar ponsel nya.
"Tunggu...!!" seru Alvarro, namun Aresha mengabaikan panggilan Alvarro dengan terus berjalan.
Aresha ingin menghindar sebisa mungkin pertemuan nya dengan Alvarro di luar jam kerja.
Aresha tiba terlebih dahulu dan menyiapkan kopi dan kue untuk Alvarro seperti biasa nya. Namun, Aresha menaruh nya sebelum Alvarro tiba di ruangan nya.
"Fiuhh..." lega Aresha di depan meja kerjanya.
Dan di saat bersamaan Alvarro baru keluar dari lift. Aresha dengan cepat mengangkat telpon di meja kantor nya. Berpura-pura sedang berbicara dengan Kepala Staff.
"Iya baik Pak Deon...." ucap Aresha yang terdengar jelas oleh Alvarro membuat Alvarro menoleh ke arah Aresha.
__ADS_1
"Deon.. ? Ngapain dia telponan sama Aresha pagi-pagi begini...??!" batin Alvarro.
Aresha berpura-pura mengambil selembar kertas dan menulis beberapa kata seolah-olah menyalin apa yang di katakan Deon.
"Ngapain nih Coolkas belum masuk ke ruangan dia...!!" batin Aresha yang sudah kehabisan ide mau bilang apa.
Aresha terus mengoceh sambil tersenyum dan kadang tertawa. Membuat hati Alvarro memanas dan memilih masuk ke ruangan nya.
"fiuhhh..." gumam Aresha ketika mendapati Alvarro sudah menutup pintu ruangannya.
Alvarro yang berjalan dengan perasaan kesal ke kursi nya menjadi tidak tenang.
Ingin sekali diri nya menghubungi Deon dan menanyakan ada urusan apa sepagi ini bersama sekretarisnya.
"Argghhh...!!"
Bersambung....
☘☘☘☘☘☘
Mohon untuk Support dengan Like, Komentar, Vote, Kirim Hadiah dan Tentu saja jangan sampai lupa Klik Tombol Favorit ❤
Yuk Bantu Karya Baru Mama masuk REKOMENDASI DI BERANDA 😍😍
I Love You Bestie 😘😘😘
__ADS_1