SEKRETARIS VS CEO

SEKRETARIS VS CEO
Ciuman Panas


__ADS_3

#Tahan nafas memasuki Bab yang buat debaran jantung meningkat...^^


----------------


"Varro...Ah..."des sah Aresha semakin menjadi ketika mengecup dengan lembut tukang selangka nya.


"hmmm.." Varro hanya bergumam pelan dan tangan Alvarro mengangkat tangan Aresha ke atas dan mulai menciu mi tulang belikat Aresha.


"Uhhh Varro....!" li rih Aresha merasakan setruman yang begitu dahsyat si sekujur tu buh nya.


Deru nafas Aresha terdengar begitu berat. Di gigit bibir bawahnya untuk menahan tidak mengeluarkan suara yang sangat memalukan tadi.


Tanpa Aresha sadari kini dia telah mengubah posisinya sendiri menjadi berhadapan dengan Alvarro. Kedua kakinya sudah berada diantara kedua paha Alvarro. Pakaian yang dia kenakan semakin naik tinggi ke atas karena gerakan alam bawah sadarnya atas reaksi sentu han dan ciu man Alvarro di tiap kulitnya.


"Seharusnya kamu sudah menendang dan menampar nya saat ini Areshaaaa...!!!" batin Aresha memarahi dirinya sendiri.


Tapi bahasa tubuhnya berkata lain selain menerima tiap cum buan yang di berikan Alvarro.


Alvarro menangkup wajah Aresha dengan kedua tangan nya yang kini begitu sayu tepat di depan nya.


"Kau yang membuatku seperti ini Nona Aresha..." seru Alvarro dengan suara beratnya.


Aresha hanya menggeleng kecil tidak mengerti maksud Alvarro.


Alvarro tersenyum dan berkata "Hanya di depan mu aku selalu kehilangan kendali atas diriku..."

__ADS_1


"Jadi... Nona Aresha ku sayang... Kamu harus bertanggung jawab atas ini...!" ucap Alvarro dengan begitu lembut dan kembali men ciumi bibir Aresha. Dengan perlahan Alvarro memindahkan Aresha di sofa dan membaringkan tubuhnya tanpa melepaskan pa gutan mereka.


Aresha seolah tersihir dengan mantra yang di berikan Alvarro. Tubuh nya mengikuti semua perlakuan Alvarro yang begitu lembut.


Ciuman Alvarro semakin dalam dan panas. Lidah dan bibir Aresha tiada henti di sesapnya tanpa jeda.


Aresha mengalungkan satu tangannya di leher Alvarro. Sedangkan tangan kanan nya menyentuh rahang Alvarro menikmati permainan bibir mereka.


Tangan Alvarro perlahan menurunkan pakaian Aresha yang ada di bahunya. Karena Aresha memakai tanktop, membuat Alvarro semakin mudah untuk melepaskan tali baju Aresha.


"Varro....uhm..!" des sah Aresha ketika ciu man Alvarro sudah berada di sekitar dada nya. Karena gaun tidur yang dipakai Aresha sudah semakin turun ke bawah.


Hanya bunyi ciu man lembut dari bibir Alvarro di kulit Aresha yang terdengar di dalam ruangan. Aresha menggigit bibir bawahnya menahan suaranya.


"Ahhh Varro..." suara Aresha kembali memenuhi ruangan.


Tangan Aresha menggenggam erat lengan Alvarro sebagai pegangan.


Alvarro mengangkat wajah nya dan menatap lekat Aresha dan berkata "I love you sayang..."


Kemudian Alvarro berdiri dan mengangkat Aresha ala bridal masuk ke dalam kamar dengan keadaan baju Aresha yang tidak pada tempat nya lagi.


Dengan perlahan Alvarro merebahkan Aresha di atas ranjang nya. Dan mengecup kening nya cukup lama.


Aresha menjadi bingung apa yang di lakukan Alvarro. "Apa dia sudah berhenti...?!" batin Aresha.

__ADS_1


Alvarro memperbaiki gaun tidur Aresha dan menutup tubuh Aresha dengan bedcover berwarna navy.


"Kamu bisa tidur duluan...hmm...Aku mau membersihkan badan dan menyusul kamu..." ucap Alvarro lembut.


Aresha hanya mengangguk seperti anak kecil. Dan Alvarro pun masuk ke dalam kamar mandi.


Tepat Alvarro menutup pintu kamar mandi, Aresha langsung bangun dan duduk sambil memegang wajah nya.


"Areshaa...!! Kau sudah gila...!!!" gumam nya kecil merutuki dirinya. Kenapa dirinya begitu mudah di depan Alvarro. Padahal ketika bersama Erza dirinya selalu memasang beton yang tinggi agar Erza tidak melebihi batas.


Aresha membuang tubuhnya kembali dan menendang-nendang kaki nya. Kemudian masuk kembali ke dalam selimut dan menutupi dirinya yang tersisa hanya kepalanya.


Dirinya mengingat kembali kejadian hari ini yang begitu panjang. Mulai dari kesalahpahaman nya terhadap Si Bos. Bertemu Erza dan Lucy. Dan dengan berani mengatakan kata putus di depan Erza serta tidak lupa memberikan pelajaran keada dua pengkhianat itu.


Mendapatkan pengakuan cinta dari Si Mister Coolkas. Dan Alvarro kini memanggilnya dengan kata sayang.


Dan saat ini dirinya sedang berbaring di atas ranjang milik Bosnya yang dulu sangat dia benci dan membuat hari-harinya menderita.


"Sangat tidak masuk akal...!!" gumam Aresha tidak percaya.


"Apa aku juga dari dulu menyukai Varro..?!" gumam Aresha yang sadar bagaimana dia sangat mengagumi Bosnya itu. Baik dalam tampang nya yang begitu sempurna, serta kepiawaian nya dalam memimpin perusahaan.


Ceklek


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2